#18 Seunghoon - Coffee Shop (3)

496 50 0
                                        

Kejadian semalem tentang Seunghoon yang tiba-tiba ngaku pacar dan buat lo kesel, udah coba lo lupain. Lo bersikeras buat fokus sama pekerjaan lo di kasir coffee shop ini dulu.

"Mba? Kenapa bengong?"

Salah satu pegawai lo nepok bahu lo karena dia dari tadi manggil gak di saut-in sama lo.

"Eh kenapa eun? Bahan kopinya abis?" Tanya lo.ke pegawai.

Pegawai lo ngangguk dan mengisyaratkan muka bersalah. Dia merasa ikut sedih dan bersalah karena dia tau bahwa keadaan ekonomi lo sekarang gak cukup untuk beli bahan kopi itu lagi.

"Yaudah untuk pricelist kopi itu di kasih keterangan habis dulu aja ya" kata lo ke pegawai.

Gak cuman bahan kopi yang abis, hari ini juga coffee shop lo baru di datengin 10 orang aja dari pagi sampe jam 3 sore ini.

Lo jalan dari tempat kasir ke tempat duduk deket kasir yang sering didudukin sama idol. Tempat itu strategis karena gak terlalu keliatan sama orang-orang.

Lo ngedudukin badan lo ke kursi itu dan langsung menutup wajah lo pake kedua tangan.

Lelah, letih, capek yang lo rasain selama ini. Apalagi akhir-akhir ini rasanya beban dibahu lo makin banyak. Rasa bersalah dan menyesal lo timbul lagi karena udah nyia-nyiain kerja keras Ayah lo waktu dulu. Lo bahkan inget banget pernah ngehabisin belasan juta untuk foya foya dalam sehari.

Memang teguran Tuhan ini nyata adanya. Lo harus lebih bekerja keras sehingga dapat ngeluarin efek jera untuk gak mudah ngegampangin suatu urusan.

Tanpa sadar lo lagi nutup muka lo, air mata mulai jatuh sedikit demi sedikit. Yang tadinya lo pengen bersikap tenang untuk cari jalan keluar, nyatanya lo malah nangis sampai sesegukan sekarang.

Lo bingung gimana harus cari cara dapetin duit untuk beli bahan kopi lagi, tanpa menimbulkan banyak hutang. Semakin lo berfikir, lo semakin nangis. Meja tempat sandaran tangan lo sekarang mulai basah karena air mata lo yang jatuh tanpa henti.

"Mba? Gw gak tau masalah apa yang lo alami sekarang ini, tapi yang gw tau lo harus kuat-sekuatnya. Dunia gak akan berhenti berputar karena lo nangis aja loh"

Tiba-tiba ada seseorang yang ngomong kalimat yang familiar di deket lo dan Dia ngusap-ngusap puncak kepala lo lembut.

Lo langsung mendongak mencari sumber suara itu, karena lo ngerasa gak asing banget.

"Seunghoon?" Tanya lo ke dia.

"Hai hehe"

Ya memang yang ngomong kalimat tadi itu Seunghoon. Lo tau bahwa dia ngomong kayak gitu untuk membuat mood lo baik, karena itu kalimat yang hampir persis lo lontarkan saat Seunghoon nangis.

Lo mulai senyum sendu karena ngeliat tingkah Seunghoon yang masih inget kalimat lo waktu itu. Air mata lo bukannya berhenti, malah makin deres karena ngerasa terharu ada Seunghoon yang bisa merubah mood lo sedikit lebih baik.

"Nah gitu dong senyum. Eh? Tapi nangisnya jangan dilanjutin.." kata Seunghoon sambil nangkup wajah lo sekaligus ngehapus air mata di pipi lo.

"Hiks...hiks.. makasih ya.."

Air mata lo masih gak berhenti, dan Seunghoon langsung narik salah satu kursi deket situ dan dia duduk di sebelah lo.

"Kamu sekarang tau kan kekuatan kalimat kamu?" Tanya Seunghoon yang masih mencoba ngehapus air mata lo.

"Maksudnya?" Lo ngasih ekspresi wajah gak ngerti ke Hoon.

"Iyaa maksud aku, setelah aku ngomong kalimat yang hampir persis sama kayak kamu ngomong ke aku waktu itu, ngebuat kamu lega kan? Bahkan kamu sedikit lupa sama masalah kamu kan?"

Lo kaget dengan pikiran Hoon sekarang ini. Karena lo gak nyangka bahwa Hoon serius tentang perasaan dia ke lo. Bahkan dia nunjukin diri lagi setelah lo marah sama dia kemarin. Dia bahkan cari cara agar lo sadar bahwa kalimat lo saat dia sedih itu buat dia semangat dan lupa akan masalah dia.

Dia bukan tanpa alasan ternyata suka dan nyimpan perasaan ke lo, nyatanya memang menurut dia bahwa siapapun yang ngebangkitin seseorang yang sedang jatuh/sedih adalah orang sejati yang akan dapat tempat spesial di hati seseorang.

Hanya.. cara Hoon itu salah untuk ngungkapinnya. Dia lebih ngerdus dan dilebih-lebihkan. Jadinya lo salah presepsi akan tingkah dia -,-"

"Aku percaya sama cinta pandangan pertama. Karena nyatanya mata bisa menyimpan banyak makna dan kekuatan. Kayak kamu waktu itu." Kata Hoon sambil natap lo lembut.

Sejak kapan Hoon jadi puitis dan romantis??!!

"Pandangan kamu waktu itu menyimpan banyak kekuatan, kepercayaan yang selama ini aku gak punya. Kalimat kamu itu ngebangkitin aku dari sedih yang sekarang aku masih ingat jelas kalimatnya."

Hoon mulai ngambil tangan lo dan mulai ngusap-ngusap.

"Oppa tau kalo kamu masih sakit hati sama mantan terakhir kamu, karena konteks oppa sama dia hampir sama. Iya kan?" Tanya Hoon ke lo.

"Kok oppa tau?" Lo nunjukin ekspresi kaget ke Hoon.

"Ya kan oppa bilang akan cari tau ttg diri kamu sedikit demi sedikit. Cuman memang salah oppa juga sih terlalu lebay dan bercanda disaat kamu lagi capek hehe"

Hoon mulai ketawa karena tingkah dia sendiri. Lo pun ikut ketawa dan mulai lupa akan masalah yg tadi lo tangisin.

"Kamu sekarang bisa percaya sama oppa. Oppa mau kamu jadiin bahu oppa tempat kamu nangis Y/N-ah.."

"Hmm gimana ya.." kata lo sambil menunduk ke bawah.

"Please Y/N-ah.. oppa bakal ngebuktiin kalo oppa gak akan kayak si Minggyu item itu!" Kata Hoon sambil ngasih ekspresi ngelawak seperti biasanya.

"Hahaha iya iya oppa. Aku kasih kesempatan oppa buat ngebuktiin ke aku dan deket sama aku."

"Yes!" Hoon langsung berdiri dan berdecak pinggang sangking senengnya.

"Oke kalo gitu, kita sekarang beli bahan kopi yang abis aja, gimana?" Tanya Seunghoon ke arah lo.

"Ha?! Gimana oppa bisa tau kalo bahan kopi cafe ku lagi abis?" Lo ngasih ekspresi kaget ke Hoon.

"Ya oppa tau lah, kan oppa memantau kamu terus hehe"

"Aish oppa nguntit ya! Dasar kerdus!!"

"Haha udah ah, mending kita langsung beli. Yuk!"

Hoon langsung ngegandeng tangan lo untuk berdiri, dan dia langsung ngelingkarin tangan dia kebelakang badan lo untuk ngebuka celemek cokelat yang lo lagi pake sekarang.

*Hoon ngelingkerin badan lo utk buka celemek*
*Lo deg-degan, muka merah*
*Hoon selesai ngebukanya dan ngelipetnya*

"Y/N? Kamu kenapa? Kok mukanya merah?" Hoon nanya dengan ekspresi muka polos.

"Oppa kenapa harus kayak gitu sih?! Kan bisa buka celemek nya dari belakang, gak harus dari depan terus meluk gitu tau!!!"

"Oh iya juga ya, oppa lupa hahaha"

Akhirnya kalian ketawa bareng, dan mulai siap-siap beli bahan kopi yang habis dengan syarat lo minjem duit Seunghoon. (Tadinya Hoon mau beliin aja, tp lo nya gakmau dan akhirnya dianggep minjem aja duitnya)
.
.
.
.
.
.
Akhirnya selesai Imagine Coffee Shop si Seunghoon kokoh!!! 🙌

Jadi intinya disini bahwa Hoon cinta sama kamu karena kalimat penyemangat kamu dan pandangan optimis kamu saat itu. ❤
.
.
.

Karena nyatanya banyak jiwa yang bangkit dari tersungkur
karena sebuah pesan..
Dan banyak cinta yang
tegak dari terjatuh
karena sebuah pandangan..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa VOTE & COMMENTS sebagai apresiasi!
Terimakasih banyak!

WINNER ImagineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang