Hari ini taehyung rasanya malas sekali, ini hari minggu omong-omong dan sudah sekitar dua jam taehyung daritadi hanya bergelung diselimutnya.
Padahal niatnya hari ini akan membersihkan rumah, memasak, mencuci pakaian nya yang telah menumpuk, dan seperti yang kalian duga semuanya tidak terlaksana.
Soal jimin, haduh bagaimana mau menjelaskan nya, taehyung nya sudah keburu malu,
Iya sudah resmi kok, taehyung sudah bisa bilang dengan bangga kalau jimin adalah pacarnya.
Sial, malu.
Jimin lusa lalu kabari taehyung mau pulang kampung karena dengar ayahnya sakit, taehyung tidak bisa ikut karena terlalu mendadak dan takut merepotkan dan jelas juga karena dia belum siap untuk ketemu ayah jimin.
Jimin memang ada chat taehyung tapi jadi tidak sesering biasanya, taehyung sedikit kesepian tapi tidak bisa menuntut, jimin pasti sibuk urusi ayahnya.
Pada akhirnya, memutuskan berjalan keluar kamarnya, nyerah dengan kebosanan.
Duduk disofa dengan tangan memeluk setoples snack favoritnya, yang ia beli dengan jimin kapan lalu.
Tangan satunya sibuk makan, tangan nya yang lain sibuk menekan tombol remote mencari chanel yang menarik.
Tak peduli dengan sekitarnya yang berantakan, taehyung tetap menikmati makan nya dan tontonan nya.
Definisi pemalas, yang sesungguhnya.
Kegiatan malasnya harus terganggu saat bel rumahnya berbunyi, siapa yang bertamu dihari minggu begini sih, menganggu saja.
Dengan terpaksa ia berdiri dan berjalan kearah pintu, terkejut saat melihat siapa yang ternyata dibalik pintu.
" ji—jimin?"
Sungguh taehyung memang sedikit merindukan jimin, sedikit oke? Tapi kenapa ia sampai berhalusinasi jimin ada didepan nya sekarang.
" hei, taehyung?"
Jimin yang dengan semangat menyapa taehyung, kemudian mengerutkan alisnya saat taehyung hanya diam saja.
" benar, jimin?"
Taehyung tanya untuk memastikan, mahkluk didepan nya ini beneran jimin atau hanya halusinasi nya semata.
Jimin yang mendengar pertanyaan taehyung, lantas tersenyum.
" iya, jimin. Kesayanganya taehyung, cintanya taehyung."
Jika sudah begini, taehyung bisa pastikan orang didepan nya ini benar jimin.
Setelahnya memperbolehkan jimin masuk, dalam hati merutuki dirinya sendiri yang sangat pemalas karena rumahnya sangat berantakan.
Jika tau jimin akan datang, sudah pasti taehyung dengan semangat empat lima akan membersihkan rumahnya.
Jimin yang melihatnya biasa saja padahal, taehyung mungkin lupa pacarnya dua kali lebih jorok dan pemandangan rumah taehyung—yang dianggap taehyung berantakan, menurut jimin ini adalah bersih.
Jimin taruh beberapa kantong plastik yang baru taehyung sadar daritadi dibawa jimin, ke atas meja.
" mama rindu kamu, ini oleh-oleh dari mama semua, titip salam katanya." Ucap jimin sambil menunjuk beberapa kantong plastik itu saat sadar taehyung daritadi menatapnya dengan pandangan bingung.
" kamu sih, kemaren aku ajak nggak mau. Dari awal aku datang, mama udah nanyain kamu aja." Lanjut jimin yang kini sudah mendudukan dirinya ke sofa dengan santai.
" ya, habisnya mendadak,"
" ya masa, ayah aku sakit harus direncanain dulu." Jimin potong kalimat taehyung, ada benarnya juga perkataan jimin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Namby- pamby (MinV)
FanficI said I'd catch you if you fall And if they laugh, then fuck 'em all Minv bxb
