Chapter 1

739 59 3
                                        

"Aku bukan pemuas nafsumu."

Gadis itu menepis tangan Jimin yang berada di bahunya sambil berusaha untuk bangkit dari ranjang . Baru saja dia membuka langkah namun tangan besar milik Jimin kembali menarik dirinya hingga dia kembali terlantar di atas ranjang . Bibir mungil milik gadis itu mendesis tajam sambil menahan umpatan yang akan keluar.

"Lepaskan aku  , sialan !"

"Jaga mulutmu ..sayang." Jimin menyeringai , kemudian menahan tubuh mungil gadis itu agar berhenti memberontak.  Bergerak untuk menindih gadisnya , membuat gadis itu mengernyit tidak suka.

"Stop it .. Bastard !" Desis Yoongi menahan sabar .

Jimin justeru semakin melebarkan seringainya , memainkan jemarinya di sekitar pinggang ramping isterinya.

"kamu memang bukan pemuas nafsuku tapi isteriku." Bisiknya dengan suara rendah, membuat Yoongi merasa hawa lain mula menyelimuti kamar mereka.

"Have you completely lost your  mind ? Aku tidak sudi memiliki suami licik seperti kamu !"

Gadis berparas ayu itu meronta,mencuba lepaskan diri dari tindihan Jimin , menunjukkan bahawa dia tidak akan tunduk di bawah kekuasaan pria itu .

Semua tindakan balas dari Yoongi di balas tawa meremehkan oleh Jimin  .

"Ohya ? bagaimana kalau aku tunjukkan kelicikanku melalui ibu atau ayahmu,mungkin."

"Bangsat kau! Jika kau berani menyentuh  orangtuaku, akan kupastikan kamu mati di tanganku." Mata Yoongi berkilat marah ,  bibirnya mendesis penuh emosi.

"Sungguh anak yang berbakti. Walau kamu tahu yang kamu bukan anak kandung mereka, right ?"

Pupil mata Yoongi membola , tidak menduga kata-kata itu akan keluar dari mulut pria yang baru bergelar suaminya beberapa jam yang lalu .

"Bagaimana .."

"Bagaimana aku dapat tahu?.."

Jimin menjeda perkataannya, dia menenggelamkan wajahnya di potongan leher Yoongi, menyesap aroma alami yang melumpuhkan akal sehatnya.

"..kau fikir aku menikahi kamu tanpa mencari tahu terlebih dahulu tentang latar belakang keluarga mu?"

Yoongi tahu , suara Jimin memberat saat membisikkan kata-kata itu di daun telinganya.

"Jadi..apa kata kita lanjutkan malam pertama kita yang tertunda."

"Dalam mimpimu ibl..."

Suaranya lupus di telan cumbuan Jimin yang penuh ghairah . Pria itu terus memburu kesenangannya , mengabaikan pukulan yang Yoongi layangkan pada dadanya.

"Lepaskan aku."

Jimin berhenti, kedua
tangannya masih setia menahan pinggul Kiana. Bukan bermaksud dia mahu menuruti kemahuan Yoongi tapi dia masih berusaha menahan dirinya.

Jimin mengunci pandangan Yoongi .
Mereka saling bertatapan mata dalam diam.

Mata si pria telah di saluti
kabut ghairah sedangkan isterinya melempar pandangan penuh tanya.

Banyak yang ingin Yoongi tanyakan .

Bagaimana mereka boleh berakhir di atas ranjang yang sama sewaktu pesta makan malam tahunan perusahaan?

Kenapa Jimin mahu menikahi gadis tidak jelas asal-usul sepertinya ?

Macam mana Jimin tahu yang dia bukan anak kandung dari keluarga itu ?

Kenapa Jimin seolah-olah membawanya masuk ke dalam kekejaman dunia ?

"Park Yoongi isteriku , suka atau tidak , kau isteriku , milikku . Jadi jangan buat sesuatu  yang bodoh yang boleh buat aku jadikan kamu sampah."

.

.

.

Bagaimana di lanjutin atau ngak ?

Bastard ManTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang