17. Es Krim

20 3 2
                                    

"Pas, bangun woy! Gue berangkat duluan," Kata Wildan sambil menggoyangkan tubuh Pasha yang masih tertidur diatas tempat tidurnya.

"Hmm,"

***

Wildan sampai disekolah, saat ia ingin ke kelas, tak sengaja ia menabrak Augita.

"Heh! Kalo jalan tu liat2!," Teriak Augita.

"Lo yang nabrak gue," Kata Wildan.

"Lo!,"

"Lo cabe," Kata Wildan.

"Aargghh," Augita pergi meninggalkan Wildan.

***

"Bella!," Teriak Wildan.

"Eh Wildan, kenapa?," Kata Bella.

"Ntar latihan ya!," Kata Wildan.

"Siap,"

Setelah itu Bella masuk ke kelas.
Saat dikelas, ia melihat Pasha sedang bermain ponsel dan duduk diatas bangkunya Bella.

"Key," Panggil Pasha.

"Hm?,"

"Lo kenapa menghindar dari gue?," Tanya Pasha.

"Lo aja kali yang merasa begitu," Kata Bella.

"Ngg- ," Ucapan Pasha terputus saat melihat teman sekelasnya Pasha datang menuju Pasha.

"Lo sama Alan dipanggil ke ruang ketua yayasan,"

"Alannya mana?," Kata Pasha.

"Di depan ruang ketua yayasan tadi,"

"Ok,"

Setelah itu Pasha berjalan menuju ruang ketua yayasan.
Sudah sering Pasha dan Alan masuk ruang itu, karna ia sering membolos.

Saat Pasha sampai didepan ruang itu, Alan mengetuk pintu ruangannya.

Tok tok tok

"Permisi Pak," Kata Pasha dan Alan.

"Hm, masuk,"

Setelah itu hening selama beberapa detik, sampai akhirnya ketua yayasan itu yang membuka suaranya duluan.

"Kalian tau kenapa bapak panggil kesini?," Kata ketua itu.

"Tau pak, karna kita bolos pelajaran," Kata Pasha dan Alan.

"Itu salah satunya. Tapi ada lagi satu masalah kalian,"

"Apa pak?," Kata Alan.

Ketua yayasan itu menunjukkan sebuah foto, dimana didalam foto itu terdapat Pasha dan Alan sedang merokok dirooftop sekolah.

Mereka sempat bingung siapa yang memfoto mereka.

"Kalian tau kalau merokok itu dilarang disekolah?,"

Alan dan Pasha mengangguk.

"Maaf Pak, kami tidak mengulangi lagi," Kata Alan.

"Bagaimana dengan kamu Pasha?," Kata ketua yayasan itu beralih menatap Pasha.

"Hm," Pasha hanya bergumam tanda ia menerima ucapan Alan.

Ketua yayasan sudah paham betul sifat Pasha, jadi ia tidak heran kalau Pasha hanya menjawab seperti itu.

"Yaudah, kalian boleh keluar,"

"Baik Pak, permisi,"

Setelah mereka keluar,

gellaryonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang