2. "Murid Baru"

288 26 0
                                    

Hyunjin POV

Mata gua menatap wajah murid baru itu. Bibir gua mengulas sebuah senyuman ketika tatapan mata kami bertemu. 'Bener ternyata, dia cantik' batin gua. Gua diam, seraya menunggu dia untuk memperkenalkan diri.

Murid baru itu menarik nafas dalam, dan berkata "Hallo semua, perkenalkan nama saya Wang Yiren, saya murid pindahan dari salah satu SMA di Bogor. Salam kenal semuanya, saya berharap kita semua akan berteman baik." selesai gadis itu memperkenalkan diri, kaum adam dikelasan gua bersorak ramai dan memberikan berbagai pertanyaan ke murid baru yang diketahui bernama yiren tersebut.

Ada yang bilang "Aduh neng yiren orang bogor ya, bisa dong bahasa sunda, mau atuh diajarin." ada juga yang nyaut "Cantik banget si, udah punya pacar belum?", "Mau temenan aja nih?, kalo lebih dari temen boleh ga?." dan masih banyak lagi pertanyaan konyol yang temen sekelas gua tanyain ke yiren. Gua melihat dia tersenyum malu menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang menurut gua gak jelas itu.

Setelah insiden yiren memperkenalkan diri. Kelas gua jadi makin berisik dan itu semua udah hal biasa kalo ada murid pindahan baru, apalagi itu cewe cantik. Karena males dengerin ocehan kaum adam kelasan gua. Gua kembali memasang headset di telinga, merebahkan kepala di meja sambil memejamkan mata. Hanya satu harapan gua. Berharap bisa bobo tenang dikelas. Karena sesungguhnya daritadi gua ngantuk banget asli, butuh tidur sebentar aja.

Sesaat kemudian harapan gua sirna. Karena guru gua bilang "Wang Yiren kamu duduk disebelah hyunjin ya." Gua langsung menghela napas panjang dengan posisi masih memejamkan mata. 'Auto rame pasti tempat duduk gua'. batin gua sedikit kesel. Kenapa gua bisa bilang gitu, liat aja nanti pas jam istirahat. Pasti kaum adam kelasan gua berebut duduk deket yiren dan mencoba untuk menyingkirkan gua dari bangku gua sendiri.

Masih bertahan dengan posisi yang sama sambil berusaha tidur dengan nyenyak. Tiba-tiba felix mukul kepala gua pake pulpen yang dia pegang. Gua langsung bangun dari posisi tidur gua, terus duduk sambil natap felix dengan tatapan malas sekaligus emosi karena udah mengganggu jam tidur gua. Emosi gua meningkat ketika orang yang gua tatap malah senyum lebar kaya orang bodoh.

"Bisa gak si lu ga ganggu, gua mau tidur bentar aja" ucap gua berbisik ke felix karena di depan kelas guru lagi ngejelasin materi sejarah indonesia. "Please lah lix, ini udah pas banget gua bisa tidur nyenyak." Kata gua. Felix tersenyum sambil bilang "Lu ga tertarik?."Kata felix. "Sama pelajaran ini?" tanya gua. "Bukan. sama cewe disebelah tempat duduk lu." Sontak gua menoleh ke samping kanan, karena di samping kiri gua ada jendela yang langsung menghadap ke lapangan basket. Hemm tempat duduk yang strategis untuk orang seperti gua ini. "Murid baru itu maksud lu?" tanya gua. "Iya betul" jawab felix. "Lu tertarik?" tanya gua balik. "Ya enggalah, gua kan udah ada GoWon." jawab felix. "Terus kenapa lu tanya begitu?" bales gua. "gak apa-apa, kayanya dia tertarik sama lu." kata felix. " Yahh sayang banget, gua tertariknya sama basket, gimana dong?." jawab gua sok manis. Niatnya sih sengaja biar felix diem dan balikin badan menghadap depan lagi. Tapi kenyataannya tidak sesuai dengan ekspetasi, felix malah ngomong "WAH GAK NORMAL LU YA?." suaranya kenceng banget njir sampai seisi kelas nengok ke gua dan felix bahkan jisung yang dari tadi diem langsung ngasih tatapan membunuh ke kita berdua.

 Refleks gua pukul kepala felix pakai buku tulis, "Pelan pelan suaranya bodoh." kata gua. "Keceplosan gua." Katanya. Gak cuma temen sekelas aja yang denger. Suara felix terdengar sampe ke gendang telinga guru didepan. "Felix, Hyunjin kedepan sekarang."Kata guru gua tegas. Gua dan felix langsung berdiri dari tempat duduk dan berjalan ke depan kelas. "Kalian sudah paham apa yang saya jelaskan barusan?" tanya guru sejarah gua. "Belum pak" jawab gua. "Kalau belum paham kenapa kalian berisik?." Tanya guru gua balik. "Maaf pak, abis tadi felix bilang, katanya dia cinta banget sama saya, jadi saya kaget deh." jawab gua membela diri sekaligus ngasih pelajaran ke felix. Tapi felix malah berucap "Wahhhh beneran gak normal lu hyun." Murid sekelas tertawa keras, berbarengan dengan kuping gua dan felix yang ditarik sama guru sejarah. "Hyunjin, felix istirahat nanti berdiri dilapangan upacara, kalian hormat ke bendera selama 15 menit, Paham?". 'Ampun dah mau tenang aja susah' Batin gua. Ketika hukuman udah keluar dari mulut guru. Gua dan felix hanya mengangguk pasrah.

Yiren POV

Hari pertama masuk sekolah dan hari pertama pula menginjakkan kaki disekolah baru ini, kesan pertama masuk sekolah harus bagus kan?, 'Make up udah sip natural' batinku dalam hati. Sambil berkaca lewat spion mobil, aku merapihkan kerah baju, oke aku siap untuk memulai hari baru. Sampai akhirnya tersadar karena supir pribadi papah bicara "Neng yiren saya antar sampai ke dalam ya?"kata beliau. "Ahh gak usah pak, sampai sini saja, gak usah khawatir saya bisa kok" kataku. "Ya sudah bapak tinggal ya neng, semangat." Jawab supir papah. Aku mengangkat jempol tangan seakan berkata 'ok' padanya. Lalu berjalan menuju gerbang sekolah. Aku berjalan sambil melihat kiri dan kanan. Aku tak sengaja melihat seseorang turun dari motor ninja merah  yang terpakir lumayan jauh dari gerbang. Dia sedikit berlari dan lewat tepat didepanku. Wah aku benar-benar terpanah melihatnya. Bagaimana bisa ada laki-laki setampan itu? bahkan aku tidak pernah melihat laki-laki seperti itu disekolahku dulu

Aku mulai memasuki lorong sekolah bersama guru sejarah yang akan mengajar dikelasku nanti. Aku udah ga sabar melihat reaksi anak-anak sekolah ini atas kedatanganku. Bukannya aku mau sombong tapi memang dari kecil aku sudah biasa mendengar kata 'cantik' dari bibir setiap orang yang melihatku dan aku juga sudah terbiasa untuk mendapat ajakan kencan dari berbagai macam tipe laki-laki. Bahkan aku dengan mudah mendapatkan laki-laki yang aku sukai. Terbukti kan, baru juga aku menginjakkan kaki disekolah ini, semua orang sudah ramai akan gosip tentang 'Kedatangan Murid Baru yang Cantik'.

Aku memasuki kelas dan langsung disambut antusias dari teman sekelas ku, ini udah menjadi hal yang sangat biasa bagiku. Guru yang mengajar dikelas ini pun mempersilakan aku untuk memperkenalkan diri. Sebelum aku memperkenalkan diri. Kulihat sekeliling kelas ku, di barisan belakang ada laki-laki yang lumayan tampan dan yang didepannya kenapa dia tertidur disaat pembelajaran akan dimulai. Laki-laki yang dibarisan ketiga tampan juga. 'Kenapa mereka semua tampan? Apa laki- laki yang sedang tertidur itu juga tampan?' batinku bertanya. semoga dia terbangun saat mendengar suaraku.

"TERINDAH" [Hyunjin×Heejin]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang