Hidden Secret

716 81 10
                                        

Ada beberapa hal terberat yang pernah aku alami selama hampir sembilan belas tahun aku hidup di dunia ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ada beberapa hal terberat yang pernah aku alami selama hampir sembilan belas tahun aku hidup di dunia ini. Dan syukurlah aku bisa melewati semuanya dengan lancar tanpa hambatan yang berarti.

Kehilangan sesuatu yang aku sayangi untuk selamanya? Pernah, dua tahun lalu anjingku yang sudah kurawat hampir sepuluh tahun meninggal. Dan tentunya sekarang aku sudah tidak merasa sedih lagi karena aku sudah merelakannya.

Terluka secara fisik? Tentu sudah pernah, sewaktu SMA dulu aku beberapa kali dipukuli kakak kelasku. Entah apa alasannya aku tak tahu, yang aku ketahui hanyalah mereka membenciku dan aku sudah memaafkan mereka tanpa mereka minta.

Terluka secara batin? Ini juga sudah pernah. Aku pernah dikhianati oleh salah satu teman sekelasku. Dia mengatakan jika rokok yang ditemukan saat razia mendadak itu milikku, padahal sekali merokok saja aku sudah batuk-batuk. Dan lagi-lagi aku memaafkan dia tanpa dia minta.

See? Sudah hampir semua hal berat aku lewatikan?

Tolong tepuk tangan untukku. Seorang Park Jimin perlu sedikit apresiasi atas kerja kerasnya.

Tanpa sadar aku sudah melamun selama beberapa menit. Aku menoleh ke kanan, mendapati seorang cowok yang duduk di sebelahku sedang sibuk menelepon seseorang. Bisa aku tebak ia sedang menelepon pacarnya. Lihatlah ia tersenyum-senyum sendiri seperti itu. Sungguh menjijikkan.

"Waduh, seneng banget bos. Punya pacar mah beda."

Cowok itu kontan menoleh kepadaku. Ia tersenyum miring. Tanpa aba-aba ia langsung mengalungkan lengannya ke leherku dan mengapitnya.

"Makanya cari cewek bro biar ngerasain." sindirnya pelan namun menusuk.

Aku hanya tertawa hambar, tak bisa membalas kata-katanya yang sayangnya terlalu benar untuk di balas.

Cowok yang ada disampingku adalah Kai. Temanku semenjak menginjak bangku kuliah. Ia juga yang selalu membantuku disaat susah. Ia juga selalu memberiku semangat saat aku sedang mengalami hal yang berat.

Intinya, bagiku, Kai adalah salah satu orang yang penting di hidupku.

Dia adalah sahabatku.

"Coy,"

Aku menyahuti panggilan Kai dengan deheman pelan. Kai terdiam sebentar dan menghela napas panjang. Alisku terangkat sebelah melihat tingkahnya.

"Tiga bulan lagi anak dance mau ikut lomba. Lo bisa ikut kan, Jim? Bener deh, dance bener-bener butuh lo." ucapnya diakhiri dengan nada memelas.

Aku berdecak pelan sembari memasang wajah tak enak. "Lo taukan gue udah gak ikut dance."

Secara tiba-tiba Kai memegang kedua bahuku dan menatapku dengan tatapan serius. "Dan lo taukan lo punya peran penting buat UKM Dance tapi lo malah keluar beberapa bulan lalu? Bikin gue pusing gimana caranya ngisi posisi lo."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 14, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Full of Love [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang