"Ngapain ya kita ke situ Hwi?" tanya Somi ke Daehwi waktu kami sedang jalan ke arah ruang C1.
Lagi-lagi gue jadi nyamuk.
Ya awalnya sih begitu.. Tapi tiba-tiba..
Bener banget. Ada kak Mark, selalu dia.
Begonya gue, waktu dia senyum gue malah ikutan. Kayak orang bodoh woi.
Park Jirannn! Lo memang manusia paling pinter yang pernah gue temuin.
Udah deh gak tau lagi gue.
"Hai Ran," sapanya.
"H-hai kak.."
Oh shit. Am I falling for Lee Minhyung?
"Oh hey kak! By the way, kakak tau gak kenapa kita disuruh ke ruang C1?" Somi tiba-tiba bicara ke kak Mark.
Nggak Daehwi, nggak kak Mark. Sama-sama diserobot Somi. Semuanya aja Som, semua.
"Bukannya yang olimpiade Bahasa Inggris itu ya? Sadar gak sih, semua yang dipanggil tuh yang ikut seleksi."
Udah capek gue di sini. Kenapa harus Jeon Somi sih?
Gue pun mempercepat langkah gue. Udah keburu sebel soalnya. Tapi sebelom gue bener-bener menjauh, gue denger suara Daehwi. "Dih pergi dia."
Waktu denger kata-kata Daehwi tadi, gue semakin mempercepat langkah gue. Saking buru-burunya, gue gak sengaja nijek tali sepatu gue sendiri. Gue udah nyiapin diri supaya waktu nyampe lantai badan gue gak sakit-sakit amat.
"Jiran!" teriak kak Mark yang ternyata nyusul gue.
Tiba-tiba aja, ada seseorang yang nangkep gue. Bukan pake tangan, tapi pake kaki. Iya pake kaki. Gak tau gimana kaki dia bisa sekuat itu tapi kayaknya gue emang enteng. Gak lama setelah nahan gue dari jatuh, orang itu langsung pelan-pelan nurunin gue ke lantai dengan kakinya.
Setelah itu, gue langsung dibantu berdiri oleh kak Mark. "Ji, lo gapapa kan?"
"Gapapa kok kak," ujar gue sambil ngelirik ke arah orang yang tadi nahan gue waktu jatuh. Temennya kak Lucas, Liu Yangyang.
"Yo Mark, bareng yok ke C1," ajaknya dan kak Mark pun ngangguk. Pada akhirnya, gue ikut mereka berdua.
—
"Jadi selamat untuk kalian yang lulus seleksi olimpiade Bahasa Inggris!"
"Ran! Selamat ya!" tiba-tiba kak Mark meluk gue.
Apa?
Ok, gini ceritanya.
—
"Yang masuk adalah Liu Yangyang, Lee Minhyung, Seo Herin, Jeon Somi, Lee Daehwi, dan Park Jiran! Selamat ya untuk kalian berenam!"
Apa-apaan ini?
"Wah kita berdua masuk nih Som! Artinya kita berdua perwakilan kelas kan?" tanya Daehwi ke Somi yang duduk di sebelah dia. Apa maksud dia 'kita berdua'? Dia lupa kalau gue juga sekelas sama mereka.
"Iya Hwi, gue padahal gak belajar tuh," kata Somi. Iye lah Somiii, lo itu bule wajar kalau tetep masuk walau gak belajar.
Eh tapi kok gue juga masuk ya?
Perasaan yang lulus ini Bahasa Inggrisnya bagus banget deh.. gue kalah jauh sih kalau ini.
Liu Yangyang, kakak kelas 12 IPS 5. Dia sekelas sama kak Lucas. Selain Bahasa Inggris ni kakel juga bisa bahasa German. Mau nangis aja gue kalau disandingin sama dia.
Kak Mark, biasalah ya. Dia dari kelas 12 IPA 4. Cowok ajaib satu ini lahir dan pernah tinggal di Kanada jadi wajar aja sih masuk.
Seo Herin, kelas 11 IPA 2. Anak kelas sebelah yang cantik luar biasa sampe gue iri anjir sama wajahnya. Bukan cuma itu, dia aksennya British gitu. Gimana gue gak insecure coba?
Yang terakhir tu ya Lee Daehwi. Sekelas ama gue, 11 IPA 1. David Lee. Haha. Wajar sih dia lolos. Toh dia pernah tinggal di Amerika.
Oh iya hampir lupa, Jeon Somi juga ada. Nyebelin sih. Dia emang bule jadi wajar kalau ada di sini.
Nah gue kok ada disini? Cuma gue yang gak pernah tinggal di luar negeri di antara mereka semua.
I don't feel like I belong here.
—
"Ran! Selamat ya!" tiba-tiba kak Mark meluk gue.
"Oh kak Mark, selamat juga ya."
—
Gue kira cuma Jeon Somi yang bakal jadi orang penting di hidup gue dan Daehwi. Ternyata gue salah. Kak Mark juga salah satu orang penting itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lee Daehwi: Honestly
Fanfic(Editing Process) Jadi, setahun yang lalu, waktu kelas 1 SMA, gue sekelas sama Lee Daehwi. Dan ke ajaibannya, kelas dua ini, gue juga sekelas sama dia. Gue tu udah suka sama dia sejak awal kelas 1. Bahkan dia tau kalo gue suka sama dia. Kenapa? Kar...
