(Editing Process)
Jadi, setahun yang lalu, waktu kelas 1 SMA, gue sekelas sama Lee Daehwi. Dan ke ajaibannya, kelas dua ini, gue juga sekelas sama dia.
Gue tu udah suka sama dia sejak awal kelas 1. Bahkan dia tau kalo gue suka sama dia. Kenapa? Kar...
—Selama mereka di Aussie, rata-rata dialog nya pake Bahasa Inggris, tapi nanti bakal ada translatetannya di bawah dialog itu yaa—
"Daehwi beneran gapapa sekamar sama Namjoon? Kalo nggak gantian aja sama Yangyang, dia mau kok," tanya Miss Jessica ke Daehwi.
"Gak apa Miss, aku gak masalah sekamar sama Kak Namjoon. Biar aja Kak Yangyang sama Kak Mark, aku gak mau ngerusak pertemanan mereka," kata Daehwi sambil ngelirik ke gue. Iya gue. Gue, Mark.
Gue gak tau kenapa seorang Lee Daehwi berperilaku kayak gitu ke gue. Apa sih masalah dia sama gue?
Mulai dari tadi pagi, kerjaan dia itu ngelirik ke gue, kayak marah gitu. Terus waktu sedang di pesawat, dia gak ngerespon waktu gue panggil. Waktu di mobil juga, awkward banget, apa lagi kan gue duduk sebelah dia.
Mana sekarang dia ngebahas pertemanan gue sama Yangyang, padahal gue sendiri gak begitu deket sama Yangyang. Cuma sekadar kenal karena temenan sama Lucas. Emang gue pernah salah apa sama dia?
Eh tapi ya, setelah gue pikir-pikir lagi, dia jadi kayak gini sejak gue meluk Jiran. Emangnya kenapa sih?
Apa jangan-jangan..
Dia--
"Mark!" panggil Yangyang dari depan pintu kamar kami.
"Ah iya!"
—
"Lo tadi ngelamun lama banget. Mikirin apa?" tanya Yangyang.
Yangyang pun langsung meletakkan kopernya di deket kasur. Habis itu dia pergi ke toilet, cuma cuci tangan dan muka. Iya, dari tadi gue perhatiin sambil unpacking barang.
"Lo mau ke mana? Gak unpacking?" tanya gue ke Yangyang yang langsung bergegas ke arah pintu keluar.
"Nggak, gue mau cari udara dulu. Lo mau ikut?" ajaknya.
Gue pun menggeleng dan lanjut unpacking.
—
Setelah unpacking, kami harus ke ballroom hotel. Di sana kami bakal diberi penjelasan tentang kegiatan kami di sini.
"Mark, Yangyang ada dimana?" tanya Miss Jessica. Gue pun hanya bisa mengangkat bahu gue karena emang gue gak tau dia ada di mana.
"Good evening students from Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapore, France, and India." (Selamat malam murid-murid dari Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapore, Perancis, dan India.)
"Good evening," teriak seluruh murid yang ada disitu.
"Tonight, I will explain about our schedule while you are staying here," (Malam ini, saya akan menjelaskan mengenai jadwal kita selama kalian menetap di sini.)
Gue langsung nyatet apa yang disebut MC itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Since it's already late, all of you are allowed to take a rest. Good night and see you in the morning," (Karena sekarang udah malem banget, kalian semua boleh istirahat. Selamat malam dan sampai jumpa besok pagi.)
Semua orang bertepuk tangan dengan meriah. Kecuali Daehwi yang sibuk ngeliatin Jiran. Tatapannya itu beda. Keliatan kesel tapi kayak ada sesuatu yang tersembunyi di situ.
Semua orang tau kalo Jiran nyimpen perasaan ke Daehwi dari kelas 10. Mereka juga tau kalo gue punya perasaan sama Jiran dulu. Iya dulu. Gue sih ngomongnya kayak gitu ke orang lain. Haha padahal gue masih suka sama dia.
Banyak yang suka bilang kalau kami itu love triangle yang gak mungkin selesai. Ya gue sih sebenernya gak tau gimana mereka semua bisa tau tentang itu. Ada yang bilang kalau keliatan dari cara gue yang sering merhatiin Jiran kalau dia lagi lomba 17an, ya secara gue kan panitianya. Terus ada juga yang bilang Jiran sering lewat depan ruang OSIS waktu kelas 10 dulu, katanya mau liat Daehwi.
Oh iya ada satu hal yang hampir gue lupain. Jiran emang pernah confess sih ke Daehwi, jadi ya wajar kalau semua orang tau. Toh dia confess depan ruang OSIS. Gue jadi digangguin, dibilangin kalau gue patah hati. Alhasil gue bilang kalau gue gak suka lagi sama Jiran.
Sampe sekarang, cuma Lucas sama Yangyang yang tau kalau gue masih suka sama Jiran. Gue awalnya cuma mau ngasih tau Lucas sih, tapi waktu itu dia lagi sama Yangyang jadi gue merasa gak enak kalau cuma ngomong ke Lucas. Makanya Yangyang juga tau.
Lucas pernah nanya. Kenapa gue masih suka sama Jiran, padahal gue kan tau dia suka sama Daehwi.
Jawabannya gak sekedar 'karena perasaan gak bisa dikontrol'. Ya, jawaban itu gak salah. Tapi kurang lengkap.
Menurut gue, perasaan itu gak patut untuk dibuang jauh-jauh. Meski gak dibalas pun, perasaan gak harus dibuang. Ya kalau emang mau move on sih silahkan. Tapi kalau dari pandangan gue, asal masih ada kesempatan.. ya untuk apa kita nyerah?
I don't like giving up.
Oleh karena itu...
Gue bakal berusaha untuk jadi lebih deket sama Jiran.