"Meriang...!" teriak Caramel dari dalam kamarnya
"Kenapa Ra?!" papa Aron, mama Delisa, dan Jino langsung nyamperin Caramel ke kamarnya
Orang pertama yang terdeteksi oleh mata Caramel adalah mamanya "Huaaaa... mama... badan Caramel meriang, tulang Caramel kayak ditusuk tusuk pake jarum" rengek Caramel kepada mamanya, berharap mamanya akan memberikan obat dan meriang ini akan segera berakhir
"Pft, bwahahaha... Baru sekali mas denger tulang ditusuk tusuk pake jarum" dengan nggak ada akhlaknya si Jino malah ngakak
"Jino! Kamu tuh ya" bentak papa Aron dengan sorotan matanya yang tajam
Jino berdecak kesal "Payah ah, orang bercanda juga" dengan sekejap Jino merubah sikap dan ekspresinya "yaudah, kamu mau mas beliin apa? Bilang aja" tanya Jino yang sekarang sedang duduk di pinggir ranjang Caramel
"Beneran? Ikhlas nggak nih?" tanya Caramel dengan suara parau
"Ya ikhlas lah, jadi kamu mau makan apa?" tanya Jino sekali lagi
"Beneran ya?" Caramel langsung duduk dan ceria
"Iya Caramel sayang" Jino tersenyum manis
"Caramel mau makan sate kambing kuah kacang" jawab Caramel dengan semangat, yang sepertinya sudah ia rencanakan sejak pertama kali ia memanggil seisi rumah
"Ok, bentar ya mas beliin" Jino keluar dari kamar Caramel dan bergegas menuju kang sate kambing
"Mas! Tapi aku mau nya yang di deket SD 31 ya, yang deket orang jual kambing itu loh!" teriak Caramel dari dalam kamar sebelum Jino pergi ke lantai bawah
"Iya iya! mas tau!" jawab Jino
"Oh iya, papa mau minum jus melon nih, Caramel mau?" tanya papa Aron dengan senyumnya
"Mau dong" jawab Caramel semangat
"Oohh jadi mama nggak ditawarin nih?" Mama Delisa langsung manyun
"Iya mama, mama juga, yaudah, papa kedapur dulu ya, kalian jangan kemana mana" emang ya papa Aron, papa sekaligus suami idaman
"Siap bapake" jawab Caramel dan mama Delisa dengan semangatnya
30 menit kemudian...
"Caramel... sate nya datang" Jino datang membawa 4 bungkus sate dengan ceria
"Sayang... jus melon nya datang" papa Aron juga datang dengan 4 gelas jus diatas nampan
"Caramel... Donatnya nya datang" Eh, pacar kesayangan juga datang ternyata
3 laki laki yang sangat Caramel sayangi datang sekaligus menjenguknya dan memberikan makanan, minuman, serta makanan penutup yang Caramel minta.
"Hah?" Mama Delisa masih mencerna apa yang terjadi
Yaampun, kenapa datengnya jadi barengan gini sih, ruwet dah nih ceritanya - Caramel
"Lah?" papa Aron, Jino, dan Bima, saling melempar pandangan bingung
"Yaampun, menantu mama" mama Delisa makin lengket dah ni sama Bima
"Om, tante, mas" Bima menyalami papa Aron, mama Delisa, dan Jino satu persatu
Mereka pun lanjut makan dan ngobrol ngobrol sampe larut malem, itung itung nemenin Caramel.
Nggak terasa udah jam 11
"Om, tante, mas, Bima pamit pulang ya, udah malem, Ra, aku pamit pulang ya, cepet sembuh" Bima mengelus rambut Caramel sambil tersenyum
KAMU SEDANG MEMBACA
CARAMEL
Teen FictionIni adalah kisah Caramel, perempuan imut yang memiliki tinggi 155cm, kisah tentang rasa sukanya yang berlebihan kepada Damar. Damar memanfaatkan rasa suka Caramel yang berlebihan itu untuk kesenangannya yang tidak disengaja. Tapi disisi lain, Bima j...