(4)

28 4 3
                                        


Hari ini mungkin kamu bisa melihat ku, tetapi entah hari esok - Eros.

Author pov.

Di sebuah gedung gelap, sepi, dan sunyi, terdapat Eros yang tengah mengotak atik komputer di ruang multimedia.

"yahh anjir ga jadi savage!" gerutu Eros.

"apaan sih ultinya ga pas, noob banget tuh orang" gerutu Eros lagi.
Semakin lama, semakin bosan Eros memainkan nya.

Akhirnya Eros keluar dari ruang multimedia dan berkeliling gedung sekolah tersebut.
Terdapat wanita jelek yang sedang duduk di atas pohon dengan semar mesem nya.
Dan wanita itu memanggil Eros.
Wanita itu adalah yang biasa di panggil kuntilanak.

"hai cowo gantengggg" sapa perempuan itu.

Eros pun mencari cari, ternyata dia di atas pohon.

"apalu panggil-panggil" saut Eros dengan sinis

"ih judes nya, sini sih temenin neng bang" goda perempuan itu.

"ih ogah anjir, noh minta temenin aja ama kalong " cerocos Eros.
" Hahahahhahaha" perempuan itu pun tertawa, dan membuat Eros semakin kesal.
"Ishhh!! Berisik lu, gausah ketawa! Mulut lu bau" cerocos Eros.
Eros pun langsung pergi menaikki tangga.

Hoaammm
Seperti kantuk Eros pun datang. Eros mencari kelas untuk tidur dengan nyaman.

" kelas apa neh?" tanya Eros sendiri
Dengan mendongak ke atas.

"11 ipa 1, Wih Wih isinya rang pinter semua neh"

Saat berkeliling meja, Eros pun melihat ke dinding, karena di dinding terdapat cita cita murid dan foto foto nya.

"wiss anak ipa mah keren yaa, mantap lah"

"apa neh pen jadi presiden, Wih mantap mantap"

Eros kaget, terdapat foto wanita yang kemarin bisa melihat nya.
"lah ini bukannya cewe yang pengen gua takutin pas itu?" pikir Eros.

Terdapat nama anggi Aprilia narendra, dan Eros memandangi nya dengan menatap bingung. "Apakah anggi memiliki mata batin, apakah dia bisa membantu nya" pikir Eros.

"kayaknya gamungkin deh kalau dia ngebantu gua" ucap Eros yang tengah berfikir.

Eros pun akhirnya semakin ngantuk, akhirnya Eros pun tertidur di atas meja.

****

Anggi kini tengah asik dengan tv, tiba tiba rendra pulang.

"assalamualaikum, anggi, bundaaa" ucap rendra dengan suara berat.

"eh ayah, wallaikum salam. Ko ayah tumben baru pulang yah?" tanya anggi.

"biasa meeting nya kelamaan nih nggi , ada proyek baru juga ayah" jelas rendra.

Hilda pun datang membawa segelas susu dan teh untuk anggi dan rendra.

Hilda pun langsung memberi teh kepada rendra.

Hilda pun teringat bahwa rendra di undang 7 harian oleh tentangga gang sebelah.

"ayah di undang tuh tahlilan sama pa nadir, katanya tahlilan anak nya yang meninggal kemarin" jelas hilda.

"ohh anak nya kenapa bisa meninggal ko ayah ga denger sih bun?" tanya rendra.

"kecelakaan di jalan cemara 3 yah, katanya mukanya ancur sebelah" jelas hilda.

Anggi pun kaget, sepertinya orang yang kemarin dia bantu adalah orang yang di bicarakan ibunya saat ini.

"astagfirullah bun udah udah jan bicarakan hal yang itu" tutur rendra.

My inner eyeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang