nyanyian tengah malam 2

61 5 0
                                        

Mohon maaf di part ini bagi readers yang umurnya di bawah 18 tahun kebawah mohon untuk bijak. Segera tinggalkan part ini.
Ingat...
Dosa ditanggung sendiri ya...😂😂😂

"Aaaaaa....ha..ha..hantu.." teriak adam.

Terlihat sosok wanita yang wajahnya terlihat hangus dan di mulutnya terdapat luka robek yang mengakibatkan Gigi-gigi belakangnya terlihat dan matanya bertitikan darah dan tiba-tiba dia menyeringai yang  membuat mereka bertiga ketakutan.

Bruukkkhh....

Kedua tubuh David dan Bimo secara bersamaan ambruk dan tak sadarkan diri. menyisakan adam sendiri. "Si..si..siapa kamu ? Dan mau apa kamu ?" dengan terbata bata.
Kemudian sosok itu perlahan menghampiri Adam. " JANGAN...jangan dekati saya, PERGI...pergi dari sini" teriak adam.
" tolong...tolong tolong saya. Hiks...hiks...hiks... Sakit..sakit sekali. Hanya kamu yang bisa menolongku.." suaranya dengan pilu.
"A..a..aku tak bisa menolongmu. Aku bukan orang hebat." Bantahnya. Namun perempuan itj semakin mendekat dan akhirnya...

" Di..dimana aku ? Dan tempat apa ini ? Dan si...siapa mereka ?"

Ada seorang perempuan muda yang sedang tertidur pulas, entah siapa perempuan itu tapi rasanya Adam pernah mengenalinya. Namun tiba tiba Adam merasakan sakit yang begitu hebat dibagian kepalanya. Rasa sakit itu mulai mereda namun kini, ia sudah berada di tempat lain. Wanita yang tadi tertidur kini ia sedang menyanyi dengan suara yang sangat merdu sekali. " Dimana aku sebenarnya ? Apakah aku berada di masa lalu seseorang ? Namun siapakah ia ? Dan adakah hubungannya dengan ku ?

" AWAS...lihatlah dibelakangmu." teriak adam. Saat ini ia melihat perempuan itu dibekap oleh 2 orang laki laki yang bertopeng kemudian dibawanya dan dipaksa masuk kedalam sebuah mobil. Kemudian mobil itu melaju dengan sangat kencang.

"ARRGGHH...Sakit sekali kepalaku " adam kembali kesakitan. Apakah aku akan berpindah kejadian. ARRGGHH...Sakit sekali...

Saat ini suasana kembali berubah, Adam berada disebuah rumah tua yang tak terawat dan perempuan itu duduk dengan kedua tangannya terikat di sebuah kursi dan mulutnya yang tersumpal, perempuan itu menitikan air mata.
"Hahaha...Mirna...Mirna...percuma kamu nangis gak akan mengubah hati ini. Hahaha..." dengan lancang." mau di apakan si Mirna ini boss ? " kita akan bersenang senang dengan dia...hahaha..." dengan penuh amarah.
Kedua laki laki itu kini mulai membuka tali yang mengikat tangan Mirna dan membuka mulutnya yang tersumpal itu.
"Ampun...tolong Ampuni saya...si..siaapa kalian ?"
Kemudian kedua laki laki itu membuka topengnya dan alangkah terkejutnya Mirna. Mereka adalah Riko dan Anhar, mereka temab satu kelas Mirna.
Pemuda itu dengan perlahan menghampiri Mirna yang ketakutan dan mulai merobek seluruh pakaian yang ia kenakan.
"Jangan...jangan lakukan itu, dasar BAJINGAN..."
PLAK...sebuah tamparan mendarat dipipinya. " hahaha... Hahaha... " tertawa sangat keras.
" mengapa ? Mengapa kau menolakku Mirna ? Mengapa ? Apakah aku kurang ganteng ,kurang kaya ? HAH...jawab Mirna."
"Hem..aku tak sudi pacaran dengan orang yang kasar, arogan sepertimu Riko."
PLAK....tamparan kembali mendarat di pipinya.
Riko mulai melucuti pakaiannya satu persatu hingga tak menyisakan kain sedikit pun. Kemudian di susul dengan Anhar. Mereka mulai meraba tubuh Mirna, merek mulai memperkosa Mirna dengan membabi buta.
Adam ingin membantu Mirna tapi ia tak bisa menyentuh apapun ia tak sudi melihat kejadian itu, namun entah mengapa ia tak pindah ke tempat berikutnya.
Setelah selesai melakukan kekejian tersebut. Kedua pemuda itu membawa mirna kembali duduk di kursi tanpa sehelai benang pun, ia kembali diikat.
" Tolong...siapapun Tolang saya " dengan suara yang tersisa.
Anhar mengambil sebuah drijen yang berisi minyak tanah dan ditumpagkannya pada tubuh Marni.

"Jangan...jangan bunuh saya..." dengan isakan tangis yang memilukan. Tanpa rasa iba sedikit pun Riko menyalakan korek api dan dibuangnya kaerah Marna dan seketika tubuh marna diselimuti oleh api
"ARRGHH..PANAS..PANAS TOLONG...PANAS, SAKIT." Di dalam rumah tua itu hanya ada jeritan kesakitan dan memilukan ditambah suara tawaan yang menggelegar.
" cepat tinggalkan tempat ini.. "

"Akh...sakit...kepalaku...akh..sakit sekali."
Dengan perlahan Adam membuka mata dan hiks...hiks...ia menangis mengingat kejadian yang baru saja ia lihat. Dilihatnya David dan Bimo masih tergeletak pingsan dan perempuan itu, ia masih ada dan terus meminta tolong.
" tolong...temukan jasad saya..dan temukan pelakunya."
" ta..tapi bagaimana caranya, bagaimana caranya agar aku mengetahui jasadmu dan dimana kejadian tadi."
Sesosok itu menuju tanah kosong yang berada di samping Asrama kemudian disusul olek Adam.
" Disini...dibawah pohon ini adalah jasad saya." menunjuk sebuah pohon yang tidak terlalu besar.
" Baiklah esok pagi aku akan menemukan jasadmu dan menguburkannya dengan layak."

asrama berhantu (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang