Percaya tidak, kalau kita menyayangi seseorang, maka apa-apa yang dianggap penting oleh orang yang kita sayang itu mendadak jadi penting juga bagi kita.
Misalnya saja, hari ini aku mencoba memahami apa yang disampaikan Ino, tapi sayangnya apa yang dikatakannya itu tidak sampai pada otakku.
"Lo ngerti nggak? Gue butuh pendapat lo soal ini," kata Ino di sela-sela "presentasinya" ketika melihat mulutku menguap.
"Sori, sori," Aku menepuk pipiku pelan dan menatap Ino dengan serius. "Coba ulangi lagi?"
"Males lah,"
Aku tertawa melihat wajah Ino yang sudah ditekuk. "Bukannya gue nggak mau dengerin, tapi lo kan paham kalau gue nggak suka musik beginian?"
Musik yang kumaksud adalah hip-hop. Dan ya, Ino saat ini sedang "mempresentasikan" hasil karyanya dalam menulis lirik dan memakai musik hip-hop buatan salah satu temannya.
Aku tidak paham apa pun soal musik, apalagi dengan musik seperti hip-hop dan kawan-kawannya.
"Salah gue juga sih nanya ke lo," kata Ino dengan nada yang masih terdengar kesal. "Gue harusnya nanya dia aja."
Aku terdiam. "Dia siapa?"
Begitu Ino menyebutkan nama, aku tersenyum paham.
Ah... Jadi begitu. Orang yang disukai Ino memiliki selera musik yang sama dengannya.
Tidak heran jika akhirnya aku tidak bisa terlihat di matanya.
Aku tidak terlalu menyukai hip-hop, Ino menyukai hip-hop.
KAMU SEDANG MEMBACA
To Him
Ficción GeneralI have something to tell you. But, I think I can't tell you.
