Setibanya kami di rumah.ayah bergegas masuk kedalam,yang diikuti oleh kami semua.
Betapa terkejutnya aku saat melihat kehadiran eyang di ruang makan tengah menikmati snack dan ditemani dengan segelas just jeruk.
"Bapak sama ibu kenpa gak tunggu kami aja di bandara?"tanya ayah ku khawatir.
"Udah,tapi kalian lama jemputnya,malukan dilihati banyak orang di sana"jawab eyang putri.
"Maaf ya eyang,kami jemputnya telat karena kelamaan tunggu aby,jangan marah ya eyang"kata ku sedih,sambil memeluk eyang putriku.
Aku sedih karena aku lah penyebab keterlambatan ayah ke bandara. Pastinya seandainya eyang tersesat karena lupa alamat rumah kami itu juga salah ku.
Oia dari mana eyang tau ya,alamat rumah ayah,ah sudahlah lupakan saja,yang terpenting eyang sudah tiba.
"Iya...iya...eyang gak papa"kata eyang ku sambil membelai rambutku penuh sayang. Ah...senangnya.
"Eyang...aro gak ikut?"tanya kak dara,sambil mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan mencari sosok aro yang disebutnya tadi.
"Ikut ra,dia lagi tidur dikamarmu,mungkin dia kelelahan"jelas eyangku.
"Ah ..kasihan anak itu,ya sudah eyang dara pamit keatas dulu ya,mau temenin aro tidur"kata kak dara bahagia seraya meninggalkan kami.
Selepas kepergian kak dara,disini tinggallah aku dan eyang eyang ku,ya..mungkin ini saatnya aku untuk mengadukan semua ketidak adilan yang telah kualami akhir akhir ini,pasti eyang akan membela ku.
"Eyang.....besok kalau eyang mau balik ke bandung,aby ikut ya?"pintaku memelas pada eyang.
Mungkin saja suasana baru,dapat membuatku mampu untuk melupakan kak alan.
"Loh....kenapa by?emangnya aby gak seneng tinggal disini?"tanya eyang putri ku khawatir.
"Gak Eyang,disini aby cuman di jahati aja tiap harinya sama kak dara,aby gak suka disini eyang"rengek ku manja.
"Kamu sama teteh mu ada masalah ya?selesaikan dulu atau eyang gak akan pernah ajak kamu ke bandung lagi!"perintah eyang ku tegas.
"Ahhh...eyang,aby gak mau..pokoknya aby ikut eyang ke bandung titik."sebalku.
"Ya sudah kalau begitu,kami pun akan pulang ke bandung hari ini juga titik.dan pastinya tanpa aby"balas eyang ku tak kalah sengit.
"Kan....eyang mah gitu,ya udah iya iya....tapi eyang,kak dara itu jahat sama aby"kesalku.
"Aby...eyang tau bagaimana kamu dan tetehmu,jadi eyang rasa apapun yang dia lakukan ke kamu itu,ya semata mata demi kebaikan kamu juga."jelas eyang ku.
"Ya udalah..."ucapku seraya meninggalkan eyang ku.
Rasanya aku ingin menangis saat eyang membela kak dara,padahal aku kira eyang akan membelaku mati matian,tapi apa?mungkin aku terlalu berharap lebih. Ya...karena pada dasarnya terlalu berharap itu memang menyakitkan.
Siang ini aku memilih menyendiri di balkon kamarku sambil membaca buku novel favoritku.mungkin ini ebih baik,ketimbang aku harus bergabung dengan mereka di bawah,biarkan saja mereka tertawa bahagia di sana,lagi pula ada aku atau pun tidak itu tidak berpengaruhkan,karena sekarang yang mereka butuhkan hanyalah anak emas mereka siapa lagi kalau bukan kak dara.
Aku tau dan benar benar tau,kalau aku itu tidak ada apa apanya ketimbang kak dara. Kak dara di usianya saat ini dia sudah banyak mendapatkan prestasi selain itu kak dara juga sudah mampu mengurus perusahaan ayah. Sedangkan aku, aku hanya punya hoby menggambar dan hanya bisa menjahit,dibandingkan dia mungkin aku hanyalah secuil kerikil diantara emas.
"Ommi.....ommi..."panggil seseorang sambil menari narik bajuku.
"Ah.....Aro....sini sayang sama mommi"kata ku bahagia saat aku mengetahui bahwa mood boster ku lah yang memanggilku.Ah....beruntungnya aku Aro menemuiku,setidaknya kehadirannya mampu mengurangi rasa kesalku pada semua.
Mungkin kalian bertanya tanya,siapa aro sebenarnya. Aro adalah keponakan ku,anak dari kak dara dan calon suaminya. Jadi ceritanya kak dara itu pernah akan menikah,hanya saja saat itu tepat di hari pernikahannya mobil yang di tumpangi calon suaminya terjelembab ke dalam jurang yang mengakibatkan hilangnya nyawa almarhum kak sean,calon suami kak dara sekaligus ayah dari Aro. Ya...kalian benar,kak dara hamil di luar nikah,mungkin karena itu dia selalu over protektif kepadaku. Sebenarnya memikirkan itu aku jadi merasa bersalah,sudah memusuhi kakak ku karena dia akan menikah dengan kak alan,sebenarnya tak ada salahnya sih dia menikah karena dia juga berhak bahagia atas penderitaan yang telah ditanggungnya selama ini,menjadi orang tua tunggal untuk Aro,menjadi penanggung jawab perusahaan dan menjadi kakak yang baik untuk ku,pastinya itu bukanlah hal yang mudah.
"Mom....mom...kok diam....?mom akit?"tanya aro sambil memegang kening ku.
Aku hanya tersenyum dan menggeleng sebagai jawaban, sambil memangku aro. Ya...Aro memanggil ku mommi,mungkin karena dia harus berpisah dari mamanya sejak bayi dan di asuh oleh eyang di bandung,sehingga dia sudah terbiasa memanggil ku dengan sebutan mommi.
"Mom....mom udah akan eyum?"tanyanya khas anak kecil.
"Udah....Aro udah makan belum?"tanya ku.
"Mom...ohong,anti mom idungna adi anjang lo aya ajah"katanya sambil menarik hidung ku.
"Aaaa.....aro gak boleh nakal lo ya,mom gak bohong kok,mom udah makan tadi pagi..kalau sekarang belum...tega banget sih doain idung mom jadi kaya idung gajah"kataku berpura pura ngambek.
"Hahha...biar saja mengerjain anak anak sekali kali kan gak masalah..."umpatku dalam hati.
"Ommi...ommi alah ya ama alo?ommi...alo inta aap ya"katanya memelas.namun tak sedikitpun aku bergeming.
"Ommi.....alo angen ommi lo..."rengeknya hampir menangis.
Oh...kalau sudah begini,sejahat jahatnya aku rasanya aku sudah tidak tega.
"Mommi...juga kangen aro....."kataku sambil memeluk dan menciumi aro,tak terasa air mataku mengalir dengan sendirinya,aku juga tak tau ini air mata apa,air mata bahagia atau air mata kesedihan ku.,aku pun tak tau,yang ku tau saat ini aku sedang menangis lagi.
"Aro tadi naik pesawat takut gak?"tanyaku pada aro,karena pada waktu itu aro sempat menangis saat di ajak naik pesawat,katanya takut pesawatnya nabrak om supermen nya. Aduh..anak itu selain menggemaskan, tingkahnya juga bisa bikin sakit kepala.
"Gak ommi....alo kan udah ede"katanya bangga.
"Emangnya gak takut nambrak om seperman?"
"Gak ommi....al nya ata eyang, om cupelmannya gak akan ketabak al nya om cupelmannya yang nyupil pecawatnya"jelasnya panjang lebar.
Asli aku pun butuh waktu untuk mencerna kata katanya itu,agak kaget juga sih saat tau ternyata eyang yang kasih ajaran sesat ke aro supaya aro mau naik pesawat,dua kata deh untuk eyang ku cinta. Gak Nyangka!!
Sorenya setelah aku selesai mandi aku sangat merasa lapar,wajar saja dari siang aku belum makan.ada sarapan,itupun hanya sedikit,jadi kuputuskan untuk aku mencari makanan di dapur.
Tibanya di ruang makan,aku langsung melahab makanan yang ada,saat tengah asik makan,tiba tiba kak dara datang mengagetkan ku.
"Pelan pelan makannya by...."
UHUK...UHUKK...UHUK...
"Nih...minumnya"kata kak dara sambil memberikanku segelas air putih,yang kemudian langsung ku tenggak sampai habis.
"Kak dara bisa gak sih gak ngagetin orang lagi makan"kata ku kesal.
"Hehehe....maap by,abisnya kakak lihat kamu makannya lahab bener sih, sampe kaya gak punya tempo"ledeknya.
"Aby lapar kak,abisnya aby dari siang belum makan"kesalku sambil memutar kedua bola mataku.
"Salah sendiri gak mau makan"sindirnya lagi.
Sejenak hanya ada keheningan yang menemani kami berdua,sejujurnya aku ingin meminta maaf atas keegoisanku kemarin malam,tapi rasanya gengsi ini bekerja diatas nurani.hahah....kata kataku terkadang lebay juga ya?.
"By...."panggilnya.
Aku hanya menjawabnya dengan deheman kecil.
"Kamu beneran sayang sama alan?"tanya kak dara hati hati,ya mungkin dia takut perkataannya itu melukai hatiku.
Padahal sejujurnya sih iya.
"Ehm....ya...ya...ya gitu sih kak,cuman ya udah toh juga kak alannya gak suka sama aby,jadi aby harus gimana lagi kak?kan cinta gak mungkin juga di paksakan"kataku sambil tersenyum getir.
"Hmm...kalau kamu mau kakak bisa..."
"Ehhh...jangan kak....kak dara nikah aja sama kak alan,aby insya Allah ikhlas kok kak,aby tau semalam aby udah egois,dan sekarang aby gak mau egois lagi kak.kakak tau selama ini aby emang sayang sama kak alan,tapi kak dara juga harus tau kalau aby juga gak kalah sayang sama kak dara,makannya aby mau liat kakak bahagia,karena selama ini kak dara udah banyak menderita,yah..walaupun kebahagiaan kakak itu bersama orang yg aby harapkan selama ini,tapi aby akan berusaha ikhlas kok kak"jelas ku panjang lebar,berpura pura sok tegar di depan kak dara,padahal aku tak setegar itu.
Kulihat kak dara meneteskan air mata mendengarkan kata kata ku tadi,apa aku sudah menyakitinya lagi? Oh Tuhan...aku jadi bingung.
"Kak dara nangis?"tanyaku sambil menyentuh pundaknya.
"Ah...enggak kok by,kakak terharu aja sama omongan kamu tadi,seolah olah kamu ini suadah dewasa"ledeknya padaku sambil tersenyum bahagia.
"Iss...kan emang aby udah gede si kak...."ketusku.
"Hahahha....iya iya...kamu udah gede....tapi badannya....hahhaha"ejek kak dara padaku,seraya meninggalkanku.
"Enak aja,aby gak gendut ya...."belaku.
Eh...tapi bener loh,aku gak gendut,kak dara aja yang mungkin iri dengan ke seksian tubuhku,maklumlah badannya itu lebih berisi dari ku.
"Kak....kak...kak dara mau kemana?"panggilku saat aku melihat kak dara meninggalkanku sendirian di meja makan.
"Mau ke kamar,liat Aro mana tau udah bangun,takutnya dia nanti nangis"jawabnya sebelum dia menghilang di telan tembok.
-maaf banyak typonya + ceritanya juga gak nyambung-😁😂
KAMU SEDANG MEMBACA
Pengantin pengganti
RastgeleNauby Arashita seorang gadis yang baru berumur 19 tahun, harus rela melepas masa lajangnya akibat perjodohan tak terduga. pernikahannya harus terus berlangsung agar nama baik keluarga tetap terjaga. Yang menjadi permasalahan saat ini iyalah,apakah p...
