PP 3~Marah~

25.7K 814 8
                                        


"By....buka dulu pintunya,ini kak dara"terdengar suara kak dara diluar sana.
Untuk apa lagi dia menemuiku,ingin mentertawakanku atau ingin mengejekku.
"By....plis dek...kk mau ngomong.....kk mau jelasin semua....by..."kata kak dara lagi.

Ceklek....
"Oh...syukurlah,kamu masih mau bukain pintu buat kakak,"kata kak dara terdengar khawatir sambil mengusap rambutku.
"Gak usah sentuh gue"ketusku sambil menepis tangannya.
"By......kamu beneran marah sama kakak?salah kakak itu apa by,kakak itu cuma mau kamu..."
"Kak dara masih nanya salah kakak apa??kakak emang bener bener gak punya hati ya,untuk semua yang kakak lakukan ke aby,apa kakak belum nyadar kalau kakak itu udah nyakitin aby..."kataku memotong perkataan kak dara.
"ah.....bahkan kakak tega mau nikah sama orang yang bener bener aby cintai,kak dara pasti taukan atau kak dara lupa kalau aby suka sama kak alan dari smp,kak dara lupa?iya?atau...sengaja kak dara rebut kak alan dari aby karena kakak benci aby?hah...jawab kak!"

aku menyukai kak alan sejak aku duduk di bangku smp,saat itu sewaktu liburan sekolah ayah tidak bisa menjemputku di bandung,lalu eyang meminta kak alan yang saat itu tengah menyelesaikan masalah bisnisnya di bandung, untuk mengantarkanku pulang sekalian kak alan pulang juga kejakarta,disitulah kesan pertama kali aku menyukainya.

"menurut aby kak dara gak ada bedanya dari pelakor yang ada diluaran sana....."
PLAKKK.....
kak dara menampar ku,aku hanya bisa menangis meratapi nasib ku,apa aku tak pantas untuk bahagia,bahkan disini yang harusnya menampar itu aku bukan dia,dunia memang sudah terbalik.
"Sekarang aby sadar kak,selama ini kak dara itu gak pernah tulus ke aby,abi benci kakak..."kataku lirih sambil tersenyum getir.
"By....kakak gak bermaksud..."
"Keluar kak...."usirku pada kak dara.
"Tapi by..."
" pergiiiiii....aby bilang pergi ya pergi,aby benci kak dara,aby gak mau liat kakak lagi,aby benciiiiiii..."teriakku.
"Oke kakak keluar"kata kak dara kemudian meninggalkanku sendiri.
Setelah kepergiannya aku melanjutkan tangisku,hingga aku tak menyadari aku sudah tertidur.

Mentari seolah tak mau lagi mengizinkan ku untuk tetap terlelap,perlahan aku mengerjapkan mataku untuk menyesuaikan dengan cahaya yang ada.
"Ah...sudah pagi rupanya,"gumamku lirih

Rasanya aku malas sekali bangun,mungkin ada baiknya jika aku tertidur dan tak akan pernah bangun lagi agar aku bisa melupakan semua kejadian buruk akhir akhir ini.

Ceklek.....

Terdengar suara pintu terbuka dan derap langkah seseorang yang mulai mendekati ku,oke...jadi ceritanya semalam itu aku lupa mengunci pintu setelah kak dara keluar.

"By.....kamu belum makan kan?"tanya orang itu.

Orang yang baru baru ini sangat ku benci,ya...kalian pasti tau si empunya suara itu,kak dara pastinya.untuk apa coba dia datang kemari lagi,apa dia belum puas dengan kejadian semalam,ah...entahlah mengingatnya hanya membuat mood ku rusak.

Kulihat dia datang menghampiriku dengan membawa nampan berisi sarapan yang kemudian ia letakan di atas nakas samping tempat tidurku.

"Buat apa kak dara kemari,kan aby udah bilang,aby gak mau liat kakak lagi..."ketusku dengan tatapan kearah lain.
"Iya kakak tau aby masih marah,kakak minta maaf ya,udah nyakiti aby"kata kakak ku lemah lembut bagai tepung tapioka,sambil mengelus lengan ku.oke mungkin aku terlalu berlebihan akan hal itu.
"Gak usah sentuh sentuh aby,,,"kataku sambil menepis tangannya.
"Oke...oke...kakak minta maaf"katanya sambil tersenyum.hah...demi apapun dia masih bisa tersenyum atas semua yang telah terjadi? WOW...hebat!
"Kak dara tau,Maaf kak dara itu udah berselemak dimana mana,udah basi tau gak"
"Hufff....iya,iya,uda gih kamu mandi dulu sana terus sarapan"katanya kemudian.
"Gak usah sok peduli deh kak,hari ini itu aby males mandi,males makan,males keluar,males kemana mana,pokoknya aby males mau ngapa ngapain" jelasku dengan sedikit kesal.
"Yakin?gak mau mandi...terus gak mau kemana mana?"
Aku hanya meresponnya dengan deheman kecil.ah..kapan manusia ini keluar dari kamar ku?Ya Tuhan...bantu hambamu ini untuk terus bersabar.
"Ya udah sih,kakak juga gk maksa aby harus ikut jemput eyang di bandara,kalau emang aby gak mau ikut ya udah gak papa,nanti kakak sampein ke mama sama ayah,biar mereka gak harus nung...."
"Siapa bilang aby gak mau ikut jemput eyang,kan tadi aby bilangnya cuma gak mau kemana mana aja"kata ku dengan cepat sambil mengambil handuk kemudian langsung menuju ke kamar mandi.
Belum sampai di kamar mandi ku dengar kak dara meledekku,sehingga dengan terpaksa aku menghentikan langkah ku.
"Katanya males mandi..."
"Aby udah tarik kok kata kata aby yang itu,puasss"jawabku sambil menutup pintu kamar mandi keras keras.
"Hahahha......ya udah kami tunggu di bawah ya,jangan lupa sarapannya dimakan by"
"Iyaaaa bawelllll....."kesalku.

Selesai aku bersiap siap,dan memakan sedikit sarapan yang di bawa oleh kakak ku tadi,aku langsung menemui keluarga ku di bawah.untuk sekedar info ya,aku memakan sarapan itu bukan berarti aku sudah memaafkan kakak ku,hanya saja aku tak ingin mati kelaparan di bandara nanti.bisa gawat kan kalau di berita menayangkan kasus kematian gadis remaja yang diduga mati karena menahan kelaparan.

Setelah semua sudah berkumpul,baik itu aku,kak dara,ayah dan ibu,kami pun langsung menuju ke bandara di kota kami.
Perjalan tak membutuhkan waktu lama,mungkin hanya sekitar 35 menitan,karena jarak dari rumah kami ke bandara memanglah tidak terlalu jauh.

Sesampainya di sana kami langsung mencari eyang,karena ayah mendapat kabar jika eyang sudah tiba sekitar 10 menit yang lalu. Ya pasti ayah terlambat karena ulah ku.duh...eyang maafkan kelemotan cucumu yang cantik ini ya.

Sekitar 20 menitan kami keliling mencari eyang ku,dan hasilnya nihil.kalian bayangkan saja sendiri,bandara seluas ini dan kami ber 4 harus mencari dua orang lansia di tengah kerumunan manusia manusia ini,oh ya ampun rasanya kaki ku bagai patah terlindas lindas truk,pegalll.

Saat tengah mencari eyang,ayah tiba tiba mendapat televon entah dari siapa,mungkin penelevon misterius pasalnya air muka ayah seketika berubah sesaat menerima telvon itu.
"Halo...waalaikumsallam"kata ayah.
"....."
"Hah...apa?ya sudah kami segera pulang"kata ayah panik.kemudian langsung menutup sambungan teleponnya.
"Ayo kita pulang"intruksi dari ayah.
"Loh...ibu sama bapak gimana yah"tanya mama ku khawatir.
"Iya yah...kasian kan kalau eyang nyasar di bandara"kataku sedih,ya jelaslah aku sedih,pasalnya hanya akulah cucu yang paling dekat dengan eyang.selain itu selama ini aku juga bersekolah di Bandung ikut dengan eyang ku.hanya saja setelah aku lulus sma,ayah dan mama memintaku untuk pulang,sebenernya sih aku gak mau,tapi eyang juga maksa aku buat pulang.mungkin mereka jengah juga ya kurang lebih 8 tahun selalu melihat muka ku,nyesek juga sih awalnya. Tapi ya sudalahlah mau bagaimana lagi.
"Sudah,kita pulang dulu...nanti ayah jelaskan di rumah.


-maaf banyak typo bertebaran-
😁

Pengantin penggantiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang