Miracle in December

2.1K 155 30
                                        

Dinginnya angin yang bertiup menyentuh permukaan kulit halusnya. Rasa menusuk tajam, walau sebentar, namun cukup menyakitkan. Kali ke-5 musim dingin tanpa salju ini ia lewati membawa cintanya. Berdiri ia di El Pueblo de Los Angeles yang penuh dengan kenangan indah. Menengadahkan wajahnya memandang bulan di atas sana berteriak dalam hati kepada sang Pencipta, apakah ia masih memiliki kesempatan? Berharap ia masuk menjadi salah satu daftar anak baik di daftar nama Santa Claus, menanti sebuah keajaiban. Meskipun ia sudah mengikhlaskan hatinya, namun tak apa kan berharap akan sedikit keajaiban di bulan yang special ini?

Six years ago

Dipijakkan kaki nya untuk yang pertama kalinya turun dari pesawat di LAX.

"Wow, tak kusangka cuaca sedingin ini namun tetap tak bersalju."

Sesosok namja mungil mengenakan coat panjang yang seakan menenggelamkan tubuhnya itu berusaha menahan dinginnya malam. Ya, sosok itu adalah, Kim Junmyeon.

"Los Angeles, siap atau tidak kau harus menjadi pelarian terindahku selama 2 minggu ke depan. Junmyeon hwaiting!"

Mengacuhkan pandangan penumpang lain yang menatap dirinya aneh.

"Selamat datang di Embassy Suites by Hilton Los Angeles, ada yang bisa kami bantu?"

"Reservasi atas nama Kim Junmyeon, please."

"Satu King Suites non smoking room untuk anda Tuan Kim."

"Ya, benar."

"Saya butuh kartu kredit anda yang digunakan untuk reservasi dan anda bisa tanda tangan disini."

"Done."

"Ini card key anda Tuan, kamar nomor 902 dilantai 9. Have a good day, Sir."

"Thank you."

Pria berkulit seputih salju itu menghempaskan tubuhnya ke atas King Bed yang empuk itu.

"Besok harus menjadi hari yang menyenangkan."

Tanpa sadar Junmyeon memejamkan matanya tertidur setelah perjalanan panjang yang ia tempuh.

*****

Junmyeon berencana memulai liburannya pagi ini. Ia turun ke arah restaurant untuk sarapan pagi sebelum memulai aktivitasnya.

"Dimana aku duduk ya.....ah, di pinggir sana terlihat cocok."

Ia pun berjalan membawa makanannya menuju meja untuk dua orang di pinggir restaurant tersebut. Menatap makanannya dengan penuh senyum dan segera memakannya.

"Ne, aku akan kembali minggu depan eomma. Aku usahakan secepatnya menyelesaikan urusanku disini. Tapi aku tidak jamin, karena ini peak season, entah aku akan dapat tiket atau tidak. Kuusahakan secepatnya. Eum....saranghae."

Junmyeon menatap pria yang baru saja berbicara di telepon yang duduk di meja depannya.

"Orang Korea juga, eoh? Tampan."

Dengan cuek Junmyeon kembali menyantap makanannya. Ia tak sabar untuk mengikuti jadwal yang sudah ia buat sendiri.

*****

Song Fiction HunHoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang