Nineteen

5K 534 10
                                        

Kedua mata gadis itu mengerjap. Dan menit selanjutnya, ia sudah membuka matanya dengan perlahan. Dengan langit-langit ruangan di atas sana sebagai objek penglihatan pertamanya. Lalu sebuah sentuhan bisa ia rasakan pada jemarinya. Membuatnya kini mengalihkan pandangannya pada seseorang yang baru saja menyentuh jemarinya.

Jisoo terkejut. Tak menyangka jika Taehyung kini berada di sampingnya. Pria itu disana. Berbaring pada sebuah ranjang yang berada disampingnya. Walaupun wajah pria itu terdapat beberapa luka yang sudah diobati. Lalu pandangannya mengelilingi ruangan itu. Dan menyadari jika dirinya saat ini berada di rumah sakit.

"Kau baik-baik saja?"

Pertanyaan itu membuat Jisoo memilih untuk kembali menatap pada Taehyung. Bahkan pria itu kini tersenyum padanya dengan masih menggenggam jemarinya.

Tidak. Ini bukan mimpi. Jisoo bahkan dapat merasakan kehangatan pria itu dari genggamannya. Membuatnya tanpa sadar kini mengeluarkan sebulir airmatanya.

"Hey, kenapa menangis? Apa ada yang sakit? Tunggu disini. Aku akan panggilkan dokter."

Taehyung sudah akan beranjak dari berbaringnya. Namun genggaman Jisoo menahannya. Gadis itu menggeleng. Masih tak mempercayai apa yang ia lihat saat ini.

"B-Bagaimana bisa kita disini?"

Taehyung tersenyum tipis. Mencium punggung tangan milik Jisoo. "Semuanya sudah berakhir, sayang. Kau tak perlu takut lagi."

Jungkook menghela napasnya. Menatap pada Jisoo disana yang sudah tak sadarkan diri setelah pria itu menamparnya. Setelah meredamkan amarahnya, ia berlutut di samping gadis itu. Perlahan mengangkat tubuhnya dan membawanya bersamanya.

"Menjauh darinya."

Langkah pria itu terhenti. Mendengar suara yang tak asing baginya. Ia berbalik dan mengangkat satu alisnya. Menatap pada Taehyung disana dan tersenyum setelahnya.

"Wah, lihat siapa ini. Apa hyung berhasil membebaskan diri?"

"Lepaskan dia. Apa kau baru saja menamparnya tadi? Kau berani untuk menyakitinya?"

Jungkook hanya kembali tersenyum. Kini meletakkan tubuh Jisoo pada sofa yang tak jauh darinya.

"Dia milikku. Jadi aku bebas untuk melakukan padanya ketika dia melawanku."

"Kau gila. Kau benar-benar gila, Jeon Jungkook."

"Jika itu berkaitan dengan Jisoo, aku akan melakukan apapun agar dia tetap berada dalam genggamanku."

Dan pembicaraan itu terhenti ketika Taehyung mendekat. Mendaratkan sebuah pukulan pada pria Jeon dan membuatnya jatuh tersungkur. Seakan tak terima, Jungkook pun membalasnya. Membuat Taehyung kini jatuh tersungkur pada lantai itu ketika satu kaki Jungkook menendang perutnya.

Pria itu beranjak. Menarik kerah kaos pria Kim sebelum akhirnya memberikan pukulan-pukulan lain pada wajah Taehyung.

"Kau harusnya tahu."

Satu pukulan Taehyung terima.

"Jisoo adalah milikku sedari awal."

Pukulan lain ia dapatkan.

"Tapi kau datang dan merebutnya dariku."

Dan pukulan terakhir membuat Taehyung kembali jatuh tersungkur disana. Keadaannya benar-benar lemah saat ini.

"Kau bilang kau ingin membunuhku? Lihatlah dirimu saat ini. Ingin melindungi Jisoo? Bahkan kau tak tahu jika Jennie sangatlah dekat dengan Jisoo dan ikut berada di balik semua ini."

Dear, LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang