Taehyung berakhir menginap, menolak awalnya, tapi ibu jimin yang kata jimin calon mertuanya, sialan taehyung tetap akan merona mengingat itu, juga minta taehyung untuk menginap. Taehyung mana bisa nolak.
Tadi sebelum berakhir dikasur jimin, iya taehyung tidur dikasur yang sama dengan jimin, lagi-lagi taehyung gak bisa nolak karena ini permintaan ibu jimin, katanya
" loh tadi bilang bukan pacar, gak masalah, kan?" Kalo taehyung gak ingat ibu jimin orang tua, mungkin taehyung sudah mengumpat.
Taehyung sempat berbicara dengan ibu jimin, hati taehyung menghangat. Sudah lama rasanya ia tak merasakan perasaan seperti ini. Taehyung rindu ibunya, dan keberadaan ibu jimin membuat taehyung sedikit dapat mengobati rasa rindunya.
Taehyung bahkan tak sadar bahwa ia menceritakan semua kisahnya ke ibu jimin, kisah yang taehyung sendiri ingin melupakanya. Ibu jimin sangat perhatian. Pembicaraan mereka berakhir dengan pelukan hangat yang taehyung terima. Kata ibu jimin " nanti ibu suruh jimin untuk jaga kamu, ya taehyung?" Yang ternyata didengar jimin dan dibalas,
" gak usah disuruh ma, jimin bakal jagain taehyung dan bikin dia seneng."
Taehyung yang dengar, rasanya seperti diberkati, seperti dirinya dikirimkan dua malaikat yang bakal ngelindungin taehyung kapan saja.
Mungkin jimin tak akan setuju, karena jelas, disini taehyung yang jadi malaikat, malaikat pujaan hati jimin, lebih tepatnya.
Kembali dengan keadaan taehyung saat ini, jelas gugup. Jimin lagi mandi dan taehyung lagi menenangkan debaran jantungnya. Taehyung bahkan tak yakin nanti ia bisa tidur atau tidak. Dan rasanya jantungnya akan meledak sesaat setelah jimin keluar dari kamar mandi dengan keaadan shirtless. Taehyung reflek menutup mata, yang dimata jimin malah terlihat sangat menggemaskan.
" kenapa tutup mata taehyung, rugi lho. Kapan lagi bisa ngeliat pemandangan kayak gini?" Ucap jimin disertai kekehan.
Makin gemas rasanya, karena liat wajah taehyung yang sudah semerah tomat, merasa digoda taehyung akhirnya membuka matanya. Badan jimin memang sempurna, ototnya terbentuk. Tidak seperti taehyung.
" pakai baju jimin, nanti sakitmu makin parah" ujar taehyung setelah tersadar dari lamunanya akibat mengagumi badan jimin.
" gue gak biasa tidur pakai atasan." Ucap jimin sembari berjalan kearah kasur.
" ck, ngeyel. Badanmu gak kuat sama cuaca dingin jimin. Kenapa susah dibilangin? Sekarang aku tau kenapa mamah jimin suka ngomel kalo sama kamu." Taehyung yang berusaha terlihat galak malah jatuhnya terlihat imut. Sumpah, jimin rela kalo setiap hari harus diomeli taehyung.
" kalo gitu biar gak kedinginan peluk aku aja, gimana?" Balas jimin sembari mengambil posisi disebelah taehyung. Sialan, rasanya jimin tak memberi waktu bagi taehyung untuk bernafas.
" mana bisa jimin, aku tidur disofa aja kalo gitu." Tolak taehyung, taehyung malu jika jimin mendengar debaran jantungnya yang rasanya sedang berdisko sekarang.
" kok gitu? Tadi bilang khawatir akunya makin sakit."
" mana ada, aku gak ada bilang gitu"
" oh jadi taehyung gak khawatir?" Yang hanya dibalasa anggukan taehyung, jelas berbohong taehyung benar-benar khawatir setelah jimin memberi tahunya bahwa dirinya tak enak badan.
" kalo gitu, biarin aja aku tidur begini. Biar makin parah sakitnya, toh lumayan jadi gak usah berangkat sekolah." Setelah berkata begitu jimin dapat pukulan dikepalanya, siapa lagi pelakunya kalau bukan taehyung.
Setelah berdebat lumayan lama, akhirnya taehyung setuju untuk tidur dengan jimin. Tidak ada pelukan, jimin sempat protes tapi taehyung mengancam akan tidur disofa atau tidur dengan mamah jimin. Tentu jimin langsung menyutujuinya.
Taehyung langsung tertidur, walau jantungnya berdetak sangat keras, tapi kejadian hari ini mungkin benar-benar melelahkan taehyung sehingga kantuknya tak tertahankan. Jimin yang melihat taehyung sudah tertidur pulas, diam-diam memeluk taehyung, biarlah ia harus mengambil kesempatan dalam kesempitan.
.
.
.
.
.
.
.
Pagi harinya, taehyung dibuat kaget saat pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah tenang jimin yang sedang tertidur pulas, juga pelukan erat jimin pada pinggangnya, yang berhasil membuat wajah taehyung merona. Tanpa sadar tangan taehyung bergerak memegang wajah jimin. Dari alisnya hingga bibirnya semua taehyung kagumi.
Taehyung rasa ia harus bersyukur karena telah dikirimkan manusia seperti jimin, terdengar berlebihan, tapi hidup taehyung dulu sangat datar, tak ada kebahagiaan yang ada hanya rasa sakit, dan jimin bisa mengubah itu semua hanya dengan kehadiranya. Mungkin awal pertemuan mereka tak terlalu bagus, tapi taehyung akan mengenang semua itu. Bagus, sekarang taehyung benar-benar terdengar seperti orang yang haus akan cinta jimin.
Tersadar taehyung segera melepaskan pelukan jimin, baru akan berdiri jimin menarik taehyung lagi.
" pagi taehyung, bagaimana tidurmu?" Ucapan selamat pagi jimin, jadi kata pertama yang ia ucapkan.
" hm, pagi juga."
" tidurmu sangat nyenyak ya? Semalam bahkan kau tidak ingin melepaskan pelukanku." Bukan jimin namanya, kalu tidak menggoda taehyung.
" jangan berbohong, kau duluan yang memeluku." Balas taehyung tak terima
" dan kau tidak menolak pelukanku."
" sudahlah jimin, aku akan membantu ibumu membuat sarapan." Setelah berkata begitu taehyung bergegas keluar kamar. Jimin yang melihat itu hanya bisa tertawa.
Jimin tak pernah suka bangun pagi, tapi jika pemandangan pertama jimin setelah membuka mata adalah taehyung, maka sepertinya ia tak masalah.
Taehyung manis sekali dan jimin makin dibuat jatuh cinta.
_______________________tbc
Hmm, dah lama gak update. Maafkan aku. Sebenarnya ini udah ada di draft sejak lama cuman aku ngerasa kurang puas, ini juga sebenarnya masih kurang puas tapi gak tega kalau harus ngegantungin kalian lama. Tapi kurang ajar ya aku, dah lama gak update sekalinya update pendek. Wkwkwk gebukin aja aku.
Yaudah gitu aja, semoga kalian suka. Makasih yang udah nunggu cerita ini dan masih baca sampai chapter ini. Muachh untuk kalian semua.
KAMU SEDANG MEMBACA
Namby- pamby (MinV)
FanfictionI said I'd catch you if you fall And if they laugh, then fuck 'em all Minv bxb
