The Love in School part 4

32 9 0
                                        

Keesokan harinya...
Melati," Pagi teman teman! Eh tumben, si Aiza senyum senyum sendiri, kenapa hayooo." Melati menggoda Aiza yang sejak tadi tersenyum senyum sendiri.
Rahma," Alah, mungkinada kaitannya dengan si Putra." Rahma tertawa.
Aiza," Tau aja kamu.. He..he..he.."
Heni," Kenapa, Za?"
Aiza," Emm.. Jangan ah, ini rahasia." Aiza tertawa.
Zulfa," Kemarin, Aiza nge wa Aku, dia bilang, nanti dia diajak Putra pergi bareng bareng setelah pulang sekolah bersama Mas Yoga dengan aku juga." Zulfa menjelaskan panjang lebar.
Aiza," Kok mendadak Putra jadi baik sama Aku ya?"
Melati," Loh, bukanya si Putra udah tau ya kalau kamu suka dia."
Heni menginjak kaki Melati.
Aiza," Eh? Benarkah? " Aiza terkejut.
Rahma," Ha..Ha..Ha.. Iyaa." Rahma tertawa.
Heni kembali menginjak kaki Rahma.
Aiza," Aduhh.. Siapa yang kasih tau? Aku malu kan jadinya."
Heni," Kamu itu kami tipu." Heni deg degan karena yang memberitahu Putra adalah Heni.
Aiza," Ih, dasar kalian, ada yang mau ikut?"
Tari," Aku,Nafi,dan Heni adalatihan seleksi pidato,lagian kalau kami ikut juga cuman jadi obat nyamuk. Ha..ha..ha.." Taru tertawa.
Kedelapan sahabat tersebut tertawa.
Kkrriinngg... Bel tanda masuk sekolah telah terbunyi, itu tandanya seluruh siswa SMPN Tunas Bangsa 3 masuk ke kelas masing masing.
Rahma," Aiza, Aku bingung ,menurutmu Aku menyukai Mas Dika tidak?"
Aiza," Loh, kok tanya aku, kan yang suka kamu."
Rahma,"Jawab lahh.."
Aiza," Kalau aku melihatmu bersama Mas Dika, kamu itu salah tingkah, sepetinya kamu suka sama Mas Dika."
Rahma," Ehh.. Em.. Gimana ya.. "
Aiza,"Ah .. Eh.. Ah.. Eh.. Bilang saja ngak papa kan."
Rahma," Alah, kamu saja suka sama si Putra sejak lama tapi dia ngak peka peka, ha..ha..ha"
Aiza,"Doakan peka dong."
Rahma," Hm.. Iya..iya.."
Aiza,"Eh.. Guru killer datang."
Rahma,"Ehh siapkan alat perang derr derr.." Rahma menggila.
Aiza,"Dor..dor.."
Guru killer," Yang didepan saya ini kenapa ya?"
Aiza dan Rahma," Eh.. Em.. Eh.. Ngakpapa kok, Bu."
Guru killer,"Yasudah, makanya diam, ini pelajaran!"Guru killer tersebut marah seperti singa mengaum.
Rahma," Tuhh..Diam jangan berisik." Rahma berbisik kepada Aiza , Aiza membalasnya dengan anggukan.
Lalu pelajaran pun dimulai...
4 jam kemudian..
Kkrriinngg... Waktu istirahat telah berbunyi, saatnya seluruh siswa SMPN Tunas Bangsa 3 berisitrahat..
Rahma," Za,Fi, jajan yok."
Aiza dan Nafi," Okee.. Bagaimana dengan Tari,Melati,Aura,Zulfa,dan Heni?"
Aura dan Tari,"Tidak, kami sedang berpuasa."
Melati dan Zulfa,"Aku ke perpustakaan dulu ya."
Heni,"Aku ikut Melati dan Zulfa saja."
Lalu mereka bertiga yaitu Rahma,Aiza,dan Nafi berjalan menuju kantin..
Rahma,"Aduh.. Perurku kumat ini."
Nafi,"Kamu tidak apa apa, Ma?"
Rahma,"Tidak apa apa, ayo kita lanjutkan ke kantin, itu si Aiza udah sampai."
Nafi," Kuatkan kamu?"
Rahma," Iya, Aku kuat."
Dalam hati Rahma berkata," Aduh.. Gimana ini.. Aku ngak boleh pingsan."
Aiza,"Ehh ayo dong, keburu kantinnya ramai."
Nafi, "Sabar dong.. Ini si Rahma lagi.. " Pembicaraan Nafi berhenti Karena kaki Nafi diinjak oleh Rahma agar Aiza tidak tahu bahwa perut Rahma kumat.
Aiza," Kenapa?"
Rahma,"Tidak apa apa.. He..he..he.." Rahma berpura pura sehat.
Didalam hati, Rahma berkata ," Tuhan, kuatkan aku.. Aku tidak ingin merepotkan temanku."
Di tengah keramaian kantin..
Dika," Halo Rahmaaa."
Rahma,"Eh siapa yang manggil? Kok mendadak suram." Rahma terjatuh pingsan di tengah kerumunan banyak orang.
Dika,"Ehh, Rahmaaa." Dika khawatir dan membawa Rahma keluar dari kerumunan kantin dan membawa Rahma ke UKS tanpa sepengetahuan Nafi dan Aiza yang sedang sibuk memilih jajan.
Setelah Aiza dan Nafi keluar dari kerumunan kantin yang ramai..
Aiza,"Loh, Rahma kemana, Fi?"
Nafi,"Bukanya tadi sama kamu ya?"
Aiza,"Yahh, hilan deh, perasaanku gak enak ni.."
Nafi,"Apa jangan jangan dia pergi ke UKS, tadi waktu kita berjalan ke kantin dia mengeluh perutnya sakit."
Aiza,"Kenapa kamu tadi tidak beritahu aku?"
Nafi," Tadi aku ditahan Rahma, lebih baik sekarang kita ke UKS."
Aiza,"ayo.."
Di UKS...
Dika:"Loh kalian kok bisa tau Rahma ada di UKS?"
Aiza:"Tadi kata Nafi Rahma mengeluh perutnya sakit tapi Rahma tak ingin memberitahuku dan ketika kami jajan mungkin Rahma jatuh pingsan"
Nafi:"Iya tadi mukanya sudah terlihat pucat"
Dika:"Kasihan Rahma kenapa dia selalu menahan rasa sakitnya?"
Aiza:"Mungkin dia tidak ingin merepotkan sahabat sahabatnya"
Nafi:"Iya mungkin dia tak ingin merepotkan kami"
Dika:"Kasihan dia aku tak tega melihatnya selalu kesakitan" lalu dalam hati Dika berkata "Andai aku bisa menggantikan rasa sakitmu lebih baik aku yang sakit asal jangan kamu ma" lalu wajah Dika terlihat sedih dan hampir saja meneteskan air mata.
Aiza:"Kamu nangis mas?"
Dika:"Ah tidak tadi mataku kelilipan debu he he he"
Nafi:"Terlihat seperti ingin menangis ha ha ha"
Dika:"Ah tidak sudahlah"
         Kriiiiinnnnggggg bel masuk berbunyi menandakan seluruh siswa harus memasuki kelas dan mengikuti pelajaran selanjutnya
Aiza:"Aduh gimana ini kami ada ulangan Fisika,Siapa yang jaga Rahma?"
Dika:"Biar aku saja kebetulan jam pelajaran kelasku sedang kosong "
Nafi:"Oke nanti habis ulangan kami langsung izin ke UKS lagi"
Aiza:"Iya ya sudah kami langsung ke kelas "
       Aiza dan Nafi pun lari terbirit birit menuju kelasnya
Dika:"Ma bangun ma aku ga tega lihat kamu seperti ini andai saja kamu tau aku selalu menghawatirkan keadaanmu aku tak ingin kehilanganmu . Aku tak tau apakah kamu juga mempunyai rasa yang sama seperti yang aku rasakan yang jelas aku sayang kanu ma"
     Tanpa sadar air mata Dika menetes dan dia nampak begitu sedih . Lalu ia buru buru mengusap air matanya sebelum ada yang melihatnya.
     Perlahan lahan kelopak mata rahma mulai berkedip dan akhirnya ia sudah sadar
Rahma:"Kenapa aku bisa disini?"
Dika:"Tadi kamu pingsan di kantin lalu aku bawa saja kamu ke UKS"
Rahma:"Oh makasih ya mas kamu mau membantuku dan maaf aku selalu meropotkanmu" 
      Dika hanya tersenyum dan berkata dalam hati "Apa saja akan aku lakukan buatmu ma"
1 jam kemudian
Aiza:"Rahma kamu sudah sadar? "
Rahma:"Alhamdulillah sudah"
Nafi:"Kamu baik baik saja kan?"
Rahma:"Iya aku baik baik saja"
Aiza:"Ini aku kemaskan barang barang mu dan aku bawa kesini" Aiza pun meletakkan tasku di atas sebuah meja di samping tempat tidur
Rahma: "Maaf y za aku selalu merepotkanmu"
Aiza:"Ah tidak apa apa santai"
Nafi:"Oh ya Ma kamu nanti pulangnya bareng sama kita apa di jemput?
Rahma:"Pulang bareng kalian aja lah"
Dika:"Apa aku boleh menemanimu ma?"
Rahma:"Tentu saja boleh"
Aiza:"Yang di temani cuma Rahma nii ehem ehem"
Dika:"Eh oh eh maksutnya ya gitu"
Aiza:"Iya iya aku bercanda ha ha ha"
Nafi:"Oh ya bukanya kamu di ajak putra ya za?"
Aiza:"Oh iya ya aku lupa maaf ya ma"
Rahma: "Ah tidak apa apa"
Nafi:"Kamu tidak apa apa aku? Obat nyamuk sudah"
Rahma:"Hussss"
          Bel sekolah pun berbunyi anak anak berlarian menuju keluar kelas dan beranjak pulang
Dika:"Ayo ma kita pulang" Dika mengulurkan tanganya untuk membantuku berdiri dan aku pun memengang tanganya supaya aku bisa berdiri
Dalam hati dika berbicara "Aduh kenapa jadi gemetar gini ya tanganku di pegang sama Rahma"
Rahma:"Kamu kenapa mas?"
Dika:"Apa? Eh ga papa hehehe"
Aiza:"Wadooo salting"Aiza pun tertawa terbahak bahak melihat Dika yang salah tingkah
Melati:"Ma aku pulang duluan ya"
Rahma:"Oke"
Nafi:"Waduh aku di jemput maaf ya ma kamu sama mas dika ya aku duluan dahh"
Rahma:"Lah"
Dika:"Kenapa ma?"
Rahma: "Apa? Eh itu anu gapapa he hehe"
       Dika dan Rahma pun pulang bersama dan mereka berbincang bincang selama perjalanan . Ketika Rahma menaiki angkot Dika lalu berbicara
Dika:"Ma"
Rahma: "Iya"
Dika:"Kamu hati hati ya jangan lupa makan kamu nanti istirahat dulu ya"
Rahma:"Iya iya mas makasih udah ngingetin"
Dika:"Pastilah aku ngingetin aku ga mau kamu kenapa kenapa"
Rahma:"Iya iya mas percaya"
Dika:"Karna aku sayang kamu" Dika berbicara dengan pelan
Rahma:"Apa? Maaf ga kedengeran"
Dika:"Ha? Eh itu anu aku pulang dulua ya byee"
Rahma:"Byeee"
       Rahma dan Dika pun pulang kerumah nya masing masing

The Love in SchoolCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang