Jisoo menaruh piring terakhir di atas meja makan itu. Duduk tepat di samping Taehyung setelahnya yang kini sudah mengambil sumpitnya untuk memulai sarapannya.
"Ah, ya. Jennie akan datang kemari. Dia bilang ingin berkunjung."
Taehyung hanya mengangguk menanggapinya. "Itu bagus. Aku jadi tidak akan takut untuk meninggalkanmu sendirian di rumah."
"Aku baik-baik saja. Kau tak perlu khawatir berlebihan seperti itu."
Taehyung tak menanggapinya. Hanya mengelus kepala Jisoo sekejap sebelum melanjutkan sarapannya. Dimana Jisoo juga ikut memulai sarapannya. Keduanya memakan sarapan mereka dalam diam. Sampai bunyi bel rumah membuat keduanya saling menatap sebelum akhirnya Jisoo beranjak dari duduknya.
Langkah gadis itu membawanya untuk membuka pintu rumah. Terdiam di tempatnya karena tak menemukan siapapun di luar sana. Hanya sebuah kotak berwarna hitam yang ditinggalkan begitu saja di depan rumah saat itu.
Jisoo berlutut. Memilih untuk mengambil kotak itu. Menghilangkan rasa penasarannya sebelum melirik ke arah kanan-kiri dimana tak ada jejak apapun yang bisa ia lihat hanya untuk memastikan siapa yang meletakkan kotak itu.
Ia membawa kotak itu bersamanya masuk ke dalam rumah. Masih meneliti dari luar karena bahkan tak ada nama pengirim yang tertulis di kotak itu.
"Siapa yang datang?"
Gadis itu mendongak dan mendapati Taehyung yang telah selesai memakan sarapannya dan sudah akan bersiap pergi.
Jisoo mengangkat kotak hitam itu. "Entahlah. Aku hanya menemukan ini di depan tadi. Bahkan tak ada nama pengirimnya."
Taehyung juga ikut sama bingungnya dengan Jisoo. Memilih mendekat saat Jisoo mulai membuka penutup kotak itu secara perlahan. Dan keduanya terdiam setelah melihat isi di dalam kotak itu.
"Ini..."
Taehyung dengan cepat merebut kotak itu dari tangan Jisoo. Mengambil semua lembaran-lembaran foto yang dimana semua itu berisi wajah Jisoo. Bahkan ia membalik satu persatu semua foto itu. Berpikir mungkin ada petunjuk siapa yang mengirimnya. Namun nihil. Tak ada tulisan apapun ataupun petunjuk siapa yang mengirimkan semua itu.
Pria itu beranjak untuk keluar dari rumah. Masih dengan menggenggam foto-foto itu dan menelusuri pandangannya ke sekitar. Namun benar-benar tak ada jejak sama sekali yang bisa menghapus rasa penasarannya. Ia kembali melirik pada lembaran foto-foto itu. Dan semakin ia melihat foto-foto itu, amarahnya semakin bertambah. Menampilkan Jisoo dan dalam keadaan tanpa busana. Sudah dipastikan jika foto-foto itu diambil secara diam-diam.
Taehyung memilih untuk kembali ke dalam rumah. Dan menemukan Jisoo masih terdiam di tempatnya. Ia menghampirinya. Merangkul gadis itu yang sepertinya terlihat masih terkejut.
"Tae, a-apa itu semua? K-Kenapa s-semua itu..."
Jisoo bahkan tak bisa menyelesaikan ucapannya. Dan Taehyung yang melihat itu hanya terus merangkulnya. Berusaha menenangkan gadis itu.
"Sstt, tak apa. Itu pasti hanya seseorang yang iseng. Tak perlu takut."
Jisoo tak menanggapinya. Ia bahkan tak tahu bagaimana bisa foto-foto dirinya itu diambil. Bahkan dengan diam-diam. Hingga pikirannya terhenti pada malam kemarin. Dimana ia merasakan jika ia seperti sedang diikuti.
Ia memilih untuk memeluk Taehyung saat ini. Ketakutan itu datang begitu saja pada dirinya. Dan Taehyung yang mengerti hanya membalas pelukan Jisoo dengan masih menenangkannya.
"Siapa yang melakukannya, Tae? Itu semua apa?"
"Tenanglah, Jisoo. Aku akan mencari orangnya nanti. Aku pasti akan mencari siapa yang berani berbuat ini padamu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear, Love
Fanfiction[18+] ✔ Apapun Taehyung lakukan untuk Jisoo, Karena dia adalah sang pujaan hati, Karena dia adalah belahan jiwanya, Dan yang paling terpenting, dia adalah cintanya. Istrinya. ----- ©A BTS's V & BLACKPINK's Jisoo Fanfiction ©iamdhilaaa, 2018
