KitKat dan Surat Penggemar

88 12 0
                                        

"Hari ini hari terakhir sekaligus penutupan MPLS yang artinya bakalan ada sesi pemberian surat penggemar."

Ketua OSIS itu berdiri di depan ruangan. Kedua tangannya tertumpu pada meja sementara matanya menatap setiap pasang mata yang ada di ruangan itu. Sejak tadi laki-laki itu memberikan arahan serta wejangan di depan rekan-rekannya pada kegiatan briefing panitia MPLS untuk terakhir kalinya.

"Inget, seberapa banyak surat ataupun hadiah yang kalian terima jadikan itu sebagai bonus aja karena udah tulus bimbing adik-adik kalian selama MPLS. Kalaupun nanti nggak ada yang ngasih ke kalian, jangan anggap itu sebagai sebuah kegagalan. Gue yakin kalian udah bekerja keras semampu kalian," kedua alisnya terangkat. "Oke?"

"Aye, aye, Captain!"

Mayoritas penghuni ruangan tersebut meniru penggalan dialog terkenal pada lagu pembuka kartun spons laut berwarna kuning yang tinggal di sebuah rumah nanas. Frasa tersebut pun bukan hanya sebuah seruan tak berarti, tetapi memiliki makna yakni "I hear, understand and will comply."

Laki-laki itu sadar bahwa adanya sesi pemberian surat penggemar alias surat berisi kesan dan pesan yang diberikan murid baru SMA Adibrata kepada kakak kelas panitia MPLS favorit mereka kadang malah menjadi ajang adu popularitas. Hal yang bisa jadi membuat salah satu atau dua rekan-rekan sesama panitia tumbuh rasa iri. Kurangnya surat atau hadiah yang diterima seakan-akan jadi validasi bahwa dirinya kurang populer atau kurang disukai para adik kelas kadang membuat orang-orang jadi rendah diri. Sebagai pemimpin yang baik, Fariz merasa dirinya perlu untuk menyampaikan wejangan tersebut. Toh, meskipun kadang hal ini dianggap tidak penting-penting amat oleh sebagian orang, tapi yang namanya perasaan tidak ada yang tahu kan? Niatnya pun hanya sekedar mengingatkan.

"Surat penggemar ini sifatnya bukan wajib ya, guys. Jadi, kalau emang ada anak di kelas kalian yang nggak mau ngasih surat ya nggak apa-apa. Nggak usah dipaksa," tambahnya.

Waktu semakin cepat berlalu dan masing-masing panitia harus segera memulai pekerjaannya masing-masing. Sebelum menutup agenda briefing panitia, Fariz kembali berbicara.

"Selamat menerima surat berisi gombalan dan sebungkus cokelat KitKat." Pandangan Ketua OSIS itu jatuh pada gadis yang jaraknya terpisah tiga baris meja di depannya. Tangan gadis itu yang sebelumnya sibuk menggunting potongan kertas rundown seketika berhenti. "Jangan baper ya karena siapa tau anaknya cuma iseng dan bingung mau ngasih suratnya ke siapa," ujar Fariz sambil tersenyum.

"Yhaaaa sedih amat," celetuk salah satu panitia.

Bukannya kelewat percaya diri, tetapi Bunga –yang kini kembali melanjutkan kegiatan memotong rundown dan memasukkannya ke balik name tag– benar-benar yakin bahwa orang dalam cerita si Ketua OSIS itu dirinya. Sebab satu tahun yang lalu Bunga pernah mengirimkan surat penggemar berisi gombalan dan satu bungkus cokelat KitKat kepada Fariz secara anonim. Laki-laki yang kini menjabat sebagai Ketua OSIS SMA Adibrata sekaligus crush-nya saat kelas 10 silam. Apakah selama ini Fariz sudah tahu siapa pengirim surat itu? Apa itu berarti dia juga tahu kalau salah satu anak buahnya pernah menyimpan rasa padanya? Kepala Bunga seketika pening memikirkan kemungkinan-kemungkinan itu.

"Udah mau jam setengah tujuh, nih. Semangat semuanya! Jangan lupa sama jobdesc masing-masing. Kalau ada masalah langsung kabarin di grup dan jangan panik. Oke?" ucapnya sekali lagi memastikan sebelum benar-benar menyudahi agenda briefing pagi itu.

Seluruh panitia MPLS kembali menyahut, "Aye aye, Captain!"

k u m p a r a n

(one year earlier)

Tubuh gadis itu terpaksa membungkuk untuk melihat beberapa pilihan cokelat yang tersedia di salah satu rak mini market dekat kasir. Sementara tangannya menelusuri beragam merek cokelat, jarum pada jam dinding yang ada di mini market menunjuk pada angka sepuluh.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 15, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

KUMPARANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang