Bab 4

1.4K 186 10
                                    


Part 🔞🔞🔞


Felix memainkan pensil ditangannya, seperti tidak sedang dalam mood Bagus, karena tadi pagi saat ia akan berangkat ke sekolah, ia tidak sempat sarapan jadilah dia kelaparan.

"Tahan felix... Sebentar lagi bel akan bunyi... "

Dan tepat tidak sampai 5 menit bel istirahat berbunyi, felix langsung melesat menuju kantin, tidak memperdulikan sang guru yang bahkan belum keluar kelas.

Bagu felix, perutnya itu nomor satu, tidak lucu jika dia mati hanya karena terlambat  makan.

Felix tersenyum cerah melihat satu cup ramen ditangannya, sebentar lagi cacing-cacing didalam perutnya akan berhenti, berhenti melakukan demo.

Dia mendudukkan dirinya disalahtu tempat yang sudah tersedia di dalam kantin.

"Aku gabung denganmu"

Saat felix mengalihkan pandangannya, betapa terkejutnya dia siapa yang ada didepannya. Saking shocknya, dia menyemburkan kuah ramen dari mulutnya tepat di wajah tampan pemuda bermarga hwang itu.

"Ma.. Maaf aku tidak bermaksud.. Maksudku ..aish"

Hyunjin menutup matanya, dan sedang mencoba menahan amarahnya, wajahnya merah padam tanda bahwa dia sedang marah.

Felix mengeluarkan beberapa lembar tissue yang baru ia beli, membersihkan wajah hyunjin, namun dengan sigap hyunjin  memegang tangan felix lalu mengcekramnya kuat.

"Aakh.. Sa.. Sakit"

"Apa kemarin belum cukup? "

Tanya hyunjin dengan nada dingin  namun, tetap terdengar sangat mengerikan.

Felix hanya terdiam, tidak berani menatap hyunjin, dia terlalu takut, keringat kembali mengalir dibadannya , dia mulai ketakutan.

"Tunggu saja saat pulang nanti"

Ucap hyunjin lalu pergi meninggalkan felix

Felix tidak bisa melanjutkan kegiatan makannya, akhirnya pergi melangkahkan kakinya ke salah satu ruang kelas yang tidak terpakai.

Ia mengeluarkan botol obat penenangnya, lalu meminum nya beberapa biji. Saat ia rasa mulai kembali tenang, ia kembali ke kelas dan berakting seakan-akan tidak terjadi apa-apa pada dirinya.

***

Saat felix baru saja akan menunggu bus, sebuah motor besar terparkir dihadapannya, itu hyunjin.

"Naiklah"

"Tidak, terima kasih aku akan pulang bersama seungmin"

"Kubilang naik"

"Tapi aku.. "

"Atau kau akan mendapatkan hal yang lebih buruk dari kemarin"

Mendengar kalimat hyunjin, felix segera menurut tidak mau membantah. Sedangkan hyunjin sudah menampilkan senyum smirknya, yang sayangnya tertutupi oleh helm yang dikenakannya.
Mudah sekali seorang lee felix masuk dalam perangkapnya.

Tidak cukup 15 menit felix dan hyunjin tiba di sebuah rumah besar, bisa felix pastikan itu rumah milik hyunjin, tapi rumah ini tampak sangat sepi.

"Masuk, jangan menghayal"

Felix segera mengikuti langkah kaki hyunjin untuk masuk ke rumahnya. Sampai ia terhenti didalam kamar hyunjin, dan baru menyadari hal bodoh itu ketika dia dan hyunjin sudah berada dalam satu ruangan.

Felix masih melihat-lihat disekitarnya tiba-tiba, hyunjin mendorong tubuhnya sampai membentur tembok kamar itu.

"A.. Apa yang kau lakukan"

"Ternyata kau sangat manis hm"

"Apa maksudmu?!!! "

Felix menaikkan nada suaramya namun  hanya mendapat senyuman licik dari seorang hyunjin.

Tanpa aba-aba, hyunjin mencium kedua bibir felix kasar, felix kaget, dia berusaha mendorong hyunjin namun tidak ada gunanya.

Hyunjin terus mencari celah agar lidahnya bisa masuk kedalam mulut hangat seorang lee felix.

Tangan nakalnya mulai meremas adik milik felix

"Ahh... "

Felix yang tidak sengaja membuka mulutnya membuat hyunjin tersenyum pelan
Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh hyunjin, dia langsung memasukkan lidahnya , mengabsen seluruh benda didalamnya, dan mengajak lidah felix untuk bermain dengannay.

"Nghh.. "

Felix berhasil mendorong hyunjin sehingga melepas panutan keduanya. Dia menatap  hyunjin takut, sedangkan yang ditatap seperti merasa kemenangan ada ditangannya.

"Kenapa hm? "

Hyunjin kembali mendekatkan tubuhnya kepada felix, sedangkan felix membuang mukannya  kasar.

Hyunjin mulai menggesekkan miliknya ke milik felix

"Sshhh... Hyun..hyunjin "

"You like it huh? "

Felix  menggelengkan kepalanya berusaha menetralkan pikirannya.

Hyunjin masih Setia menggesekkan miliknya

"Say it you like it babe"

"Never!!!! "

Hyunjin mengambil tangan felix lalu meletakkannya di atas miliknya.

"Kau merasakannya babe? "

Felix mau menarik tangannya cepat, dia tau hyunjin akan melakukan hal buruk terhadapnya.

Saat ia masih sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba saja felix merasakan sesuatu yang kenyal dan basah berada dipermukaan lehernya .

Felix mengigit bibirnya kuat, namun hyunjin malah mengocok adiknya yang baru saja bangun.

"Nggghhh... Shhh"

"More felix"

Hyunjin semakin cepat mengocok milik felix. Tubuh felix menegang dia sepertinya akan sampai.

"Malam ini puaskan aku"

Ucap hyunjin final

***

  Ini belum selesai ye bagian main kuda-kudaanya  wks, ini ngetiknya sambil bertobat  😂😂😂😂

Jangan lupa vote  yaaaaa. 😂😂😂💞💞💞💞💞

Save Me From The Black WorldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang