Karena penyesalan datang untuk dicegah bukan untuk dipasrahkan
Alan
Disinilah aku sekarang,berada diruang kebesaranku,ya aku sengaja kekantor walau ini adalah akhir pekan,ketimbang aku harus menahan emosiku saat dirumah,entalah akhir akhir ini perasaanku jadi lebih sensitif.
Brakk...
Pintu terbuka dan menampilkan Ryan dengan wajah marahnya,sudah pasti dia telah mengetahui masalahku,dan jauh jauh datang ke mari hanya untuk membela adik kesayangannya itu,ya Istriku,siapa lagi.
"LO APAIN ADEK GUE HAH?"tanya penuh dengan penekanan.
Aku mendengus sebal melihatnya,adek? Apa maksudnya,terkadang disatu sisi aku juga tak suka dengan sikap Ryan yang terlalu memanjakan Aby. Suami mana yang terima saat istrinya di istimewakan oleh orang lain.
"Gue? Gak gue apa apain kok,cuma gue bilang aja gak usah manja,toh perem...."
BUGGG.....
Ryan melayangkan bogemnya pada wajahku,hingga tanpa ku sadari sudut bibirku mengeluarkan darah segar.
"Lo tau Al, hamil itu gak mudah...itu juga bukan maunya Aby,tapi kemauan anak lo juga,,lo harusnya bersyukur sebentar lagi jadi ayah,pulang kerja ada yang nyambut lo,bersyukur Aby sayang sama lo,dan mau ngandung anak lo. ni ya Al gue saranin, lo itu jangan mau enaknya aja deh,giliran susahnya lo ogah,suami macam apa sih lo,omongan lo tajam bener sama istri sendiri,wajar Al,kalau Aby manja sama lo,seandainya dia manja sama orang lain gimana perasaan lo,inget ya Al,yang mau Aby itu gak cuma lo,ada orang lain yang ngincer istri lo,jaga bener bener keluarga lo kalau lo gak mau nyesel,camkan itu" ucap Ryan yang kata katanya mampu menohok hatiku. Apa memang akunya yang keterlaluan,entalah.
Aku hanya diam membisu mencerna setiap kata demi kata yang Ryan lontarkan,entah mengapa kata kata terakhirnya membuat hatiku dihantui rasa was was,siapa orang yang menginginkan Aby,apa itu Ryan? Atau siapa.
"Gue pamit,maaf udah buat pipi lo memar,itu itung itu sarapan lo"kata Ryan kemudian meninggalkanku sendiri.
"Agghhttt"kesalku kemudian aku bangkit dan menuju ke sebuah kamar yang ada di ruangan ku.
Aku tertidur dengan pulasnya hingga aku terbangun saat pukul tiga sore,rasanya aku sangat jenuh dengan masalah yang ada. Entah mengapa rasanya aku ingin pergi ketaman bersama aby,tapi apa mau dikata hubunganku dengannya sedang tidak baik,sehingga aku putuskan untuk pergi sendiri saja.
***
Di taman aku memandang anak anak kecil yang sedang bermain mulai dari bermain prosotan,ayunan,bermain bola,bermain kejar kejaran bahkan ada beberapa yang hanya memilih bersendah gurau dengan kedua orang tuanya,damai memang melihat pemandangan seperti ini,melihat itu semua mengingatkanku pada sosok istri kecilku,pasti dia akan sangat senang jika ku ajak kemari.
Saat aku tengah berjalan tiba tiba ada seorang anak kecil yang menabrakku.
"AWWWW...."ringis anak laki laki kecil itu.
"Apa kau baik baik saja?"tanyaku membantunya untuk bangkit.
Dia menganggukkan lepalanya,"apa om tidak sakit?"tanyanya.
Aku tertawa ringan mendengarnya,apa aku ini terlihat tidak baik baik saja?oh ayolah...
"Tidak,aku cukup kuat untuk itu,"ucapku.
"Revino....."panggil seorang pria kepada anak laki laki yang baru saja menabrakku,mungkin dia ayahnya.
"Ah,kamu disini rupanya,kenapa celana mu kotor?kan,sudah ayah bilang jangan lari lari"kata pria itu kemudian menggendong anaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pengantin pengganti
RandomNauby Arashita seorang gadis yang baru berumur 19 tahun, harus rela melepas masa lajangnya akibat perjodohan tak terduga. pernikahannya harus terus berlangsung agar nama baik keluarga tetap terjaga. Yang menjadi permasalahan saat ini iyalah,apakah p...
