Ayah.. kau tidak akan mengerti

464 58 131
                                    

Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa kini hyora sudah memasuki semester pertamanya di sekolah

Terdapat berbagai ujian dan tugas yang membebankan anak manis itu

Walau sebenarnya hyora mengerjakan semua yang di anggap sulit oleh teman-temannya hanya dengan satu kedipan mata

Anak itu benar-benar jenius, bahkan guru nya saja merasa terkalahkan dan selalu berkeringat serta gugup jika hyora mengangkat tangannya untuk bertanya

Pasalnya anak itu menanyakan hal yang benar-benar tidak di fikirkan oleh anak-anak seusianya

Bahkan tak jarang hyora membuat rumus lain dan teori baru pada setiap pelajaran

Hal itu benar-benar di luar logika

Kali ini saja semua murid tengah berkeringat dingin menunggu hasil ujian mereka

Satu persatu nama di sebutkan dan sang pemilik nama harus melangkah maju mendekati meja guru dan menerima selembar kertas yang terdapat angka yang begitu keramat

Tak jarang dari mereka yang menahan tangis karna mendapat nilai yang cukup buruk, gambaran orang tua mereka yang murka menjadi faktor utama hal itu terjadi

Hyora sendiri hanya diam dan menatap teman-teman nya dengan bosan

Kenapa mereka selalu menangisi hasil yang tidak dapat di ganggu gugat? Benar- benar membuang waktu dan tenaga

Di saat nama kim hyora berkumandang, setiap manusia di dalam ruangan itu menutup mulut mereka

Menatap hyora yang tengah berjalan angkuh, mengambil kertas beratas nama kan dirinya lalu kembali berjalan dengan menatap nilai yang tertera di dalam nya dengan bosan

Semua murid masih menunggu salah satu dari mereka ada yang berani bertanya

Hingga seorang murid cantik bernama Rae byunji melangkah mendekati hyora yang kini tengah memasukan barang-barangnya ke dalam tas dengan tenang

"Hyora-ssi bagaimana dengan nilai ujian mu?"

Semua murid menajamkan pendengaran mereka, moment ini benar-benar menegangkan, kelas unggulan selalu mengutamakan nilai di atas segala nya

"Hmm tidak lebih besar dari nilai tes ujian masuk ku enam bulan yang lalu"

Semua murid kini menatap byunji, seolah-olah memintanya untuk kembali bertanya pada hyora

"Eumm benarkah? Memangnya berapa nilai ujian tes masuk mu saat itu?"

Hyora mengangkat tas nya, menggunakan benda itu di belakang punggungnya lalu berbalik dan menatap byunji dengan datar

"Seratus"

Sontak semua murid mengumpat dan menatap hyora dengan penuh kebencian

Tentu saja tidak ada nilai yang lebih tinggi dari seratus bukan

Aishh rasanya mereka ingin mencekik hyora dan memutilasi mayatnya secara masal

Namun tetap saja saat hyora berjalan tidak ada yang berani menghalangi langkah anak pemilik saham terbesar sekolah yang sangat terkenal itu

Bahkan Frank hanya mampu diam dan menatap hyora dengan wajah datarnya

Sejak kejadian itu tidak banyak yang terjadi di antara mereka. Hanya saja Frank sedikit menjaga sikap dan mencoba untuk berdamai dengan hyora

Bukan karena Frank takut akan status nya yang terancam, hanya saja seiring berjalannya waktu Frank menyadari bahwa hyora tak seburuk ekspetasinya

Anak yang terbilang manis itu bahkan tak ragu-ragu untuk membantu seorang gadis yang baru saja mendapatkan cairan menjijikan dari temannya

This is my life🍁[MINSOON] [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang