Tong kosong pun tak lagi berisi hampa udara yang jarang menyapa,
Kian berisi secercah harap yang didamba..
Setumpuk harap datang namun tak tersambut nyata,
Nyata...
Hanya sedetik lalu hilang diterjang hening malam yang termakan fajar..
Sang pendamba pernah berbahagia nampaknya,
Tak terjaga namun terhempas dihamparan ladang luas..
Radanglah hatinya,
Lukalah hatinya,
Menatap kelangit senja yang bermula cerah tetiba menjadi kemerah..
Kemerah , pertanda marah..
Amarah yang tertuju pada tangis sedih sang pendamba pelangi..
Pelangi berjanji datang ketika fajar tersulut hujan sampai reda..
Tak selalu pelangi tepati,
Padahal sudah ada 'nanti' yang panjang oleh sang pendamba warna warni di langit itu..
Kelak sang pendamba akan dapatkan warna-warni indah yang membuat mata manusiawi terpanah..
Sang pendamba , menunggu .
