02.bertemu

33 4 0
                                    

Bisakah?,

Aku kembali dizaman dinasti?,

Dimana ketenangan sang putri Takan terusik,

Kumohon,bawa aku kesana bersamamu--Natasya

Disepanjang jalan koridor Natasya selalu mendengar cibiran dari siswi2 sekolahnya.dia selalu menatap ke depan tak peduli dengan semua yang dikatakan siswi2 sekolahnya.

Diluar kelasnya terdapat dua orang teman kelasnya yang secara terang-terangan mencibir Natasya.Natasya hanya menoleh lalu kembali tatapannya menghadap pintu kelas.langkahnya terus maju sampai ia dapati mejanya yang sudah tercoret-coret.mejanya berisikan kalau dia orang gila,berbicara sendirilah dan lain-lain.tapi,tidak menutup kemungkinan Natasya untuk berhenti sekolah.

Natasya mendengus kasar.sebelum ia menghapus coretan meja itu.tasnya ia taruh di kursinya dan ia beranjak pergi menuju kamar mandi untuk mengambil lap meja.cibiran demi cibiran ia dengar,ia tak perduli berapa banyak cibiran yang ditimpakan padanya yang terpenting adalah belajar dan menunggu kakanya kembali keindonesia.

Dikamar mandi ia berhenti sejenak dikaca besar,dia menatap dirinya sendiri.apa aku seburuk ini?kenapa orang-orang menganggap ku gila?kalau saja mereka merasakan mungkin mereka akan seperti diriku,timpalnya dalam hati.Natasya mendengus lagi dan menutup matanya 2 detik,lalu membukanya lagi dan tersenyum sendiri dipantulan kaca besar.Fighthing ujarnya dalam hati.

Meski sebenarnya sulit baginya,tapi tak apa karna dorongan dari kakanya saat kemarin bahwa akan ada yang datang ke sekolahnya.entah dia akan menyamar menjadi apa tapi Natasya tak perduli yang terpenting adalah dia bisa bicara panjang lebar pada teman kakanya.

Natasya pergi menuju ke kelas dengan membawa lap disebelah tangannya.dia hanya menatap ke depan dengan tatapan kosongnya.beginikah rasanya tidak memiliki teman?sesakit inikah menahan cibiran satu sekolah?dia terus menimpali kata-katanya dalam hati.amarah nya disepanjang jalan sudah meluap tapi dia mencoba menetralkan hal itu.

Dia berdiri sejenak,memeriksa jam ditangannya 06.30wib.waktunya masih lama menurutnya.dia masuk kedalam kelas dan didapatinya coretan tambahan.amarahnya makin meluap.lap yang ada ditangannya ia kepalkan dengan kuat hingga menjadi kusut,rahangnya bergetar seakan-akan sudah menahan amarah selama bertahun-tahun.dikelasnya,hanya terdapat 3 orang siswi sedang menatapnya dengan menyeringai.meski ia tidak menatapnya langsung tapi Natasya merasakan hal itu.

Segera ia netralkan emosinya,menahannya dan terus ditahan.menarik napas panjang adalah jalan terbaik.lalu ia membersihkan coretan atas meja dan kursinya dengan perlahan.

∆•∆

Haruskah diriku berubah menjadi siswa SMA lagi?hah,,,rasanya aku tak mau berhubungan dengan sekolah lagi.begitu menyebalkan melihat buku-buku tebal dengan rumus-rumus didalamnya.apa aku pura-pura menjadi kakanya saja?atau menjadi ayahnya?tapi itu terlalu tua,bagaimana kalau dokternya?tapi,aku ini sekolah di jurusan IPS masa iya harus dijelaskan tentang lempengan-lempengan tektonik dan juga indraja beserta jagat raya.

Rasanya misi ini begitu sulit kulakukan,sudahlah kuputuskan untuk menjadi murid SMA lagi,Hitung hitung bisa mengingat soal dan rangkuman dari sana.

Sebelum aku memasuki sekolahnya adik temanku,aku membayar orang untuk Berpura-pura menjadi orang tuaku lalu mendaftar kan ku kesekolah tersebut dengan berbagai alasan.

RUANG WAKTU |√JennYo√|Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang