12

10 1 1
                                    

Laki laki dengan bertubuh besar,otot yang terlihat dibalik seragamnya dan juga jalannya yang seperti laki laki macho.pria itu menghampiri Natasya,Song dan Gon.

“tadi Lu ngomong apa barusan”kesal Song yang menatap menantang pada pria tersebut.

“cuihhh,Lo kira gw takut sama lu”tantang pria tersebut dengan membuang ludahnya kearah samping.

“udah Song ga usah diladenin dia mah emang cari masalah mulu”kata Natasya dengan nada takut,dia terus menarik lengan Song untuk pergi.tapi,Song mengabaikan hal tersebut.

“Sobat udah sikat ae,tuh cewe lu Ampe belain dia,Sikat,sikat”hasut teman yang dibelakangnya membuat pria tersebut marah dan menarik kerah baju Song.Siswa siswi yang tadinya sedang mengobrol,bermain,bercanda berkumpul kekoridor hanya gara gara pertengkaran antara June dan Song.

Mereka mengelilingi 2 pria gagah tersebut dan kawanannya untuk melihat pertarungan tersebut.

“inget nama gw,Juneados anugraha Kinanti,Lo harus inget karna gw bakal hajar Lo abis abisan diluar sekolah!”ancam June.tapi ancaman tersebut tidak membuat Song takut dia malah memegang tangan June yang sedang menarik kerah bajunya.

“dan inget Nama gw Song Agraha Sutono,temen dari pemilik sekolah+calon suami buat adiknya”ledek Song ditambah seringaian yang membuat June makin marah.

June hanya bisa menahannya lantaran perempuan yang ia sayang berada didepannya,June melihat kearah Natasya,ekspresinya June tak menyukai mimik wajah seperti itu.akhirnya dia melepas kerah baju Song dan pergi sambil mengancam ‘kita akan ketemu lagi tapi kali itu gw yang bakal hajar Lo abis abisan’ dengan tatapannya.

Song merapihkan kerah bajunya,“bikin Mood gw jelek aja”.Song melihat sekeliling masih ada Siswa siswi yang melihatnya.“ngapain lu semua liatin gw!pergi Sono!”.mendengar amarah Song semua murid pergi dengan rasa takut.

“Song maafin gw ya,gw ga maksud buat Lo masuk ke masalah gw lagi”kata Natasya.

“iya,selow we lagian kenapa sih Lo biarin tuh anak ganggu hidup Lo,bikin susah aja”protes Song yang menatap Natasya dengan Tatapan marah.Gon yang melihat Song memarahi Natasya dia langsung ikut campur dalam hal ini.

“Song kau harus tau misi kita buat melindungi bukan malah merusaki”celetuk Gon yang menarik Natasya untuk dibelakangnya.

“Lo kira gw bakal perkosa nih orang”kesal Song yang langsung pergi meninggalkan mereka berdua.Gon menarik lengan Natasya untuk mengikuti si Song.mereka bertiga kekelas,duduk ditempat mereka masing masing.Natasya menghadap kebelakang.

“Gon nanti kita harus keperpus dulu ya soalnya emang kebiasaan keperpus dulu”kata Natasya sambil tersenyum,Gon mengangguk.Natasya melihat kearah Song yang duduk dekat jendela.“Song,,,”kata Natasya terpotong oleh Song,“iy gw tau tar kita keperpus”kata Song tanpa menoleh sedikitpun kearah Natasya.

Singkat cerita,mereka sudah berada diperpus mencari buku masing masing dan juga selera masing masing.“Sya ini buku apa ko ada gambarnya”kata Gon menunjukkan sebuah buku cerita yang berjudul 'mimpi Nyata'.

Natasya membalas,“ini namanya buku cerita buat anak kecil,ya bagus juga buat Lo yang baru kedimensi ini,baca aja”.

Gon membuka buku tersebut raut wajahnya berubah seperti orang tidak mengerti apapun,bagaimana mau mengerti tulisannya menggunakan bahasa Inggris dan bukannya Korea.
Natasya baru saja duduk dengan Song,Tapi Gon sudah berisik.

“Sya aku tidak mengerti dengan cerita ini”kata Gon dengan 'wajah tanpa Dosa' lalu menunjukkan isi buku tersebut.sebenarnya Natasya sempat bingung,tapi ia berpikir,‘bagaimana bisa orang zaman dulu membaca bahasa Inggris begini’.

Akhirnya Natasya mengambil buku tersebut dan mulai menceritakan tentang isi tersebut.Song juga mendengarkan,tapi dia juga membaca buku yang ia pinjam.

Seusai membaca kan cerita untuk Gon,Natasya terlihat sangat sedih melihat bagian terakhir cerita tersebut.

“Sya,Lo gapapa kan ko lu diem”kata Song yang berhenti membaca bukunya.

“Ga kok gw gapapa cuma isi dalam cerita ini kaya kisah kita bertiga”Kata Natasya menunjukkan isi cerita tersebut.

Gon membalasnya,“trus kenapa?kita tidak akan berakhir bahagia?kalau begitu aku akan mengubah takdir itu untuk kebahagiaanmu”.

“ga semudah itu cacing”maki Song yang menjitak kepala Gon,orang yang di jitak hanya meringis.

“iya bener ga semudah itu,mungkin emang ada takdir yang bisa diubah,tapi ga semua takdir bisa diubah Gon,takdir itu kaya aliran sungai dia memiliki 2 jalur yang satu jalur kecil dan yang satu jalur besar,kalau jalur kecil dihambat dengan batu itu artinya air yang mengalir akan berhenti sama seperti takdir kecil yang bisa diubah kapanpun asal lu berusaha,lalu kalo jalur besar sekuat apapun,sepinter apapun,secerdik apapun jalur itu ga akan bisa dihambat.karna jalur itu mengalirkan air yang terus mengalir dan juga hal paling terpenting untuk kehidupan.nah,seperti takdir besar,kematian,kehidupan,terlahir ya manusia,semua itu ga bisa diubah karna itu emang udah ada dari lahir ngerti ga Gon?”jelas Natasya dengan sangat detail,Gon hanya mengangguk mengerti.

“kayanya Lo cuma bisa ngerti kalo ada perbandingannya ya”ledek Song yang terkekeh bersama dengan Natasya.Gon melihatnya senang sampai ia teringat perkataan Song waktu malam pertama kali mereka bertemu.

“emm,dimasa depan nanti aku akan mati atau akan hidup?”

“yah,,,gw udah menduganya lu bakal tanya ini ke gw,emang kenapa sih mau tau banget”

“pengen tau aja agar diriku tidak penasaran”

“emmm,,,baiklah gw akan bilang tapi pada saat akhirnya saja.lo akan mati terhormat karna menjaga sang putri dan lo juga mati terhormat karna akan membunuh raja dari musuh kerajaan tersebut apa lo puas?sekarangpun lo disenangi banyak anak anak”

Gon melihat senyum dan tawaan dari mereka berdua,dia tersenyum manis.

'andai aku berada dizaman ini,andai aku bisa bersamamu lebih lama,andai semua khayalanku menjadi nyata,apakah bisa aku hidup bersamamu disini,sampai waktu itu akan datang aku akan menghilang di hadapanmu tapi,tenang senyuman tidak akan luput dari wajahku,aku ingin melihatmu bahagia bersama orang yang kau cintai,tak peduli dia miskin atau kaya aku akan memperjuangkan cintamu agar kau bahagia'---batin Gon.

Gon jangan senyum doang dong Senyum,ketawa kek”kata Natasya yang masih saja memperlihatkan giginya yang kecil.

“iya,kasihan si Song nanti dia akan kalah ketampanannya karna aku”ledek Gon yang mendapat Jiplakan dari Song.

“yeh,seenak jidat lu Kate kate”

∆•∆

Mereka sudah sampai dirumah,Natasya,Song dan Gon berhenti disofa Tengah dan menonton TV.Song yang ditengah dipergunakan sebagai sandaran mereka berdua.

Beberapa menit kemudian,ada yang memencet bel rumah lalu Song beranjak dari tempat duduk dan membuka pintu tersebut.

“Selamat datang Ra,,,,el”katanya terkejut melihat seseorang didepan pintu.

-----------------------------------------------------------

Siapa yang ada didepan pintu?
Akankah musuh baru mereka?
Atau memang Rael datang?

Saksikan part selanjutnya.😂😅

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 31, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

RUANG WAKTU |√JennYo√|Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang