dalama Bab 1 sudah dijelaskan antara golongan dan dua kelas sosial pelajar, namun ketika kaum dan golongan tersebut telah disatukan, sudah tidak adanya kesenjangan sosial, tidak adanya piramida kapitalisme dalam kelas sosial pelajar, maka sebuah perserikatan dan juga sebuah pergerakan bisa dimulai.
Sebuah perserikatan pelajar haruslah dibentuk dengan tujuan bersama, yang memperjuangkan hak bersama, janganlah dibentuk karena kepentingan pribadi atau hanyalah kepentingan pihak tertentu. Setiap perserikatan pelajar haruslah bersikap revolusioner dalam mencari ide ataupun merealisasikan ide tersebut yang bersifat kerakyatan atau yang memikirkan khalayak bersama.
Keberhasilan dari suatu organisasi, perserikatan, persekutuan itu dikarenakan dari kekompakan anggotanya dalam menyelesaikan suatu tujuan, suatu visi misi dari organisi tersebut. Tidak ada perpecahan yang dikarenakan masalah Pribadi ataupun ketidaksependapat pemikiran antara anggotanya, untuk meminimalisir terjadinya hal yang tidak di inginkan sehingga memicu sebuah perpecahan, diperlukan pemimpin yang cerdas, yang dapat melawan sikap egonya untuk kepentingan bersama.
Revolusi pendidikan bukanlah sebuah perlawanan untuk melawan aturan, bukanlah sebuah perlawanan karena ingin melawan guru, tetapi Revolusi pendidikan ini perlawanan terhadap Kurikulum, Rezim dan Otoritas yang menciptakan mental budak, melawan kelas sosial pelajar. Pelajar tetaplah menaati aturan yang berlaku selama itu benar.
Setelah melakukan perlawanan terhadap kelas sosial berarti kita berhasil menghancurkan pilar-pilar kapitalisme dalam lingkungan pelajar, menjadikan para pelajar mendapatkan hak yang sama, hak yang sama yang dimaksud bukanlah tidak adanya kepemilikan, tetapi hak untuk mendapatkan fasilitas yang sama, perhatian yang sama, hak berpendapat, hak untuk setuju maupun tidak setuju.
Kegagalan yang biasa terjadi saat ingin dilancarkannya revolusi pendidikan adalah kurangnya dukungan diantara siswa, karena kurangnya dukungan tersebut maka kurang juga massa untuk melancarkan revolusi. Para otoritas menganggap pergerakan kita itu hanyalah sebuah main-main, diperlukan massa yang banyak dan serius dalam perjuangan revolusi agar para otoritas sadar betapa salahnya mereka.
secara singkatnya, sekolah ada karena ada siswa yang ingin belajar, para pengajar dan otoritas bisa mendapatkan upah mereka karena adanya kita, pembelajaran bisa terjadi karena adanya pengajar dan pelajar, namun mereka seperti tidak sadar tentang pentingnya keberadaan kita, bila tidak ada pelajar maka pengajarpun tidak bisa mengajar, dan sekolah pun tidak akan ada, para otoritas maupun para pengajar tidak akan mendapatkan upah mereka, mereka tidak bisa menjalani kehidupan dan tidak bisa memberi makan keluarganya.
ini adalah piramida kapitalisme dari dunia sekolah, dan posisi kita sebagai pelajar hanyalah mendapatkan posisi terbawah yang mengangkat orang-orang diatas kita, namun bila kita bergerak, kita tinggalkan piramida itu, maka piramida itu akan rubuh karena adanya kita bagaikan fondasi dari suatu bangunan.
perserikatan pelajar ini, selain berjuang untuk revolusi pendidikan, perserikatan ini bisa menjadi tempat silahturahmi antar pelajar, agar terhindar dari gesekan antar sekolah. Selain itu perserikatan ini bisa menjalankan bakti sosial agar para pelajar di Indonesia khususnya generasi Milenial ini tidak dianggap buruk oleh masyarakat, dan merubah pandangan masyarakat terhadap generasi milenial ini.
Telah terlihat bahwa para otoritas itu memiliki sifat yang reaksioner, mereka selalu menolak kemajuan dan perkembangan dari suatu era, dan menganggap semuanya buruk, mereka langsung menolak tanpa melihat dan menyaringnya, Ini yang mengakibatkan kita tertinggal dari negara lain. Banyak sekali di buku pelajaran kita sebuah ilmu yang ditutupi, propaganda dari pemerintah yang menolak dari suatu pemikiran dan menyalah artikan pemikiran tersebut, sehingga sudah tertanam ilmu itu di masyarakat kita, padahal ilmu itu adalah ilmu yang salah.
ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan revolusi.
revolusi inilah yang akan membawa perubahan besar bagi bangsa dan negeri tercinta ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
Darah Dalam Pena
No FicciónPelajar butuh sebuah perubahan, sifat egois remaja membuat mereka tidak sadar sebenarnya kita ditindas oleh rezim sekolah maupun kurikulum, sistem belajar yang tidak efektif membuat para siswa memiliki mental budak bukanlah mental pemimpin. Revolusi...