Jealous!!!

11.5K 479 22
                                        

"Naruto-kun, jangan berlebihan" Aku mengerling kesal pada gadis yang duduk disampingku.

Apa tadi gadis itu bilang. Aku berlebihan?

Tuhan. Gadis ini benar-benar harus diajari bagaimana cara membujuk pacar yang sedang cemburu. Sudah jelas kalau aku cemburu, bukannya merayu atau membujuk gadis ini malah tega mengatakan aku berlebihan.

"Jadi memergoki kau jalan dengan Kiba itu berlebihan, hmm. Hinata?" Ku benahi posisi dudukku, menghadapnya yang terlihat datar menatap wajahku.

Aarrgghhh.... Aku gemas sekali!!!

Gadisku ini memang minim ekspresi, berwajah datar dan tidak peka. Dia juga orang yang tidak terlalu peduli dengan penampilannya. Lihat saja sekarang, ia datang ke apartemenku hanya dengan tshirt longgar yang mencapai pahanya. Kalau orang lain melihat ia seperti tidak memakai celana, padahal ada hotpants super pendek yang bertengger menutupi bokong sintalnya itu. Ia mana peduli dengan penampilannya itu, tidak peka kalau penampilan yang seperti itu mengundang laki-laki mesum untuk berbuat yang tidak-tidak.

Hei..... Tentu saja aku tidak termasuk ya!!!

Aku tidak mesum. Catat baik-baik.

Selama ini aku selalu bisa menahan segala bentuk nafsu bejatku bila dengan Hinata. Paling kami hanya sampai make-out saja, tidak sampai berakhir diranjang.

Itu pengendalian diri yang bagus!! Setidaknya menurutku.

Coba sebutkan laki-laki mana yang tahan untuk tidak tidur dengan Hinata selain aku?

Untung saja aku ini pacar pertama Hinata. Dengan tubuh mungil, rambut panjang, wajah bulat, hidung mancung, mata besar dengan iris amethys yang bersinar. Jangan lupakan dadanya yang besar dan bokongnya yang sintal, sangat mengundang untuk diremas. Aku termasuk laki-laki dengan pengendalian diri yang bagus kan? Iya kan?!!!

Dan aku yakin, laki-laki bertaring bernama Kiba yang berlindung dibalik hubungan yang mereka sebut sahabat itu pasti pernah berfantasi dengan tubuh Hinata.

"Aku hanya menemaninya ke pet shop. Makanan untuk anjingnya habis, dan kebetulan aku juga ingin ke sana membeli makanan untuk kucing Hanabi. Dan kau malah uring-uringan begini, apa itu bukan berlebihan namanya?!" Gadisku itu walaupun minim ekspresi tapi paling suka bicara dihadapanku, apalagi kalau untuk mengomeliku dan berdebat denganku, dia seperti punya stok kata yang tidak akan ada habisnya. Tapi tetap saja ekspresinya tidak ada. Membuatku gemas.

"Alasan!! Itu hanya alasan dia saja. Kau itu terlalu naif Hinata, apa kau tidak bisa lihat kalau Kiba suka padamu? Bukan hanya dia saja, Gaara, Toneri, Shino, bahkan Kakashi saja menginginkan dirimu. Kau saja yang tidak peka"

"Semua laki-laki yang mengobrol denganku kau sebut mempunyai hati padaku. Kenapa tidak sekalian saja kau bilang kalau Menma kakakmu juga menyukaiku"

"Memang iya. Aku tahu dia juga menyukaimu"

"Dasar gila!! Tidak masuk akal" Hinata berjalan kearah dapur sambil memijat pelipisnya, ia membuka lemari pendingin dan mengambil satu botol air mineral. Ia meneguknya setengah dan membawa botol itu bersamanya kembali ke hadapanku.

"Kau itu terlalu perasa Naruto. Dugaan-dugaanmu itu terlalu kekanakkan. Kalau begitu terus bisa-bisa aku tidak punya teman karena kau terus melarangku dekat dengan mereka"

"Kau masih punya Sakura dan Ino sebagai teman. Jangan berlebihan!!!. Lagipula kenapa temanmu lebih banyak laki-laki daripada wanita sih?" semakin kesal saja aku dibuatnya kalau mengingat temannya itu 80% laki-laki, 10% wanita dan 10% lagi masih diragukan jenis kelaminnya.

ALL ABOUT YOU & METempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang