(5)

23 4 0
                                        

Anggi di beritahu oleh ketua osis kemari bahwa dia wajib mengikuti seminar kesehatan pagi ini.

Anggi pun bergegas ke aula.

"anggi tungguin raka dong, kan kita bareng" ucap raka yang tengah ngos ngosan.

Anggi tetap berjalan meninggalkan raka, karena dia gamau lagi berantem sama cewe cewe Sekola yang kecentilan ama raka.
Anggi langsung datang ke meja absen dan tanda tangan setelah itu masuk ke aula.

Begitu pun raka, dia membuntuti anggi.

"ngapain ikut ikut gua, sana duduknya di belakang aja" perintah anggi dengan mendorong raka pelan.

"kan kita ini berpasangan tiap kelas jadi harus bareng dong nggi, kita harus duduk samping sampingan" ujar raka.

Anggi sudah capek berbicara dengan raka, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk duduk di pojok aula.

Akhirnya acara seminar pun selesai, acara makan bersama di mulai. Tetapi anggi dan raka memilih membawa makanan nya dan makan di kantin.

"ngapain sih ikut ikut lagi?, gua pengen makan sendiri" tutur anggi.

"udah gua bilang berkali kali, acara seminar ini berpasangan jadi kita harus kemana mana bersama" tutur raka.

Ya tapi masa makan aja lu bareng ama gua anj*ng batin anggi

"ya kan udah selesai bujang" ujar anggi dan sambil memakan makanan nya.

Tetapi raka tak mendengar nya malah lanjut makan.

Terlihat raka bingung mencari cari di atas makanan nya.

"lah lah nggi ko pisang gua yang disini ilang ya? " tanya nya dengan bingung.

"pisang yang dimana sih rak?" tanya anggi dengan melas.

"ya pisang yang di piring gua lah, masa pisang yang di bawah sih nggi"
Ucap raka.

"kalo yang bawah mah aman masih ada" lanjut raka.

Plakk
Anggi melontarkan pukulan di kepala raka.

"aduhhh, ko mukul sih? " tanya raka dengan mengusap usap kepala nya.

" lagi gua nanya serius, lu malah jawan gitu" jelas anggi, dengan muka cemberut.

Seketika anggi bingung, kenapa tuh pisang bisa ilang.

Anggi pun merasa dingin di samping kirinya.
Anggi pun menengok ke arah kiri.

Di sebelah kiri pun tidak ada siapa siapa.
"mungkin angin" batin anggi.

Anggi pun menengok ke arah raka kembali tiba tiba...

"Aaaaaaaaaaakkhhh" teriak anggi.

Terlihat Eros yang tengah perpangku tangan dan menguyah pisang milik raka.

Ternyata Eros lah yang mencuri pisang raka.

Raka pun kaget melihat anggi tiba tiba teriak.
"anggi ada apa nggi?, ada setan ya mana mana nggi ?" tanya raka dengan panik.

Anggi pun masih melotot melihat Eros tengah senyam senyum kearah anggi.
"aduh nih setan, ngapain lagi disini" ucap anggi dalam hati.

"anggi woy!!" raka sambil menepuk nepuk pundak anggi.

Anggi pun tersadar.
"hah? Apa rak?" tanya anggi dengan bingung.
"lu engga kenapa kenapa kan?, mana setan nya biar gua usir mana. Jangan melotot-melotot lagi okey, gua khawatir" ucap raka. Anggi menga nga. Gila nih orang ngomong apa batin anggi.

Anggi pun tiba tiba mual mendengar raka ngomong gitu.
"anggi beneran gapapa kan?" tanya raka dengan muka bingung.

"gua mual denger kata kata lu rak"ucap anggi dengan ketawa.

"tapi raka beneran tau nggi" ucap raka dengan muka datar.

Disana Eros tengah duduk memerhatikan raka dan anggi.

Eros pun terlihat memegang kulit pisang nya.

Anggi pun merasa curiga karena apa yang akan Eros lakukan kepada raka.

"nggi kemarin si bu firdha hampir ngeciduk gua ngerokok di atap" ucap raka yang tengah cerita.

"awas aja ampe ketauan, nanti gua lagi yang kena masalah rak" ucap anggi dengan membereskan bekas makanan nya.

"hmmm-uppp"

Dan ternyata Eros mensumpel mulut raka dengan kulit pisang.
"woy ko mulut gua ada kulit pisang
anjir, siapa sih woy. Lu liat kan nggi ada yang sumpelin mulut gua pake kulit pisang?" tutur raka.
Anggi hanya melihat raka yang tengah kesal melihat kanan kiri dengan bingung dan emosi.

Anggi pun melotot ke arah Eros dan memberi kode.
"rak gua ke toilet bentar ya, pikirin tuh siapa yang sumpel" ujar anggi sambil pergi dari kantin.

Eros pun langsung membututi anggi sambil ketawa terbahak bahak.

"manusia bodoh" ujar Eros.

Setelah itu Eros tak sadar, anggi pergi kemana, tiba tiba..

Anggi ada tepat di belakang Eros.

"astagfirullah"

"kaget gua" ujar Eros.

Anggi kini tengah memasang muka mengenaskan mata nya yang kini hampir ingin keluar.

Anggi pun maju melangkah mendekati Eros.

Eros pun malah melakah lebih dekat juga.

"ishh malah maju juga sih" dumel anggi.

"ya lu maju maju ke gua ngapain? Pengen cium?, ya kalo itu gua juga ikut maju biar gampang" ujar Eros.

"apasih, jadi setan jan ngeselin coba" Gerutu anggi.

"dih biarin sehat " ucap Eros sambil tertawa.

Anggi kesal, rasanya ingin memukul nya tetapi gabisa, karena gabakal kena.

"lu kalo manusia udah abis ama gua" ujar anggi.

"gua mau ko jadi manusia, tapi sekarang waktu gua jadi manusia itu udah abis" ujar Eros dengan muka tampak sedih. Anggi salah bicara lagi, anggi telah membuat hantu itu sedih.
Anggi langsung diam dan menatap Eros dengan muka melas.

"sebetulnya gua kesel disini gua Gabut, makanya gua pengen tau gua kenapa gua bisa meninggal mungkin kalau gua sudah tau gua bakal bisa tenang dan pergi ke akhirat" jelas Eros dengan muka melas dan sedih.

Anggi pun merasa kasihan, makanya itu anggi akan membantu Eros mencari tahu kenapa ia bisa meninggal.

"okey okey gua ngerti ros, kan gua udah bilang kemarin kalau gua bakal bantuin lu" ucap anggi dengan menatap Eros dengan tersenyum.

Eros yang dengan muka tampak sedih sekarang menjadi gembira.

"sekarang kita teman ya nggi? " tanya Eros dengan cengirannya.

"hmmm mau gak yaa?" ledek anggi.

Eros pun kembali cemberut.

"iyaiya gua bakal jadi temen lu, biar lu kaga Gabut" ujar anggi.

Eros pun bergembira, akhirnya ada manusia yang baik dan mau menjadi temannya.

*Maapkeun gajelas
*vote ya, terima kasih udah dateng ke my inner Eye❤️

My inner eyeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang