Hembusan angin laut dan gumpalan awan dilangit menemani Sasha yang duduk sendirian diatas perahu ini. Ia sungguh tidak membayangkan trip travel nya kali ini akan berakhir mengerikan. Yang awalnya terusir bersama dengan seorang laki-laki, sampai duduk diatas perahu tanpa arah ditengah lautan.
Sebenarnya sangat beruntung jika perahu yang Sasha naiki memiliki sebuah mesin, atau setidaknya sebuah dayung, tapi sayangnya perahu ini hanya bisa menyelamatkannya dari air laut yang ingin menelannya.
Sasha pasrah terhadap hidupnya ini, ia bahkan rela jika harus mati ditangan lautan ganas. Sasha sangat bersyukur bisa menikmati hidupnya selama ini, ia juga berterimakasih kepada Tuhan yang telah mengabulkan keinginannya menjadi seorang Traveller.
"ya Tuhan, maafkanlah dosa-dosaku ini ya Tuhan. Sampaikan permintaan maafku pada Mamah karena mengambil sisir miliknya tanpa izin," Sasha berdoa pada Tuhan dengan sangat hikmat, bahkan ia sampai menangis mengingat dosa yang telah dilakukannya.
"Tapi ya Tuhan. Aku masih ingin merasakan pernikahan ya Tuhan, memiliki gaun cantik dan lelaki tampan yang setia menemaniku," Setelah Sasha berdoa, ia berbaring di perahu tersebut, memandang awan yang bergerak sangat lambat diatas sana.
......
Perahu yang dinaiki olehku ternyata sudah menepi ke sebuah pantai, hal itu membuatku bangun dari tidur. Aku lekas bangun dan turun dari perahu tersebut sambil membawa koperku.
Mataku memandang pantai ini dengan seksama memperhatikan setiap jengkal pulau ini. Jika di perhatikan, sepertinya pulau ini tidak pernah disentuh manusia. Aku tahu itu karena tidak ada bekas sampah plastik di pulau ini, dan tidak ada sesuatu yang menunjukan pernah ada manusia kesini.
Aku pun berusaha mencari tempat untuk beristirahat, jujur aku masih mengantuk dan masih ingin melanjutkan mimpiku tadi, dan sepertinya hari juga sudah mau malam. Aku pun berkeliling pantai ini untuk mencari tempat istirahat.
Aku berusaha untuk pasrah menerima takdir yang diberikan oleh tuhan, sebenarnya ingin sekali aku bunuh diri saja sekarang dari pada harus mati kelaparan di pulau ini.
Demi sejuta ubur-ubur dilautan, aku sangat menyesal telah bertemu seorang laki-laki yang sangat tidak sopan, brengsek, mesum, dan bodoh itu. Aku bahkan sangat tidak menyangka ia akan melompat ke laut hanya untuk mencari kerang ajaib. Aku sedikit bersyukur tidak bersama dengannya lagi sih, tapi tetap saja aku belum membalaskan dendamku.
Aku sangat tidak terima ia mati begitu saja setelah ia memberikan segala kesialan ini padaku. Demi delapan tentakel squidward, aku akan terus berdoa supaya laki-laki itu masuk neraka, rasakan itu!!. Omong-omong maaf ya bila aku terlihat sedikit jahat, karena aku emang jahat orangnya.
Katika aku sedang kerepotan membawa koperku melewati pasir pantai, mataku yang indah seperti kristal yang mengkilap ditengah kegelapan malam ini menemukan seonggok bangkai manusia yang terdampar. Sepertinya aku mengenali orang itu.
Dan benar saja, setelah aku berjalan mendekat hingga berjarak satu meter, aku sangat mengenali sosok itu.
Itu adalah laki laki yang telah membawa kesialan padaku hari ini!. Ternyata ia belum dikirim ke neraka. Lihatlah wahai cicak putih, aku akan menyiksamu!.
Tanpa basa-basi, aku memulai penyiksaanku dengan melempar sendal karetku ke kepalanya. Jujur aku juga tidak menyangka aku akan sejahat itu. Dan aku menjadi kasihan pada laki-laki itu, apalagi saat dia tidak bergerak sama sekali saat aku melempar sendal.
Dia tidak bergerak sama sekali!. Astaga, apakah ia telah mati?, apakah arwahnya benar-benar ke neraka?, apakah ia memiliki Asuransi kematian?. Karena aku sangat panik, aku segera mendekat dan memeriksanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kerang Ajaib [complete]
Romance"Bawakan aku kerang ajaib dari bikini bottom," aku sangat yakin bahwa ia akan meminta hal lain untuk ia lakukan, karena orang bodoh mana yang percaya dengan kerang ajaib. "Baiklah," katanya mengiyakan. Ha?!, demi apa ia akan benar-benar mencarinya...
![Kerang Ajaib [complete]](https://img.wattpad.com/cover/173657601-64-k581645.jpg)