*ashton pov
Ya jadi gini
Gue mau coba ngelamar di kfc
Doain ya
Selesai.
Ya enggak lah bego, yauda gue lanjut ya.
🌠🌠🌠
Setelah 3 hari diajarin teknik nangis yang mengundang kesedihan (kalau misalnya gue nggak keterima kerja, biar si bos luluh) sama si meki, dan latihan sit up, push up, dan split (siapatau gue jadi atlet binaraga, kalau misalkan si bos-nya nggak luluh-luluh) akhirnya gue memantapkan diri buat daftar kerja di kfc.
Jadilah sekarang ini gue lagi berhadapan sama om buncit manajer cabang kfc disini, di ruangan dia. Dia lagi baca baca surat lamaran beserta fotokopi surat ijazah, rapor bayangan smk, laporan ujian praktek tata boga, surat kelakuan baik, sim, stnk, sama rapor sd gue.
"Tapi disini tertulis nilai tata boga kamu 69, saya enggak yakin kamu bisa kerja disini. Disini juga tertulis, masak ayam goreng saja kamu nggak mampu buat ngelakuinnya"
Gue yang udah mencium bau-bau penolakan langsung menyiapkan ancang-ancang buat ngeluarin obat tetes mata yang sejak tiga hari lalu gue beli, ngutang di mbok suprim.
"Tapi Om, eh maksud saya Pak, tolong terima saya kerja disini. Kalau saya nggak kerja disini nanti saya makan apa? Makan nasi sama lauknya bapak? Nanti bapak jadi kurang asupan gizi terus meninggal loh. Temen saya ada yang meninggal. Bapak mau meninggal, cuma gara-gara nggak nerima saya disini? Apa susahnya terima saya apa adanya? Saya rela bekerja apa saja Pak, walaupun nggak masak ayam. Disuruh mijitin kasir cewek juga saya mau" kata gue panjang sambil mengelap ingus gue, karena obat tetes matanya malah masuk ke idung gue. Bangsat emang.
Bapak botak itupun bingung sepertinya. Terlihat dari caranya menggaruk- garuk ketek. Ketombean kayaknya. Biar bapak itu nggak dilema, saatnya untuk gue unjuk gigi mengeluarkan kelebihan yang gue punya. Nyanyi.
"Bukan maksud diriku melukai hatimu, namun aku juga wanita yang ingin merasakan cintaAAA. Neveneve lofyu, rilirili lofyu maafkan aku mengecewakanmu neveneve lofyu rilirili lofyu segera aku melupakan dirinyaAAa"
Akupun tidak lupa membungkuk hormat. Bapak itu bertepuk tangan sambil mengusap air mata haru atas apa yang barusan gue lakuin.
"Kamu tau darimana saya suka ceribel?" Tanyanya
"Dari twitter bapak" kataku
"Mhm" bapak itupun terlihat menimbang nimbang keputusan.
Keheningan menyelimuti kami selama 3 detik.
"Aha, saya bisa saja menerima kamu disini tapi ada syaratnya."
"Apa pak? Apapun itu akan kulakukan." Kata gue berbinal binal, eh
"Kamu harus follow twitter saya, terus mention saya, bilang kalo pak suryo adalah twibi sejati sebanyak 69 kali. Kamu sanggup?"
Astagfirullah. Mending gue jualan es kepal milo.
"Ya, saya sanggup" kata gue, abisnya daripada nganggur.
"Yaudah, sekarang kamu mention saya dulu, kalo udah selesai, nanti laporan kesini. Sana pergi, saya mau denger lagu ceribel lagi" usir bapak itu.
"Ehem pak, hehe paswot wifinya apa ya?" Kata gue cengar cengir, lalu dihadiahi jitakan di kepala gue, idih najis tangan dia kan tadi bekas garuk ketek iyuh.
"Ga modal lu miskin"
Wah si botak kurang ajar gaes.
---
Astonio pov tamat
---
KAMU SEDANG MEMBACA
BO-PUNK | 5sos
Fanfiction"Gue gamau tidur di emperan luke, masa gue baru nyampe Jakarta udah jadi gembel sih, nanti masuk angin" -Calum "Astagfirullah. Mending gue jualan es kepal milo." -Ashton "SABAR PAK BENTAR CEBOK DULU" -Michael
