Langit hari ini mendung..
Aku berdiri di depan pintu masuk yang dulu selalu kita lewati..
Memangku tanganku di depan dada, merasakan beratnya nafas yang harus kuhela di setiap sesakku..
Merasakan lembut sapaan angin yang tidak dingin.. Seolah dia berusaha menghangatkan dinginnya hatiku saat ini..Aku menatap lama dedaunan yang menikmati sentuhan angin pada dirinya..
Orang bilang aku melamun.. Tapi tidak..
Aku tidak melamun, sayang.. Aku memikirkan kamu saat itu.. Hanya kamu..
Aku berdiri di situ tidak terlalu lama.. Mungkin hanya semenit..
Tapi setiap detik yang berlalu membawaku pada ingatan yang dulu sangat kusukai..Tahukah kamu? Dulu aku sering menyempatkan diri untuk berdiri di teras itu, berlakon seolah menelpon hanya untuk melihat jika Si Merah masih ada di parkiran..
Jika ada, aku akan berpikir mungkin kamu sedang sibuk di belahan lain gedung ini..
Jika tidak ada, aku akan bertanya-tanya tentang keberadaanmu.. Lalu seketika aku merindu saat itu juga..
Ohh iya, kamu menamainya Bety..Atau kenangan lain.. Ketika aku melihatmu melintas dengan Bety dari jendela..
Dalam hati, aku selalu berkata "Hati-hati di jalan, kamu.."
Sambil menaikkan doa agar kamu baik-baik saja dan aku bisa melihatmu lagi setelah sibukmu..Ini hanya sekelebat kenangan yang berhasil kamu bekaskan dalam ingatanku..
Kenanganmu ketika bersama Bety..
Melihat Bety dari kejauhan tempatku berdiri saat ini, itu sungguh membuatku rindu..Dan sekarang yang bisa aku lakukan hanya memeluk jaket merahmu dalam keheningan ruangan ini..
Aku sempat membauinya dengan parfummu.. Berharap aku bisa merasakanmu..
Tapi ternyata tidak bisa.. Tidak sama.. Tidak akan pernah sama..
Tidak akan pernah cukup..Tak ada baumu di sana.. Dan aku butuh kamu..
*******
Pelita, 08 Desember 2018
*kamu telah berubah*

KAMU SEDANG MEMBACA
Kanvas
PoetryHello. Ini merupakan work gabungan dari 4 penulis dengan latar belakang dan kesibukan yang berbeda. Tidak ada alur khusus, penokohan, tempo, atau apapun itu. Semua murni hasil pemikiran si penulis tentang "sesuatu" yang penulis lain juga tidak tahu...