Chapter 6

7.6K 748 220
                                        

Written by : Nota Morrey
.
.
.
.
.
.
.

"Maaf aku terlambat"

Kuroko membungkukan badan 90 derajat setelah sampai di guest house tempat teamnya menginap, dia datang hanya sendiri karena kakaknya harus pergi ke suatu tempat untuk menemui sahabat lamanya. Kata pelatih Itachi, hari ini teamnya akan mengadakan rapat untuk menyusun strategi pada perdandingan berikutnya.

Sampai saat ini Kuroko masih belum tau team manakah yang akan mereka lawan, namun ia sangat berharap jika salah satu dari anggota Kiseki no Sedai yang nanti akan menjadi musuhnya. Jika benar, Kuroko sudah tidak sabar untuk melawan mereka. Setelah apa yang sudah mereka lakukan selama ini, Kuroko tidak akan pernah tinggal diam.

Karena mereka semua, Kuroko harus rela kehilangan teman terbaiknya. Dia tidak akan pernah lupa pada wajah orang-orang yang sudah membuangnya. Terlebih pada mantan kaptennya, Akashi Seijuuro.

"Yo! Kuroko, selamat datang"  -Natsuki menyambutnya diambang pintu. Anak itu baru saja mandi, saat ini dia hanya mengenakan celana training berwarna hitam dan handuk putih untuk mengeringkan tambutnya yang masih basah. Dia benar-benar sedang topless.

Kuroko berhenti berkedip untuk beberapa saat, matanya masih terfokus pada tubuh atletis teman setimnya. Kuroko masih sibuk mengagumi otot-otot kencang dan basah milik Natsuki. Semburat merah terlihat di kedua pipi Kuroko.

Kuroko yakin ada yang tidak beres dengannya, dan dia harus segera menanyakan ini pada kakaknya setelah sampai dirumah nanti.

"Oi Kuroko, ada apa? Apa kau sakit?" -tanya Natsuki bingung.

"Tidak, aku baik-baik saja"

"Apa kau yakin? pipimu merah tuh, jangan-jangan kau demam. Coba kuperiksa" -Natsuki mulai membungkukkan tubuh dan menempelkan dahinya dengan dahi Kuroko, memastikan apakah bocah biru itu demam atau tidak.

"N-Natsuki-kun, apa yang kau lakukan?"

"Tentu saja memeriksamu bodoh, dulu ibuku juga sering melakukan ini saat aku masih kecil. Katanya selain untuk memastikan apakah orang itu demam, ibuku juga percaya jika kita menempelkan dahi seperti ini maka demam yang diderita oleh orang tersebut akan berpindah kepada orang yang satunya. Aku tidak keberatan jika demammu berpindah padaku"

Kuroko membeku, kata-kata Natsuki benar-benar membuat hatinya tersentuh. Untuk waktu yang lama, posisi mereka masih tetap seperti itu.

"Hoi Minna! aku pul--"

#DUG!

*Chuu--!

Kejadian tidak terduga tiba-tiba saja terjadi saat Lee yang baru saja pergi untuk membeli sarapan datang dari arah pintu dan tak sengaja menubruk Kuroko yang saat itu berada di depannya. Alhasil ciuman dadakan pun terjadi antara Kuroko dan juga Natsuki karena posisi wajah mereka yang sangat dekat.

Tring!

Sebuah cangkir tiba-tiba saja jatuh tak jauh dari posisi mereka sekarang. Itachi benar-benar terkejut melihat adegan yang baru saja terjadi barusan sampai-sampai cangkir teh miliknya terlepas dan jatuh ke lantai. Tak disangka disamping Itachi ternyata berdiri sang kapten yang juga sama-sama melihat kejadian itu. Mulutnya menganga lebar saking syoknya melihat peristiwa ciuman dadakan tadi.

Tadinya Naruto dan Itachi berniat ingin pergi keruang tamu setelah sebelumnya sempat membahas beberapa problem mengenai pertandingan , tapi mereka tidak menyangka bahwa tiba-tiba mereka akan menemukan hal sangat mengejutkan seperti ini.

Baik Kuroko maupun Natsuki keduanya sama-sama membatu, jika sebelumnya hanya wajah Kuroko saja yang memerah tetapi sekarang tidak. Wajah Natsuki pun ikut memerah seperti kepiting rebus.

Moonlight [RE-PUBLISH]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang