6. Dokter Su'udzon

14 0 0
                                        

"Huh, rasanya capek betul!"

      Bougenville langsung mengeluh ketika baru saja sampai di kosannya. Dia langsung duduk ke kursi malas yang berada di ruang tamu dan langsung meraih remot AC, udaranya panas banget soalnya.

"Bougenville, elo kenapa?"salah satu teman kosnya ternyata ada yang menyadari wajah memucat milik Bougenville. Teman kos barunya yang baru 2 hari ini. Karena sebelumnya, Bougenville doank yang ngekos di sini. Walaupun itu tetangganya sendiri sih di kampung sana, namanya Jasmine. Makanya udah akrab banget.

"Nggak tau nih,"Bougenville memijat-mijat tengkuknya sendiri,"Badan gue kayaknya panas-panas dingin campur pening banget gitu, mabok soal les kayaknya,"jujur Bougenville.

Hoek....

      Bougenville tiba-tiba memuntahkan sesuatu dari isi perutnya. Untung aja nggak sampai ke karpet kesayangan tante poiuytrewq.

"Wah, kayaknya masuk angin geh!"komentar temen kostnya itu. Ia kemudian ke belakang sebentar dan dengan kecepatan yang entah ke sepersekian detik udah balik lagi ke hadapan Bougenville dengan raut kecewa,"Wah fre*sh c*ar*e gue abis, balsem juga. Terus Bi*nt***ang t*uj*u gue juga abis."

(Nama merk di sini juga disensor)

    Tanpa sepengetahuan Bougenville yang tengah asyik memijat-mijat kepalanya sambil meringis. Si temannya itu sudah mengambil hp yang sepulang sekolah tadi langsung ia geletakan di lantai karena saking pusingnya. Si temannya itu memencet hp nok*ia jadul tersebut dan tanpa sepengetahuan Bougenville mengirim pesan teks ke kakak Bougenville. Kasian soalnya kalau sakit gini kan biasanya butuh ditemenin keluarga.

"Gue udah hubungin kakak elo,"jelasnya dan menyerahkan hp itu ke Bougenville.

"Ya ampun! Ini masuk angin doang kali, nggak sampai butuh kunjungan keluarga ke kos."

"Ya, nggak pa-pa gue kasian aja sama Elo kalo sakit sendirian gini. Soalnya gue mau ada kegiatan buat Pramuka sampai jam Setengah Tuju malem ntar. Gue mau siap-siap dulu nih."

       15 menit berlalu dan Bougenville benar-benar duduk sendirian sambil menahan mules-mules perutnya di ruang tamu itu. Hingga beberapa detik kemudian terdengar suara motor memasuki halaman depan kosnya.

"Dik, kamu baik-baik aja kan. Tadi si Jasmine yang sms pake hape kamu."

"Nggak pa-pa kok Ayuk. Si Jasmine aja yang leb-"Bougenville belum sempat menyelesaikan kalimatnya, namun isi perutnya benar-benar tak bisa berbohong dan,

(Ayuk; nama panggilan untuk Kakak Cewek)

Hoeks...
      Bougenville refleks berlari ke halaman karena takut mengotori karpet. Tapi dia tak memuntahkan apapun, hanya perasaan ingin muntah.

"Magh kamu kambuh lagi ya? Kamu pasti sering telat makan kan?"Kakaknya bertanya menyelidik.

"Oh..., pantesan...."

     Entah sejak kapan kakaknya itu sudah menggeledah kamarnya dan kembali ke hadapannya membawa sekotak ga**rry cho*co*latos  beserta bungkus-bungkus kosongnya yang belum sempat ia buang.

     Bougenville kehilangan kalimatnya, ia benar-benar tersangka dalam kasus ini. Soalnya dulu udah pernah diingetin biar nggak makan coklat banyak-banyak. Tapi kemarin ia malah kesenangan menghabiskan coklat berbentuk pipet minum tersebut.

"Ke dokter sekarang!"Kakaknya menyeret lengan Bougenville. Kalau urusan dokter-dokteran anak itu nggak bakalan gerak deh kalau nggak dipaksa.

"Ih..., aku nggak pa-pa Ayuk,"tu..., kan dia ngeyel lagi.

Diary BougenvilleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang