Ayana:
"Ayana.. "
Gue denger dia manggil nama gue lengkap begini udah dag dig dug serrr.
Tapi dia nggak biasa manggil gue full begitu. Biasanya Yaya atau Yana.
"Apa Ji?"
"Udahan, yuk."
"Ha? Oh tumben dah ngantuk lo. Yaudah selamat ma-"
"Bukan itu, Aya. "
Jari gue baru mau menekan tombol merah di layar hape.
"Lalu?" Gue menunggu. Ada beberapa detik keheningan di antara kita berdua. Dan gue nggak mau repot merusaknya.
"Udahan jadi temennya, yuk. "
"Hah? Apa, Ji? Kaga denger gue."
Oke, ini bohong. Gue denger apa dia bilang tadi. Suara dia mau bisik-bisik gimana juga tetep kedengeran. Dan gue cuma nggak percaya tadi dia ngomong apa.
Bercanda kan? Seorang Natazio Irwansyah emang bercandanya keterlaluan, kan?
"Gajadi. Gue ngambek. "
"Dih gitu ya. Kayak cewek pms lo. "
"Bodo. "
Zio:
Dasar ampas naga gapeka dikasih kode lo, Ayana pe'a.
YOU ARE READING
Coffee Break✔️
Randomrandomize brain dump Kayak kalo tiba-tiba di angkot kepikiran kata-kata sarkas buat orang. Percakapan fiktif yang gue harap terjadi antara gue sama doi (Cihuyy) Selipan drabble gak jelas. Sampe iseng bikin cover (Visual person indeed) inspired by :...
