Tangisanmu,terdengar
Tepat ditelingaku.membuatku
Ingin cepat bertemu denganmu,
Rasa khawatir ini,
Melanda diriku setiap malam,
Tak ada yang pernah kulewatkan,
Setiap malam,aku juga menangis,
Karna satu kesalahan yang tak ku ketahui,membuat dirimu menderita,
Sepanjang hidupmu-Rael"apa yang ingin kau katakan?"Nada pria ini sedikit berat dan halus-pria itu berjalan sambil memainkan jarinya diatas meja yang berisi piala-piala.
"Kau mau membantuku?"Pria ini berkata sambil membelakangi Teman nya,dia hanya menggunakan baju piyama tidurnya yang panjang dan memperlihatkan dadanya yang bidang.
"Bantu apa Rael?"pria dibelakangnya memanggil pria tersebut dengan sebutan Rael.
"Bisakah kau jaga adikku"mendengar permohonan tersebut pria dibelakangnya mendesah kasar sambil memegangi pelipisnya-lalu menghampiri Rael dan menepuk pundaknya.pria itu menoleh pada Rael,mata mereka bertemu.Rael mengernyitkan dahinya.
"Rael,,,Rael kau sehatkan,kau tau adikmu dan aku berbeda 3 tahun masa iya harus aku yang menjaganya.lagipula dia itu sudah besar,dia pasti bisa tau tentang pilihan hidupnya"nada pria itu seperti meremehkan Rael.
"Kau pasti pernah mendengar seorang manusia yang terjebak diruang waktu kan?"Rael berjalan menuju meja dan duduk disana-dia sambil menyalakan puntung Rokok.
"Itu hanya mitos dan hanya dibuat-buat untuk cerita anak-anak"pria itu acuh pada Rael.
"Bagaimana kalau kejadian dan benar-benar terjadi didunia,dizaman sekarang ini?"Rael memasang tatapan menusuk-dia menaruh puntung rokok yang mengeluarkan asap itu diasbak atas meja.lalu menghampiri pria itu.tatapan mereka bertemu seakan seperti musuh yang baru bertemu selama bertahun-tahun.
"Jangan menatapku seperti itu,aku tidak suka kau menatapku dengan tatapan tajam"pria itu membuang mukanya kearah lain agar tidak berpapasan dengan wajah Rael.
"Kumohon,adikku adalah orang tersebut,aku yang buat cerita tersebut apa kau tidak melihat penulisnya"Rael mengebawahkan alisnya sebagai tanda khawatir temannya Takan membantunya.sebenarnya dia sudah meminta bantuan pada teman-temannya,tapi semua itu ditolak dengan mentah dengan alasan yang terbilang tak wajar.pria itu terlihat pikir panjang.dimalam yang sunyi,ditempat yang hanya dihiasi lilin-lilin,tak ada lampu,dinginnya malam karna salju menambah suasana menjadi begitu suram dan gelap.pria itu melihat Rael seperti mengintimidasi-berpikir sejenak lalu akhirnya dia mengangkat suara.
"Apa yang bisa kulakukan untukmu?"mendengar jawaban itu Rael sangat senang seperti tertimpa kado besar yang berisi harapan kebahagiaan.terukir senyuman diwajah Rael-Rael memegang tangan pria itu dengan senyum tak percaya,bahwa ada yang mau menerima permohonannya.
Demi apapun Rael akan memberikan apapun bahkan hartanya yang begitu melimpah akan dia berikan pada orang yang berhasil membuat adiknya sembuh dari sebuah penyakit itu,tidak,tidak itu bukan penyakit tapi sebuah kelainan dari keturunan keluarganya.
"Aku mohon,,,,tolong aku jaga adikku entah kau menyamar jadi tetangganya atau sodara jauhnya itu terserah dirimu yang pasti aku percaya penuh padamu Song" tersenyum dan memeluk erat sebagai lelaki,menepuk pundak belakangnya.sungguh Rael tak pernah membayangkan akan ada yang menolongnya-dia benar-benar beruntung mendapat teman seperti Song.
"Lalu bagaimana denganmu?"Song melepaskan pelukannya,dia mengerutkan dahinya,lagi-lagi pria itu menatap mengintimidasi.dia ingin mendengar jawaban dari temannya.
"Kau terus hubungi aku perkembangannya, sementara aku disini,diamerika ini akan berjuang untuk mempelajari teori ruang waktu dan membaca kisah tentang ruang waktu"rencana yang sudah dibuat Rael membuat Song berpikir sejenak.ia memegang dagunya dan melipat tangannya kesikut seperti orang yang berpikir berat.
"Meski itu hanya mitos belaka"katanya setelah berpikir,dia menatap Rael berharap orang ini tak mengecewakannya.
"Yak,meski itu hanyalah mitos tapi bisa saja ada pesan terselubung disana"pria ini memang benar-benar pintar menjawab,seakan-akan dia dilahirkan dari otak emas dan IQ yang tinggi.hah,,,pantas saja dia tak terkalahkan saat disekolahnya.memang benar-benar Rael.
"Tck,kau ini selalu saja membuatku bangga,entah otakmu dari mana,pesona mu dari mana.aku tak tau tapi aku makin bangga padamu"Song menepuk pundak Rael dengan senyum lebar di bibirnya yang kecil.
"Hahaha,,kau memang selalu begitu sejak awal sekolah Song"ledek Rael yang juga menepuk pundak,tapi hanya sebentar.
"Nah,ayo kita mulai pekerjaan ini,doakan saja aku untuk tidak meminta jiwa dan raga adikmu"ruangan yang hanya dihiasi dengan kegelapan seperti kuburan sekarang menjadi cerah seperti layaknya kenikmatan surga.
×××
"Ka,bisa,,,kah kau,,,datang sebentar kerumah"isakan tangis yang terdengar dari seorang perempuan diseberang telpon.
"Maaf tidak bisa,tapi,aku punya kenalan yang dapat menemanimu dia teman terpercayamu.yakinlah padanya karna hanya dia satu-satunya harapan"pria itu menahan tangisannya dan mengatakannya ditelpon seolah-olah dia tak peduli pada adiknya.
"Tapi,,,aku Bu,,,tuh se,,karang"isakan tangis itu makin membesar,diseberang telpon makin terdengar tangisannya,dan lagi-lagi pria itu menahan tangisnya dengan menelan ludah yang sudah ingin keluar akibat menahan tangis.
Demi apapun pria itu seperti tertusuk pisau yang besar,tepat didadanya.jantungnya terasa sakit benar-benar sakit bahkan panggilan dari pembantunya diacuhkan olehnya.
"Ka,,,apa kau mendengarku,,,"tangis itu sedikit berhenti."aku ingin seperti yang lain,mendapat kebahagiaan di pagi,siang,sore dan malam tanpa ada halangan apapun.ka sebenarnya apa yang keluarga kita lakukan sampai ada kutukan seperti ini".
Benar-benar membuatnya tambah sesak,rasanya udara tak ada yang melewati kamarnya yang gelap.dia berfikir seharusnya dia yang merasakannya,kenapa harus adiknya?kenapa bukan dia saja?dibenaknya selalu saja berfikir seperti itu.bahkan hewan pun yang melihatnya akan merasakan kasihan padanya.
"Tenanglah aku akan menjagamu dari jauh,disini,hanya untuk beberapa bulan.setelah itu aku pulang ya?"suara pria itu si Rael,terdengar bergetar menahan tangis,rasanya dia benar-benar ingin menangis.tapi,dia menahannya agar adiknya tegar menghadapi masalah sialan ini.
"Baiklah ka,aku akan matikan telfonnya dan kembali tidur"suaranya sudah terdengar damai,disana,tepatnya di Indonesia-larut malam,dinginnya malam karna hujan,kamarnya yang begitu gelap.suasana yang sama seperti kakaknya.
"Baiklah,semoga mimpi itu hilang ya"Rael mengeluarkan air matanya,tapi tidak terdengar dari sebrang telfon.karna dia menyembunyikannya dengan pintar.
Tuut...
Telfonnya dimatikan dan akhirnya Rael bebas menangis kapanpun ia mau.disebuah kamar yang gelap adik-kakak yang menderita akibat kesalahan keluarganya dimasa lalu.membuat dunia mereka berbeda dari yang lain-kakanya siRael Jurnando Aksiano pernah mengalami hal yang sama,disaat umur 13tahun sampai umur 23tahun dan sekarang Adiknya merasakan hal itu disaat umur yang sama,sekarang ia berumur 20tahun.
"Bisakah?bisakah?kutukan ini menghilang dari adikku,aku"serentak mereka berkata hal yang sama-meski jauh tapi,hati mereka selalu sama,pikiran mereka bahkan sama jika ada yang terluka pun mereka pasti akan merasakannya.
Adiknya SiNatasya Jurnando Aksiano ini menangis di kamarnya dengan menundukkan kepala sambil bersembunyi dibalik tekukan lututnya.
______________________________________
Akankah kelainan ini berakhir dengan cepat?atau malah bertambah buruk?saksikan chapter selanjutnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
RUANG WAKTU |√JennYo√|
FantasySONG adalah seorang teman yang berjanji pada kakaknya Natasya untuk menjaganya karna beberapa tahun ini adiknya sering menghilang entah kemana. Tapi,saat Song ingin menjaganya dia terlibat urusan Natasya yaitu Ruang waktu.mereka masuk pintu Ruang wa...