sebelas

2K 242 7
                                        

Mata Hyemi memicing tajam untuk melihat lelaki itu, membuat Jungkook yang menyadari perubahan ekspresi gadis itu, segera membuka mulut.

"Ah Hye, dia hyungku. Park Jimin"

Hyemi sontak membulatkan matanya, menunjukan ekspresi melongonya. Seperti pernah mendengar nama itu. Sedetik kemudian, ia ubah rautnya menjadi senyuman penuh tulus. Kepalanya ia anggukan, membuat Jimin membalas senyuman itu.

Atensinya beralih kepada sang Ibu yang sedari tadi seperti menahan diri untuk memeluknya. Dengan semangat, Hyemi merentangkan kedua tangannya.

"Ibu, Ayah, Jieun, aku kangen"

Semuanya langsung berhamburan menyerbu tubuh ringkih sang gadis, membuat Jungkook tersenyum lega. Sementara Jimin masih terdiam dengan raut penasaran.

Namun, sedari tadi, ada yang mengganggu pikiran gadis itu, seperti ada yang mengganjal. Ia melupakan sesuatu yang sangat berharga.

Kenangannya, perasaan, hingga Min Yoongi.

Gadis itu lupa akan perjalanan labirinnya.

.

.

.

.

.

.

.

Min Yoongi berjalan dengan santai di koridor sekolah, matanya terlihat sangat berat, beberapa kali hendak memejam karna rasa kantuk yang menyerang.

Semalaman, lelaki itu tak tidur karna mendapati Hyemi yang dua hari tak menyapanya. Pikirannya melayang kemana mana saat gadis itu berkata akan pergi dan tak kembali.

Dari ujung koridor, matanya menangkap Jimin, Taehyung, Dan Jungkook sedang berjalan sembari tertawa. Taehyung yang menyadari keberadaan Yoongi, langsung berlari menyapa lelaki itu diikuti kedua anak ayam.

"Hyung!"

Yoongi hanya mengangguk sebagai jawaban. Pandangannya beralih kepada Jungkook yang sudah hampir sebulan tak bersama mereka.

"Darimana saja kau?"

"Aku? Rumah hyung"

Jawaban Jungkook sukses mengundang tawa gemas dari Jimin, sedangkan Yoongi mendecih sebal.

"Maksud Yoongi hyung, selama sebulan ini, kau kemana?"

Taehyung mencoba menjelaskan, karna pastinya, lelaki dingin itu tak akan mau repot repot membuka suara untuk mengklarifikasi.

"Aku menjenguk temanku di rumah sakit"

"Eyy sejak kapan Jungkookie rela membagi waktu hanya untuk menjenguk teman, katakan, ia perempuan atau lelaki?"

Ekspresi Jungkook langsung berubah, pipinya memerah, ia segera menunduk dan menggaruk tengkuknya. Membuat Yoongi rasanya ingin mual mendengar percakapan mereka.

"Aku tebak perempuan! Apa cantik?" Tebak Taehyung dengan semangat.

Jungkook semakin memerah, membuat Jimin menggeleng tak percaya ketika Taehyung terus menerus menggoda Jungkook.

"Tae berhentilah menggodanya"

Jimin menjeda kalimatnya sejenak. "Dia cantik, memiliki tubuh mungil dan juga mata coklat, marga nya sama denganku!"

Mata bulat Jungkook menatap tak suka ketika Jimin membocorkannya, ia kira lelaki itu berpihak kepadanya.

Dengan ributnya trio itu, membuat Yoongi yang sedari tadi mendengar, tersontak kaget. Ciri cirinya seperti, ah tidak mungkin kan?

Lucid Dream • mygTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang