Chapter five

927 62 2
                                        

"Ya Allah mas, akhirnya kamu pulang. Kamu baik baik aja kan?" ucap Prilly dengan khawatir, saat melihat Ali memasuki rumah

"apa sih lo, gw baik baik aja! Ngapain coba khawatirin gw? Kaya anak kecil aja!" ucap Ali ketus, sambil berlalu meninggalkan Prilly yang tertunduk diam.

...

Malam ini Prilly tengah duduk sembari melamun di kursi balkon kamar nya. Jika kalian mengira Ali dan Prilly satu kamar, kalian salah!, nyata nya mereka pisah kamar, lebih tepat nya Ali yang tidak ingin sekamar dengan Prilly.

Tiba-tiba terdengar dering ponsel, yang membuat Prilly tersadar dari lamunannya.

"ka Bimo?, ngapain ya nelpon jam segini?" ucap Prilly saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.

"Hallo Prill, apa Ali udah balik?"

"Alhamdulillah ka, udah pulang tadi sore"

"syukur deh, mmm... Prill?

"ya ka?"

"apa kita bisa ketemu besok?, ada yang mau gw omongin" ucap Bimo pelan

"insyaallah bisa ka"

"oke kalau gitu, jam 9 pagi ya di caffe gw, yaudah Prill gw tutup ya telpon nya!, bye"

"iya ka, bye"

Sambungan pun terputus. Prilly jadi penasaran apa yang akan di bicarakan Bimo besok. Prilly pun masuk ke kamar dan menutup pintu balkon.

Dalam diam, saat hendak tidur Prilly selalu menangis saat mengingat hubungannya dengan Ali tidak seperti pasangam suami istri pada umumnya. Prilly hanya bisa bersabar dan menunggu kebahagiaan datang kepadanya!.

...

Jam 5 subuh Prilly bangun dan menunaikan sholat subuh, setelah itu dia pergi ke dapur menyiapkan sarapan untuknya dan untuk Ali mungkin? Karena nyatanya Ali tidak pernah menyentuh masakan Prilly, dan itu selalu membuat Prilly sedih.

Jam 7, Ali pun terlihat rapi dengan kemeja abu abu dan jas hitamnya menuruni anak tangga. Ali selalu saja terus melangkah tanpa melihat ke arah sang istri.

"mas nggk mau sarapan dulu?" ucap Prilly, tapi Ali sama sekali tidak merespon ucapan Prilly, dia hanya berhenti sejenak.

"mmm... mas, nanti jam 9 aku mau ijin keluar ya mas!" ucap Prilly dengan suara lembut khasnya.

"ya, pergi aja" ucap Ali cuek, dan terus melangkah menuju pintu depan, lalu mengendarai mobil nya menuju kantor.

Prilly hanya bisa tersenyum getir, selalu seperti itu.

...

Sekarang Prilly tengah duduk dan menunggu di caffe milik Bimo. Tak lama Bimo pun datang dengan senyumannya.

"hai Prill, kabar baik?" ucap Bimo sambil tersenyum.

"seperti yang kaka lihat, aku baik" ucap Prilly dengan cengiran khasnya.

"lo mau pesen apa?" ucap Bimo sambil menyodorkan menu kepada Prilly.

"ice capuccino aja ka" ucap Prilly tersenyum.

"hm.. Ok, makan?"

"nggk ka, aku udah sarapan tadi di rumah" tolak Prilly halus

Bimo pun memanggil pelayan nya, dan memesankan pesanan mereka.

"jadi kaka mau ngomong apa?" ucap Prilly penasaran

"mm.. gw mau nanya hubungan lo.. sama Ali, gimana?" ucap Bimo pelan

Prilly kaget dengan pertanyaan Bimo itu, tatapan nya berubah sendu.

"baik ko ka" ujar Prilly berbohong

"jujur Prill, gw tau ko yang sebenarnya"

"sebenarnya aku nggk mau bahas ini ka, karna ini kan aib keluarga aku" ucap Prilly lirih

"gw tau Prill, gw minta maaf tapi gw kasian sama lo kalau terus-terusan kayak gini" ucap Bimo, nada nya terdengar lirih dan agak marah

"ka, aku akan tetap bersabar dan aku yakin mas Ali akan berubah, dan memberikan aku kebahagiaan" ucap Prilly tersenyum tulus

"gw akan bantu lo Prill, apapun akan gw lakuin asal lo bahagia! Lo nggk berhak menderita lagi!" ucap Bimo menekan-kan kata kata nya!.

"Biarin ka, aku percaya takdir aku kok! Aku yakin aku akan bahagia dengan cara bersabar"

"yaudah aku pulang ya ka, ini udah mulai siang. Nanti kita bicara lagi" Prilly pun beranjak dari kursi dan melangkah keluar.

"tapi Prill..! Aaaarrgghhh!"

"lo harus bahagia Prill, Haruss!" ucap Bimo!

...
Happy new year! Yeay
Akhirnya bisa next lagi hehe, smoga suka!!❤ jangan lupa vote and comment!
Maaf kalau ada typo, dan maaf baru bisa next lagi!🙏❤❤

IKHLAS [SLOW UPDATE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang