Instagram: larasrhy_19
***
"SINI cepet!" Rizki melambaikan tangannya kearah Oliv yang tengah sibuk memakai sepatu.
Cewek itu hanya menoleh sekilas dan detik selanjutnya ia kembali fokus dengan mengikat tali sepatunya.
Rizki melangkahkan kaki jenjangnya ketempat Oliv berada. Kini Rizki sedang berada di rumah Oliv bermaksud menjemputnya untuk berangkat kesekolah bersama.
"Lama banget sih!"
"Sante aja dong mas!"
"Mas-nya yang gak bisa sante mbak!"
"Lo diem dulu napa!"
"Iya gue diem!"
Jujur, Rizki sedikit kesal dengannya. Tapi apa boleh buat, daripada Oliv yang marah pada Rizki, lebih baik dibaikin, kan?
Setelah selesai mengikat sepatu, Rizki menggandeng tangan Oliv menuju gerbang rumah Oliv. Oliv tersenyum melihat tangannya digandeng oleh Rizki.
Mereka berjalan beriringan layaknya pasangan yang baru saja jadian. Tetapi nyatanya mereka hanya bersahabat.
Katanya, sahabat bisa saja menjadi cinta. Awalnya sih cuma kagum kemudian seiring berjalannya waktu, kagum itu berubah menjadi nyaman, setelah itu berhenti dan terjebak didalam lingkaran cinta.
Siapapun tak bisa keluar dari lingkaran itu. Terlalu sulit untuk ditembus. Mungkin Rizki sudah begitu. Tapi entahlah, cintanya ini hanya sebatas sahabat atau lebih, ia tak tau.
Tak perlu memikirkan hal yang tidak penting, mari kita bahas Oliv dan Rizki. Now, Oliv sudah stand bye berada dimotor Rizki.
"Pake helm-nya dulu Liv. Udah dibilangin berapa kali sih masih gak dengerin!"
"Iya ah bawel amat sih lu Ki, sini helm-nya mana?!"
Dengan berat hati, Rizki menyerahkan helm-nya pada Oliv. Oliv langsung memakai helm berwarna merah milik Rizki. "Cepet jalan!"
"Motor-motor siapa, kok jadi lo yang ngatur sih Liv!"
Oliv tersenyum kemudian terkekeh. Tangan Oliv melingkari pinggang cowok itu membuat cowok itu menghembuskan nafas.
"Pegangan yang eret"
Oliv menaruh kepalanya dipunggung kokoh itu, bersandar kemudian memejamkan matanya. "Jangan tidur!"
"Bawel banget sih. Gue gak bakalan tidur Rizki Izka Permana!"
Cowok itu tersenyum dibalik helmnya. Peluk gue terus Liv sampe lo gak bisa meluk gue lagi.
Rumah Oliv dan Rizki memang sedikit berjauhan tetapi setiap akan berangkat sekolah, Rizki selalu menjemputnya. Jarak rumah tidak menghalangi semangat Rizki untuk menjemputnya. Ia malah senang menjemput cewek yang merupakan sahabatnya dari kecil. Entah kenapa.
Pemandangan khas kota terlihat dimata mereka. Gedung-gedung tinggi berjejer dengan sangat rapinya. Kendaraan yang melintas belum terlalu ramai sehingga tidak acara macet-macetan, tapi tidak dikatakan sepi juga. Namun, semua masih lancar terkendali.
Oliv yang berada dibelakang Rizki, masih memeluknya dengan erat. "Gue bawa permen loh, lo mau gak Ki?"
Cowok yang tengah mengendarai motor matic-nya tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan Oliv tadi. Karena kesal Oliv mencubit pinggang Rizki.
"Aw! Apaan sih Liv?"
"Salahnya lo gak jawab pertanyaan gue tadi, kan gue kesel jadinya"
"Lo nanya apa?"

KAMU SEDANG MEMBACA
Candy'S [Tersedia Versi E-Book]
Teen Fiction[Tersedia dalam versi E-book] Memang sangat menyakitkan kalau kita mencintai seseorang. Mencintai secara sepihak sedangkan dipihak lain tidak menganggapmu. Aku dan kamu bagaikan Different Love. Aku mencintaimu dalam arti orang yang berharga. Sedangk...