Siang berhiaskan sinar mentari
Senjaku tak kunjung tiba
dari balik jendela terlihat hujan sengaja Menunda kedatangan senja
Oleh sebab itu
Hujan enggan menghentikan tetesan
Akhirnya malam datang tanpa di dahului indahnya senja
Saat malam berbincang dengan rembulan
Ia di iringi kerlap kerlip kunang kunang
Yang berlenggok kesana kemari
Yang menari sesuka hati
Tanpa mengetahui keadaan hati
Yang tengah ia alami.
*020119
KAMU SEDANG MEMBACA
Rintihan luka
Poesíaini cuma sekedar luka dalam, yang aku ungkap dengan ketikan. Dengan berbekal luka yang cukup aku bisa ngetik jeritan nya yang tak sempat bersuara ~ selamat menikamati tumpahan luka *:(
