Letta sudah selesai mengemasi barang-barangnya, satu koper besar berwarna hitam tertutup rapi diatas ranjangnya. Letta duduk dengan mengenggam buku tabungannya, tertera nominal uang yang sudah ia kumpulkan sejak masih sekolah dasar takut-takut suatu hari akan butuh uang itu. Nominalnya tidak besar memang, tapi cukup untuk Letta hidup di Indonesia selama sebulan dua-bulan.
Letta pun turun menuju dapur untuk makan malam bersama keluarganya, hal yang menyenangkan bagi Letta. Sepiring lasagna sudah siap untuk disatap ditemani OJ sebagai minumnya. Tanpa basa basi Letta mulai menyendokkan dan melahap makan malamnya itu.
"Besok Letta bakal kerumah Omah di Indonesia" kata letta.
"Berapa hari?" tanya Brittany.
"Sebulan, mungkin lebih" jelas Letta sebari meneguk OJ-nya. Tidak ada yang menyahut Letta pun kembali menghabiskan lasagna-nya.
Beberapa menit kemudian Letta sudah menyelesaikan makannya, lalu mencuci piring dan gelas yang bekas ia pakai. Lalu pergi ke kamar bersiap untuk tidur, karena besok ia terbang pukul delapan pagi.
Tiba-tiba handphone-nya bordering menandakan pesan masuk.
From: Jesse
To: Letta
Besok jam berapa lo flight?
Letta pun mengetikkan beberapa kalimat.
From: Letta
To: Jesse
Di jadwalnya jam 8
Tidak begitu lama Jesse pun membalas.
From: Jesse
To: Letta
Oke. Goodnight.
Letta hanya membaca dan segera tidur.
...
Keesokan harinya Letta sudah berada di taksi menuju bandara.
Letta menyeret koper hitam besarnya dengan tangan kirinya dan memegang passport dan tiket di tangan kanannya. Lalu duduk menunggu giliran penerbangannya.
"Letta" teriak seseorang, lekas saja Letta mencari arah suara dan seseorang yang memanggilnya. Sesorang itu berjalan cepat ke arahnya, langsung saja memeluk Letta. Letta kaget dengan perlakuannya itu.
"Gue sayang sama lo, Let" ujar pria itu masih memeluk Letta. Letta kaget atas pengakuan itu. "Lo harus baik-baik disana, gue pasti bakal nunggu lo pulang" lanjutnya sebari melepas pelukannya.
"Tapi Jesse..."
"Lo gausah jawab sekarang, gue bilang gini karena gue gamau menyesal nanti" potong Jesse.
"Oke, makasih Jesse untuk semuanya" kata Letta menatap manik mata Jesse, ada kejujuran dimata pria itu.
Panggilan untuk penerbangan ke Indonesia pun terdengar.
"Gue harus berangkat" ucap Letta tersenyum kepada Jesse.
"Oke, hati-hati Let. Jangan lupa janji lo buat traktir gue. Jadikan itu sebagai alasan lo pulang" Letta pun tertawa mendengar perkataan Jesse.
"Pasti Jesse, bye" ucap Letta sebari melambaikan tangan dan berjalan menuju antrian penerbangan ke Indonesia.
...
Bogor 13.14
Setelah melewati penerbangan selama duapuluh jam lebih dan menaiki kereta selama kurang dari tiga jam Letta pun sampai pada kota tujuannya, Bogor.

KAMU SEDANG MEMBACA
Eternity
Fiksi RemajaJika ada yang bertanya "apakah hidupmu berwarna Letta?" "Tentu berwarna, namun hanya warna gelap seperti hitam, dan abu-abu yang ada" Letta sang pengoleksi berbagai macam topeng penggambar emosi yang menyenangkan untuk ia gunakan di dunia luar. Hany...