Chapter 8

4.5K 461 53
                                        

Written by : Nota Morrey
.
.
.
.
.
.

Babak ketiga sebentar lagi akan dimulai, para pemain kini mulai memasuki lapangan. Di babak ketiga ini, pemain - pemain yang akan dikeluarkan merupakan pemain yang ahli dibidang penyerangan. Baik itu dari segi kecepatan,strategi dan ketepatan mencetak bola. Dan nama-nama itu terdiri dari Natsuki, Sasuke, Toneri, Pein dan Naruto. Mereka berlima adalah tipe penyerang yang sangat kuat.

Awalnya Kuroko sempat protes karena dia tidak diperkenankan untuk bermain di babak ke-3, menurutnya ini merupakan kesempatan yang tepat untuk membuktikan kepada semua orang bahwa dia bisa melampaui Kiseki no Sedai. Namun pendapat itu jelas ditentang keras oleh sang kapten. Dia dengan tegas mengatakan bahwa ini bukanlah ajang untuk pembuktian diri, melainkan sebuah kegiatan dimana kerja sama tim selalu diutamakan untuk meraih keberhasilan bersama-sama.

Jika mereka kompak, maka bukan hal yang susah bagi semuanya untuk meraih kemenangan yang mereka inginkan. Kuroko hanya diam, dia sebenarnya masih sedikit kesal dengan nasihat panjang lebar yang diberikan sang kapten untuknya. Tapi nampaknya dia menurutinya juga. Syukurlah, untuk saat ini masalah si babyblue masih bisa Naruto kendalikan.

Sebelum pergi menuju lapangan, Naruto menyempatkan dirinya untuk menepuk pundak Kuroko. Berpesan agar dirinya mau bersabar. Kuroko yang melihat itu hanya menghela nafas panjang.

Strategi yang akan Naruto gunakan kali ini adalah kecepatan dan manipulasi. Ini mengingatkannya pada strategi pertandingan sebelumnya dimana orang yang bertubuh besar akan kesulitan mengawasi orang yang tubuhnya lebih kecil darinya. Tapi berbeda dengan sebelumnya, di putaran kali ini tidak ada Kuroko. Naruto harus memutar otak untuk mencari cara lain selain menggunakan Kuroko, dan Naruto tahu apa yang akan dia lakukan.

Disisi yang berlawanan Murasakibara terlihat sedikit kelelahan. Dia tidak menyangka akan memasuki Zone secepat ini. Kini staminanya terkuras habis. Tim itu benar-benar kurang ajar, di tim sebelumnya ia tidak pernah sampai kelelahan seperti ini.

Diatas kursi penonton sana Akashi tengah memperhatikan, sejak tadi si pemuda berambut merah itu sedang memperhatikan bagaimana reaksi Naruto kepada pemuda babyblue yang merupakan mantan rekan se-timnya. Ada rasa tidak suka kala melihat pundak mungil itu disentuh oleh orang lain. Akashi tidak tahu kenapa, hanya saja dia benar-benar tidak menyukainya.

"Hee.. Shin-chan, ini hanya perasaanku saja ataukah memang di babak ini pemain Ootsutsuki tidak memakai Center? sebab dari babak sebelum-sebelumnya yang kulihat para pemain yang diturunkan kali ini merupakan pemain yang ahli dalam teknik menyerang. Bukankah itu berarti pertahanan mereka seharusnya akan melemah?"-tanya Takao.

"Aku tidak tahu-nanodayo. Sepertinya mereka memang sengaja tidak menggunakan Center di babak ini setelah tahu kondisi Murasakibara sedang tidak baik. Tapi menurutku ini justru berbahaya bagi mereka, mereka terlalu meremehkan kemampuan Murasakibara-nanodayo"

"Jadi maksudmu mereka tidak akan berhasil, begitu?" Midorima menganggukan kepala. Sejauh yang ia tahu, tidak ada yang bisa mengalahkan Murasakibara dalam hal pertahanan. Dia merupakan Center terkuat yang pernah ia temui. Bahkan Center terkuat dari timnya pun selalu kalah jika berhadapan dengan Titan yang satu itu. Apalagi dengan mereka yang tidak memakainya, sudah pasti akan hancur.

.
.

Skip Time

Midorima membelalakkan matanya tak percaya, ia tak ingin percaya dengan hasil yang baru saja dilihatnya hari ini.

'105-85'

Tim Yosen kalah?

Tim mereka tertinggal 20 point dari tim Ootsutsuki. Siapa yang akan menduga bahwa ternyata selama pertandingan di babak ketiga barusan, dua dari lima pemain penyerang tersebut bisa juga bermain dalam teknik pertahanan. Padahal postur tubuh mereka tidak sebanding dengan postur tubuh rata-rata pemain Yosen.

Moonlight [RE-PUBLISH]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang