Tujuh vampir yang sedang mencari darah murni dari seorang perempuan untuk dijadikan ratu vampir di Kerajaan Vampir KERAJAAN BANGTAN.
Setelah mencari 500 tahun lamanya mereka menemukan seorang perempuan berdarah murni dari kalangan manusia, perempuan...
Jisoo keluar dari kamar mandi dan menatap kamarnya dengan mata lelah nya "Astaga, kamar ini sangat berantakan" Jisoo pun bergegas mengambil barang-barang nya yang berantakan dan menepatkan nya ke tempatnya lagi.
"Hampir selesai!" Ucap Jisoo setelah sedikit kamarnya rapih.
Jisoo mengambil bingkai yang terjatuh, dan tak terasa air mata Jisoo pun jatuh membasahi pipi putihnya saat menatap bingkai foto yang dia ambil.
Jisoo menatap sedih bingkai foto tersebut "aku sangat merindukan mu Jin, walau kita hanya bersama untuk waktu yang sebentar, aku telah merasakan perasaan yang berbeda! perasaan yang berbeda saat aku berada didekatmu" Jisoo mengusap air mata nya lalu duduk di kasur nya dan masih sambil memegang bingkai foto itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kau akan datang padaku lagi bukan? Kau sudah berjanji akan kembali padaku lagi! Aku tetap disini menunggu mu" air mata Jisoo semakin deras membasahi pipinya, seperti dia tidak bisa menahan rindunya lagi.
"Kau tau? Kau sangat mirip dengan teman baru ku disekolah, dia namanya Seokjin! Ah ya Seokjin dan kau Jin kalian hampir mempunyai nama nya sangat sama dan wajah yang sangat mirip! Saat pertama kali aku menatap Seokjin aku sempat berpikir kalau Seokjin adalah kau Jin! Tapi semuanya sangat berbeda, jika Seokjin adalah Jin pasti kau akan mengenali ku dan memeluk ku! Apakah kau tidak merindukan ku?"
Jisoo terus mengobrol sendiri dengan bingkai foto yang ada di tangan nya dengan air mata yang terus mengalir. Setelah semua kata-kata Jisoo berakhir Jisoo memeluk erat bingkai itu dan menutup matanya seketika Jisoo terlelap tidur dengan bingkai foto yang masih Jisoo peluk erat.
🌞🌞🌞
Matahari pagi masuk melalui celah jendela kamar Jisoo, mata Jisoo terbuka saat sinar matahari merasuk ke matanya dan membangunkannya. Jisoo bangun dan duduk dengan mata yang sembab karena semalam Jisoo menangis terlalu lama.
Jisoo menatap lagi bingkai yang masih ditangannya dan menaruh nya dimeja dekat kasurnya. Jisoo bangun menghampiri cermin yang tak jauh darinya "astaga!! Mataku!" Jisoo menatap wajah nya dan memegang matanya yang merah. Jisoo meraih kalender yang berada di samping cermin "hari Minggu!".
Jisoo menaruh kembali kalender tersebut dan berjalan masuk ke kamar mandi.
Beberapa saat kemudian, Jisoo keluar dengan handuk yang melilit di kepalanya untuk menutup rambut basahnya dan Jisoo sudah rapih dengan baju yang dia pakai.
Jisoo membuka lilitan handuk yang berada diatas kepalanya untuk mengeringkan rambutnya dan menyisir rambut coklat nya. Jisoo memakai sedikit bedak dan liptint dibibirnya "aku akan kesana lagi".
Jisoo mengambil sepatu putihnya lalu bergegas pergi dari rumahnya.
Ya, seperti biasanya rumah Jisoo selalu sepi, orang tuanya selalu sibuk dan jarang untuk mengetahui keadaan Jisoo.
Kini Jisoo berada ditaman, seperti biasanya taman ini masih sama, penuh dengan kenangan-kenangan manis Jisoo dengan seseorang.
Jisoo ketaman seorang diri untuk menunggu sesuatu yang tidak pasti. "Aku disini" Jisoo mengembangkan senyum nya
"Kau dimana? Aku selalu menunggu mu disini! Tempat yang kau minta, kau bilang kau akan menemui ku lagi dihari Minggu dan ditaman ini! Taman ini yang menjadi saksi perpisahan kita saat kau menyuruh ku menutup mata dan menghitung sampai 5 setelah hitungan ke5 aku membuka mata ku kembali dan kau? Kau sudah menghilang entah kemana!" Setetes air mata Jisoo pun jatuh "aku tak boleh menangis lagi!"
Jisoo terus memandang danau dengan angsa dan bunga-bunga indah yang bertaburan di danau, Jisoo masih bertahan dengan senyuman walau tetes demi tetes air matanya jatuh.
"Hai, sedang apa kau disini?" Suara berat itu mengagetkan Jisoo, merasa suara itu tak asing bagi Jisoo, Jisoo pun berbalik untuk mengetahui siapa itu.
Senyum Jisoo memudar saat didepan nya terdapat laki-laki yang Jisoo tunggu, Jisoo pun langsung memeluknya erat "aku tau kau pasti datang Jin!" Jisoo tambah mengeratkan pelukannya dan air mata nya semakin deras, tapi tidak dengan orang yang disebut Jisoo Jin itu, dia hanya menatap puncak kepala Jisoo bingung.
"Aku Seokjin bukan Jin!" Seokjin melepaskan pelukannya dari Jisoo dan menatap Jisoo.
"Kau Seokjin?! Dimana Jin?!! Kenapa kau sangat mirip dengan nya?!!!" Jisoo berteriak kepada Seokjin sambil memukul mukul dada Seokjin "kenapa kau sangat mirip dengan nya? Dimana jin?!!" Jisoo menundukkan kepalanya sambil menahan air matanya yang semakin deras, Seokjin menatap Jisoo bingung tapi tanpa Seokjin sadari setetes air mata Seokjin ikut jatuh "kenapa aku merasakan sesuatu yang aneh?" Ucap dalam hati Seokjin.
Seokjin menatap Jisoo yang masih menunduk dengan tangisan nya dan terus memanggil nama Jin.
"Maafkan aku! Aku salah orang!" Jisoo menghapus air mata nya kasar tanpa menatap Seokjin, lalu Jisoo meninggalkan Seokjin yang masih mematung ditempat dan dengan cepat Seokjin menghapus air matanya.
Seokjin berbalik cepat menatap punggung Jisoo "Apakah kau mau jalan-jalan dengan ku sebentar? Ahh, maksudku agar kau lebih tenang saja!"
Langkah Jisoo berhenti dan berbalik menatap Seokjin yang sedang menatap nya dengan senyuman.
Seokjin menghampiri Jisoo dan langsung menggenggam tangan Jisoo lalu menariknya lembut agar jalan bersama Seokjin.
Jisoo terkejut saat Seokjin menggenggam tangannya dengan tiba-tiba. Jisoo menatap tangan nya yang masih berada di genggaman Seokjin "sangat hangat dan sentuhan nya pun terasa sama seperti dia menggenggam tangan ku saat itu!" Ucap Jisoo dalam hati.
Seokjin dan Jisoo pun berjalan-jalan di taman itu, Seokjin yang masih menggenggam tangan Jisoo dan menatap sekitar sedangkan Jisoo sibuk menahan perasaan nya.
"Aku mau kesana" tunjuk Jisoo kearah tempat bunga-bunga indah bermekaran, mata Seokjin mengikuti arah tangan Jisoo dan benar saja tempat yang di tunjuk Jisoo adalah tempat bunga-bunga bermekaran dan disana sangat indah.
"Ayo kesana" Seokjin melepaskan tangan dan beralih merangkul Jisoo untuk menghampiri tempat yang Jisoo inginkan.
Mata Jisoo beralih menatap tangan Seokjin yang merangkulnya di bahunya.
"Kau ingin minum?" Tawar Seokjin saat Jisoo dan Seokjin sudah berada ditaman bunga-bunga indah tersebut.
Jisoo menatap Seokjin sebentar dan menganggukkan pelan kepala nya.
"Oke! Kau duduk disini sebentar, aku akan kembali dan membawakan minum untuk mu" Seokjin menatap Jisoo sambil mengembangkan senyumannya lalu Seokjin pergi meninggalkan Jisoo untuk membeli minum.
"Cepat kembali!" Senyum kecil Jisoo terukir dibibir kecil Jisoo.