kelas sosial pelajar: kaum prestasi & kaum pojok

121 12 0
                                    

Sebuah kelas dan piramida kapitalisme telah terbentuk dan menjadi sebuah tradisi di sekolah, dimana adanya kaum prestasi yang selalu diperhatikan, mereka yang selalu dipermudah oleh para otoritas maupun para pengajar di sekolah, mereka selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan di sekolah, pergerakannya sangat mudah bahkan mereka bagaikan bunga yang bermekaran di sekolah yang selalu dipandang.

Ada dua golongan di kaum ini, pertama adalah budak nilai.

Budak nilai adalah seorang pelajar yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan keseharian hanya digunakan untuk belajar akademis, namun sebagian diantara mereka tidak pernah belajar dengan realita yang terjadi, mereka sering sekali menutup mata dengan kondisi sekitar dan hanya memikirkan diri dan nilai sendiri. Mereka melakukan itu hanya ingin dipandang oleh guru dan berharap mendapat jalan sendiri yang lebih mudah di banding kawan-kawannya, mereka tidak ingin berjuang bersama, hanya berjuang untuk kepentingan pribadi.

Golongan ini harus di hilangkan karena golongan ini adalah golongan individualis sejati, ini sudah menjadi sebuah penyakit yang harus di sembuhkan.

Golongan ini harus di beri pencerahan, harus dibuka mata dan hatinya agar mereka melihat penderitaan kawan-kawannya dan tidak menjadi seorang individualis.

Golongan yang kedua adalah golongan penjilat guru

Para penjilat guru bagaikan seorang penjahat yang berpura-pura menjadi seorang kawan, membuat kita yakin dengan keberadaan dirinya, membuat kita percaya dengan dirinya tetapi mereka sebenarnya hanya seorang pendusta, seorang penghianat.

Mereka melakukan apapun bagaikan menyembah guru ataupun otoritas agar mereka mendapat perhatian dengan menjatuhkan kawan sendiri, kaum ini adalah penyakit yang dapat menyebar dan harus dihilangkan.

Seorang pelajar yang pro terhadap khalayak orang banyak harus menghindari golongan seperti itu, mereka hanya mencari keuntungan dengan cara yang tidak baik, mereka tidak akan nyaman bila orang lain diatas mereka dan perlahan mereka mulai berencana serta mencari kesempatan untuk membuat kita jatuh.

Mereka adalah calon para penggerak kapitalisme.

Tetapi dengan keyakinan hati yang kuat, kita bisa mengalahkan mereka, kebenaran akan terbuka, kita bisa menuju ke kebenaran tersebut karena kita tidak buta seperti mereka.

Sesungguhnya nilai itu hanyalah sebuah candu pelajar.

Yang kedua adalah kaum pojok.

Mereka adalah kaum yang cerah masa depannya mereka bukanlah orang-orang yang hanya mencari nilai ataupun keuntungan belaka, namun mereka adalah orang-orang yang memiliki semangat kebersamaan tinggi, mereka bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama, keuntungan harus dirasakan bersama.

memang... kaum pojok bukanlah kaum yang tinggi derajatnya, sebagian dari mereka pun bukanlah kaum yang baik dimata para otoritas ataupun para pengajar, tetapi mereka memiliki sebuah keistimewaan yaitu solidaritas yang sejati, mereka tidak memikirkan dirinya sendiri, mereka juga memikirkan bagaimana nasib kawan seperjuangannya.

banyak yang bilang kalau kaum pojok itu adalah kaum yang buruk dan bukanlah contoh yang baik untuk sekolah, kenapa mereka bisa seperti itu ? itu semua terjadi karena sekolah melupakan keberadaan mereka, sekolah tidak bisa memberi jalan, tidak bisa memberi pencerahan yang baik kepada mereka, aturan yang keras dari otoritas hanyalah membuat mereka semakin tertekan karena setiap masalah yang diberikan mereka seperti tidak ada solusinya, itu semua abu-abu.

solusi dari permasalah golongan ini adalah diubah pikiran yang sudah tertanam oleh para pelajar, disatukan dan di sama ratakan kelas sosial di sekolah ini, tidak ada yang pintar ataupun yang tidak pintar, karena tujuan adanya pendidikan dan sekolah adalah belajar, kita semua belajar, kita memiliki tujuan bersama kenapa kita harus terpecah ? kita harus saling membantu, saling memberi dorongan agar bisa mencapai kesuksesan bersama.

kelas sosial hanyalah memperburuk moral pelajar, apalagi bila para otoritas melakukan perbandingan atau pun pilih kasih terhadap siswanya.

Darah Dalam PenaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang