Dari jauh raka melihat anggi tengah melamun di balkon tepat di depan kelas nya.
Entah apa yang di lamun kan anggi, Setau raka anggi orang yang suka ngelamun, galak dan baik.
Tetapi raka itu suka risih ama cewe cewe yang suka gangguin raka.
Raka suka marah besar jika anggi di hujat dengan cewe cewe gajelas menurutnya.
Makanya anggi selalu malas ngobrol dengan raka pasti ada aja mulut mulut pedas yang membuat nya kesal.
Ngobrol ama raka aja udah bikin emosi di tambah lagi mulut cewe cewe ganjen yang suka caper ama raka, menurut nya.
Kalau bisa di bilang sifat raka ke orang orang dan anggi itu beda. Di depan orang orang ataupun cewe cewe yang caper sama dia pasti raka menjadi dingin dan tak peduli. Tetapi pada saat dengan anggi raka menjadi periang dan suka jahil.
Anggi suka berfikir memang berbeda dengan raka yang ia jumpai dulu pada saat pertama masuk ke sekolah.
Pendiam terkenal bad boy, sampai sampai kaka kelas perempuan nya pun banyak yang suka dengan nya.
Dan rahasia anggi pun raka tau, bahwa anggi bisa melihat hantu. Seperti nya pada saat raka mengetahui hal tersebut dia pun langsung berubah sampai saat ini. Tetapi sifat bad boy nya pun masih ada cuman yang sekarang agak lebih selengehan menurut anggi.
Raka memiliki dua sahabat yang di percayai nya. Yaitu gibran dan hasbi. Dua dua nya sama sama koplak.
Tetapi dengan adanya kedua sahabat nya itu raka tidak sedih karena raka hanya memiliki ibu dan kaka nya. Ibu nya sudah sakit sakit tan kaka nya sedang ter baring koma.
Untung saja perusahaan yang di kelola ayah nya saat ayahnya masih hidup terus maju, tetapi tetap saja raka sedih karena dia merasa kasihan dengan ibu nya yang selalu putus asa dengan kondisi kakaknya.
Raka pun mengagetkan anggi yang sedang melamun tadi.
"woy!"
Anggi pun langsung nengok.
"ada apaan kunyuk" balas anggi dengan muka datar.
"jangan ngelamun kebiasaan udah sering gua ingetin juga" jelas raka sambil mendekati anggi dan berendengan berdiri di balkon.
"iya rewel"
"udah sanah jauh jauh" lanjut anggi.
Raka hanya senyum senyum.
Tiba tiba gibran dan hasbi pun dateng.
"oiii bang raka" sapa hasbi gibran hanya tersenyum menatap anggi dan raka.
Hasbi dan gibran itu beda kelas dengan raka, mereka kelas XI IPS 1.
Tetapi walaupun beda kelas mereka tetap bersahabat sampai saat ini.
"eh ada anggi ugaa neh" sapa gibran.
Anggi tidak membalas sapaan gibran, anggi hanya menatap nya.
"ngapain lu pada kesini bentar lagi masuk juga" ucap raka dengan muka datarnya.
"bolos yuk" ucap gibran dan Hasbi.
Setelah mendengar kata itu anggi langsung melotot ke arah Hasbi dan gibran.
Anggi langsung menarik raka dan membawa nya masuk ke kelas.
"eh nggi ko gua di tarik gua mau ikut mereka" ucap raka yang tengah di tarik oleh anggi.
"kaga ada bolos- bolos san nanti gua lagi yang bawa lu ke BK, gua lagi ga mood ke ruangan itu" ucap anggi dan langsung duduk di bangku nya.
"kalau lu bolos lagi awas lu" lanjut anggi dengan melotot ke arah raka.
"iya iya gua duduk nih, ya ampun kenapa gua selalu nurut sama lu" ucap raka sambil duduk di meja anggi.
"jangan duduk di meja, di bangku lo sono" tutur anggi sambil menunjuk bangku raka yang tepat di belakang.
Akhirnya raka pun duduk, Hasbi dan gibran pun sepertinya mencoba ngomong lewat jendela dengan raka. Tetapi raka tidak bisa menengok sedikit pun . Karena dia terus di lihati oleh anggi.
KAMU SEDANG MEMBACA
My inner eye
Novela Juvenil-Aku anggi, aku bisa melihat hantu. Kalian harus tau bagaimana aku bisa jatuh cinta dengan orang yang berbeda alam denganku. Dan ini adalah awal dari petualangan yang selama ini tak ku mengerti. -aku Eros si hantu ganteng yang jatuh cinta kepada an...
