Family

598 40 6
                                        

17 tahun kemudian...

Pagi dini hari, Dolly sudah menyibukkan dirinya di dapur menyiapakan sarapan dan bekal. Suara yang diuatanya di dapur dan harum aroma masakannya mengundang seorang datang menghampirinya.


"Pagi... Huam..." Dylan menguap, sambil mengusap matanya.

"Selamat pagi sayang," Dolly menyapanya sambl memasak.

"Baunya harum. Apa menu sarapan hari ini?" Dylan memeluk Dolly dari belakang. Ia melingkarkan tangannya di pinggang Dolly dan mengistirahatkan dagunya diatas kepala istrinya.

"Hei, aku tidak bisa memasak jika kau memelukku seperti ini. Cuci muka dulu sana." Perintah Dolly.

"Sarapan hari ini bulgogi ya?" Dylan berusaha menebak tanpa menghiraukan perintah Dolly.

"Sayang, Apa kau dengar aku?" Tangan kanan Dolly mencubit sedikit pipi Dylan, sementara tangan kirinya mematikan kompor. 

"Aduduh! Iya iya bawel." Dylan yang merasa gemas dengan Dolly mencium pipinya dan hendak melepaskan pelukannya.

"Ah! Cherry juga mau dipeluk." Seorang gadis kecil berusia sekitar 5 tahun berdiri di pintu dapur sambil membawa boneka beruangnya.


Dylan dan Dolly sedikit terkejut mendengar dan melihat keberadaan Cherry. Dylan melepaskan pelukannya dari Dolly. Ia menekuk lututnya dan membuka lebar tangannya pada Cherry. 


"Sini papa peluk!" Dylan menyambutnya dengan senyuman.


Cherry segera berlari menuju pelukan ayahnya.Dylan menggendongnya saat Cherry sampa di pelukannya. Taklupa juga ia mencium pipi kiri Cherry sementara Dolly mencium pipi kanannya. Sebuah tawa manis terdengar di telinga Dylan dan Dolly.


"Pagi papa, mama." Sapa seorang pemuda berusia 15 tahun. Tampanya mirip sekali dengan Dylan. Hanya saja rambutnya dibelah samping, semenara Dylan dibelah tengah.

"Haru-nii! Pagi!" balas Cherry dengan senyuman polosnya.

"Sudah cukup sapaan paginya. Sarapan sudah siap." Dolly hendak membawa sarapannya ke meja makan.

"Sini biar aku bantu." dengan tanggap Haruki membantu ibunya membawakan sarapan menuju meja makan.


Semuanya segera menuju meja makan dan menikmati sarapan bersama. 3 porsi bulgogi hangat dan seporsi telur mata sapimilik Cherry siap untuk disantap. Mereka berempat menikmai sarapan mereka masing - masing.

Keadaan telah berubah semenjak hari itu. Hari dimana sakura putih tersematkan di rambut merah muda Dolly. Karir Dylan menjadi sukses, ia membangun sebuah perusahaan robotika yang mampu mempengaruhi teknogi zaman kini. Perusahaannya mampu membuat berbaga macam robot dalam berbagai macam fungsiya. Selain itu ia juga berhasi mendirikan beberapa cabang di luar negeri.

Dolly tetap berada di karirnya sebagai seorang jurnalistik. Ia juga bekerja pada perusahaan berita ternama di Korea. Namun, ia juga tidak mengabaikan pekerjaanya sebagai ibu rumah tangga. Tentu saja Dolly perl menguus kedua anaknya dan bebagai macam pekerjaan rumah. Walaupun berat, Dolly selalu menikmatinya.

Haruki, anak pertama Dylan dan Dolly yang kini baru saja menduduki bangku kelas satu SMA. Pemuda yang kalem dan cool. Sama halnya dengan Dylan, ia juga suka mendengarkan musik.

Cherry, adik perempuan Haruki yang polos. Gadis kecil yang masih belajar untuk memahami dua bahasa. Ia belajar untuk mehami bahasa Jepang dan Korea. Terkadang ia berbicara dua bahasa dalam satu kalimat.

Selesai sarapan, Haruki segera mencuci piring. Sementara Dolly menyiapkan semua yang perlu dibawa. Dylan sibuk dengan Cherry yang terlau aktif. Semuanya bersiap - siap menuju kebun binatang.


[Sugar Cherry Blossom : Family]


"Papa! ada jerapah disana!" Cherry menunjuk ke sebuah kandang berisikan 2 ekor jerapah.

"Mau melihatnya lebih jelas lagi?" Dylan memanggul Cherry di pundaknya.

 "WAAAH~!" Cherry merasa sangat gembira bisa melihat hewan kesukaannya itu dengan jelas.


Mereka melanjutkan rute pengunjung kebun binatang. Cherry tetap berada di pundak ayahnya. Sementara Haruki menghabiskan minuman yang ada di tangannya.


"Gajah! Harimau! Singa! Kuda Nil!" Cherry berusaha menyebutkan nama hewan yang ia lewati sepanjang rute.

"Kau berusaha mengabsen seluruh isi kebun binatang?" Haruki sweatdrop melihat sifat adiknya tersebut.


*END*

Sugar Cherry BlossomWhere stories live. Discover now