Part title nya aku ubah jadi angka, supaya nggk ribet hehe..
Bagi Sarah suasana menjadi canggung sekarang, tidak hangat seperti dulu. Tetapi Ali terus saja memperhatikan Sarah yang berada di depannya. Ali tersenyum kecil, Sarah masih terlihat cantik seperti dulu, hanya saja sekarang rambut nya dia potong menjadi pendek. Dulu saat mereka masih bersama Ali tidak pernah absen untuk mengelus rambut panjang Sarah.
Sarah benar - benar merasa sangat canggung dan sedikit salting.
Jika dulu Ali menatap nya seperti itu, ia akan merengek kepada Ali supaya tidak menatap nya seperti itu, tetapi sekarang semuanya sudah berbeda.
"Kamu gak pesen sesuatu?" Ucap Ali lembut. Sarah hanya menggeleng sebagai jawaban. Ya, akhirnya Sarah memutuskan untuk meng-iyakan berbicara dengan Ali, sekarang mereka berada di dalam caffe, dan mereka sedang duduk di meja yang tadi Ali tempati sebelumnya. Sedangkan Bimo sudah pergi, dia tidak bisa mencegah Ali dan Sarah untuk berbicara berdua, jadi Bimo hanya akan menunggu Ali di apartement Ali.
"Jadi.. selama ini kamu kemana Sar?" tanya Ali dengan nada lemah
"Aku ada kok" ucap Sarah pelan, ia masih belum berani menatap Ali. Sarah takut bila terus menerus menatap Ali cinta nya kepada Ali bukannya mengurang tapi malah bertambah, ia sadar siapa dirinya sekarang.
"Tapi dimana Sar? Aku udah cari kamu kemana mana, bahkan aku sampe keliling kota Bandung tapi aku selalu gak nemuin kamu" ucap Ali sambil menatap Sarah sendu. Sarah terkejut mendengar perkataan Ali, jadi selama ini Ali selalu mencarinya, tapi untuk apa?. Tidak dipungkiri Sarah pun merasa senang karena Ali masih mencarinya, tetapi ia tersadar dan menggelengkan kepala nya. Tidak boleh, Ali sudah menjadi milik orang lain
"Ngapain kamu cari aku Li?" ucap Sarah langsung menatap Ali
"Aku mau buktiin perkataan aku waktu kita terakhir ketemu dulu Sar, tapi kamu malah ngilang"
"A-apa?.. kamu apaan sih Li!!" Sarah dibuat terkejut lagi dengan alasan kenapa selama ini Ali mencarinya
Ali tersenyum kecil, lalu menggenggam tangan Sarah, "Aku tersiksa banget selama ini jauh dari kamu. Aku hampir putus asa cari kamu, tapi akhirnya sekarang aku ketemu lagi sama kamu" ucap Ali sambil mengeratkan genggaman tangannya pada Sarah.
Sarah menggelengkan kepala nya, "Li.. nggk mungkin!!, kita sekarang udah beda. Kamu udah bahagia sama istri kamu" ucap Sarah cepat, lalu melepaskan genggaman tangan Ali
"Enggak!!, aku cuma bahagia sama kamu. Bahkan cinta aku masih utuh buat kamu Sar" ucap Ali sambil menatap mata Sarah dalam. Sarah dibuat terkejut lagi dengan pengakuan Ali, bahwa dia masih mencintainya. Sarah memalingkan wajah nya ke arah lain, dia sangat menghindari tatapan itu, tatapan yang dari dulu membuat jantung nya berdegup kencang, dan mungkin sampai sekarang.
Tidak mungkin Ali masih mencintai nya, ia mengira Ali sudah bahagia dengan istri nya. Dan cinta Sarah yang belum hilang sepenuhnya hanya bertepuk sebelah tangan. Sarah hanya diam, ia tidak tau mau berucap apa, ini sangat di luar dugaannya.
"Sar.." panggil Ali lembut, sambil menggenggam tangan Sarah kembali saat Sarah hanya diam
Sarah tersadar dari lamunannya saat tangannya di genggam kembali oleh Ali, tapi kali ini ia tidak berniat melepaskan genggaman nya. Jujur saja ia sangat rindu dengan semua perlakuan Ali, jadi ia akan membiarkannya. Ia ingin merasakan itu kembali walaupun sebentar.
"Kamu sadar Ali... sekarang status kita beda. Kita gak mungkin kayak dulu lagi dan aku gak mau nyakitin siapapun karena ke-egoisan kita!!" balasnya berkaca - kaca, runtuh sudah pertahanan nya.
"Jujur sama aku Sar, kamu masih cinta kan sama aku?"
Sarah menggelengkan kepala nya, ia tidak mungkin jujur kalau ia masih menyimpan perasaan kepada Ali, "enggak Li... aku udah kubur dalam - dalam perasaan aku sama kamu"
"Aku tau kamu bohong" ucap Ali
"Li.. aku mau pulang aja" balas Sarah, ia sengaja mengalihkan pembicaraan. Sarah tidak mau jadi perusak dalam hubungan siapapun, walaupun mungkin ia masih mencintai Ali
Ali menghela nafasnya pelan, percuma juga saat ini ia membicarakan tentang ini, pasti Sarah menolak nya. Yang terpenting sekarang ia harus tau dimana Sarah tinggal dan mendapatkan nomor hp nya "Aku anter yaa.." ucap Ali
"Nggk usah Li.." ucap Sarah
"Yaudah kalau gitu, aku mau nomor telpon kamu" Ali langsung merampas handphone Sarah yang masih tergeletak di atas meja, lalu mengetikkan nomer nya. Tak lama handphone Ali pun berdering
Sarah tidak bisa mencegahnya karena Ali dengan tiba - tiba merebut ponsel nyaa. Sarah hanya bisa menghembuskan nafas nya kasar.
"Permisi" ucap Sarah sambil merebut ponsel nya dari tangan Ali, lalu ia melangkah keluar caffe.
"Akhirnya.." Ali tersenyum senang, akhirnya, akhirnya dia menemukan Sarah bahkan dia mendapatkan nomor telpon nya. Ya walaupun secara paksa, karna kalau tidak begitu ia tidak akan mendapatkan nya.
Selanjutnya dengan perasaan senang Ali memilih pulang ke apartement nya.
...
Bimo sedang duduk dan menonton tv di apartement Ali, tapi fikiran nya tidak terfokus pada film yang sedang tayang di dalam televisi. Ia hanya memikirkan bagaimana nasib Prilly kedepannya setelah Ali menemukan Sarah. Sebisa mungkin Bimo akan berusaha membuat Prilly bahagia.
Bimo di kejutkan dengan suara pintu yang terbuka, ia tau itu pasti Ali.
"Li, ayo balik Jakarta!" ucap Bimo langsung, saat Ali sudah duduk di samping nya
"Gw masih mau di sini, lu duluan aja" ucapnya sambil mengganti saluran televisi
"Kantor tuh butuhin lo!" Bimo benar - benar geram dengan Ali
"Sementara gw handle dari sini, lo gausah khawatir" balasnya santai
"Lo tuh yaa, susah banget di kasih tau. Pokoknya besok lo harus balik!" tekan Bimo
"Urusan gw di sini belum kelar" ucap Ali
"Urusan Sarah?, Li inget ya lo itu udah punya istri!. Bagaimanapun juga lo itu suami nya yang harus bertanggung jawab atas dia!" Kesal Bimo
"Nggk, gw masih mau di sini. Gw pasti balik Jakarta kok, tapi nggk waktu dekat ini" ucap Ali sedikit ketus
"Lo itu ya, nggk habis fikir gw sama lo. Terserah lo deh Li, gw cape ngasih tau lo" Bimo beranjak dari duduk nya lalu mengambil kunci mobil di meja, lebih baik ia pergi daripada berujung ribut dengan Ali
"Gw balik, sekarang terserah lo deh ya. Gw cuma mau bilang jangan sampe lo nantinya nyesel Li" setelah mengatakan itu Bimo berlalu keluar dan pulang menuju Jakarta.
Ali hanya menghembuskan nafasnya kasar, "kenapa harus ada Prilly sih di hidup gw?! Aaarrghh..." Ali melempar remot tv asal, lalu ia beranjak menuju kamar. Lebih baik ia membersihkan dirinya lalu beristirahat.
***
Haii kaliann apa kabar? Akhirnyaa aku bisa next, maaf banget ya baru bisa next sekarang🥺 maaf juga kalau feel nya kurang, smoga enjoy ya..
Smoga juga masih ada yang minat sama story aku😊😆
Selamatt malem sabtuan❤️
Jangan lupa vote and comment❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
IKHLAS [SLOW UPDATE]
FanfictionAku ikhlas menerima semua nyaa! - Prilly Aulia Slavina Memang, penyesalan selalu datang terakhir! - Aliandjaya Abraham . . . Sorry slow update😊
![IKHLAS [SLOW UPDATE]](https://img.wattpad.com/cover/133347292-64-k574010.jpg)