Selesai makan, mereka berdua langsung kembali ke ruang inap Rere. Hening dan sunyi, suasa itulah yang menggambarkan ruangan saat ini. Tidak ada yang mengeluarkan satu patah katapun. Revan dan Eca langsung mengambil tempat duduk.
Tiba-tiba suara dobrakan pintu memecah keheningan, disertai dengan suara tinggi Kevan yang menggema di seluruh ruangan. "Tante Rere, are you okay?"
"Haduhhh... keponakan tante satu ini, bawelnya gak pernah hilang," ucap Rere kemudia membuka tangannya mengisyaratkan Kevan untuk datang ke pelukannya. Dengan seribu langkah Kevan langsung masuk ke dalam pelukan Rere.
"Kamu kebiasaan deh, teriak-teriak," kata Ela mengomeli anak sulungnya itu.
"Ih tante sayangnya sama Kevan doang sekarang, Eca udah gak ada yang sayangin lagi," ucap Eca disertai dengan muka masamnya.
"Aduhh... jangan gitu Eca. Malu tuh dilihat Re... Re... siapa tadi namanya?" Ucap Rere sambil kebingungan.
"Revan tante," Jawab Revan.
"Oiya, Revan, udah sini ponakan tante yang paling manja," kata Rere kembali memberikan isyarat agar Eca bergabung dengan mereka.
🍭
Setelah dari rumah sakit, Ela menyuruh Eca untuk kembali ke ruamah Rere agar Revan bisa beristirahat. Jalan yang dilalui cukup macet dan merekapun mengambil jalan pintas agar tidak terlalu terkena macet.
Sesampainya mereka di rumah Rere, Revan memarkirkan mobilnya di halaman rumah yang cukup luas itu. Ia meresa tidak asing dengan lingkungan ini. Seperti ada sesuatu hal yang menariknya melihat masa lalu.
Revan's Flashback
"Revannn..." teriak seoarang anak perempuan memanggil namaku. "Jangan jauh-jauh nanti kamu kesesat."
"Aku gpp! kamu yang harus hati-hati jangan mau diajak ngomong sama orang asing, kamu tunggu situ aja, aku pasti kembali," balasku dengan berteriak sambil terus berlari memasuki hutan.
Bugh...
Aku menabrak sesuatu yang empuk tetapi juga keras dan kemuadia aku terjatuh dengan sangat hati-hati aku mendonga ke atas. Yang dapat aku lihat hanyalah seseorang dengan badan yang sangat tegap dan besar berada persis di depanku.
Revan's Flashback End
"Pak! Bapak kenapa?" Tanya Eca kemudian menggoyangkan bahu Revan.
"Eh- anu- gpp," jawabnya dengan terbata.
"Yadah ayo keluar. Bapak pasti capekkan?" Tanya Eca dan dijawab hanya dengan deheman.
Eca memberi tahu Revan bahwa kamarnya berada di atas, kamar tamu tentunya yang akan digunakan Revan. Sedangkan Eca langsung menuju ke kamar tantenya dan berbaring di sana.
Aku benar-benar merasa tidak asing dengan lingkungan ini. Apa yang sebenarnya pernah terjadi di sini. Kenapa aku bahkan tidak dapat mengingat masa kecilku? Batin Revan terus bertanya-tanya.
"Apa ada hubungannya dengan Eca?" Tanyanya sendiri. "Tapi mana mungkin."
🍭
Eca POV
Tok... Tok...
Aku mendengar seseorang mengetuk pintu kamarku. Aku melirik ke arah jam dinding dan ternyata sudah jam 8 malam.
"Caaa... aku gak bawa baju," aku tau pasti Revan yang teriak dari balik pintu. Haduh... ini bapak-bapak ada-ada aja sih kelakuannya.
Dengan malas aku menuju depan pintu dan membukanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Me and Teacher
Romance[COMPLETED] Dijodohkan dengan Pak Revan?! Apa ini tanda-tanda akhir hidupku?! Biar aku kenalkan, Namanya Revansyah Taruma Soetardji, guru fisika yang paling kaku menurutku, dari nama belakangnya saja semua orang pasti sudah tahu kalau dia adalah ana...
