Bel istirahat pun tiba...
Rexan berada di dalam kelas segera pergi keluar kelas dan menghampiri kelas Reona. Minggu lalu, Rexan tidak menepati janjinya untuk menghampiri Reona dan kesempatan ini ia lakukan untuk menepati janjinya, walau telat dan termasuk melanggar janji.
Rexan yang sudah berada tepat di depan pintu kelas XI IPA 1, segera masuk dan menghampiri Reona yang sedang menelungkupkan kepalanya di atas meja ditemani earphone hitamnya.
"Renaaa...." Ucap Rexan sambil menggoyangkan badan Reona.
"Ck! Siapa sih!" Ucap Reona sambil melepaskan earphone hitamnya dan mengecek matanya.
Rexan tersenyum melihat Reona dan segera mendekatkan wajahnya ke depan wajah Reona.
"Huh.. Ini gue sis." Ucap Rexan sambil meniup-niup wajah Reona.
Ziola yang awalnya sibuk membaca novel fantasinya segera menoleh melihat sahabatnya yang sedang diganggu.
"Ish Rexan, lu mah ganggu gua tidur. Gw lagi mimpi di cipok oppa! Ish!" Kesal Reona.
"Yeu si Kuda, ngehalu mulu lu, sini ama gua gratis dan gak perlu mimpi." Goda Rexan sambil menaik-turunkan alisnya dan tersenyum geli.
"Uhuk! Masih ada manusia disini brader! Jangan bikin sirik dong." Ucap Ziola sambil memasang muka tersiksa yang menurut Reona menjijikan.
"Eh Na, sorry ya pas itu gua gak nepatin janji bakal ke kelas lo pas istirahat." Ucap Rexan.
"Eh? Gue malah lupa Xan." Cengir Reona.
Reona yang mendengar itu memeletkan lidahnya ke arah Ziola.
"Rena! Ola!." Ucap Leyra dan Abel yang baru memasuki kelas.
"Eh ada abang Rexan juga toh." Goda Abel sambil melirik Reona.
"Ya elah Bel, tiap saat kalee." Ucap Leyra.
"Eh,iya." Ucap Rexan sambil tersenyum.
"Habis dari mana?" Tanya Ziola.
"Biasa nih, anak toilet." Jawab Abel sambil menunjuk Leyra dan yang ditunjuk pun hanya cengar-cengir gak jelas.
"Ya udah yok kantin." Ucap Reona segera berdiri dari tempat duduknya dan menarik tangan Rexan.
Rexan yang ditarik Reona pun hanya diam, salah tingkah menahan senyum. Sedangkan Ziola, Abel dan Leyra yang melihat itu hanya memasang ekspresi biasa karena sudah sering melihat itu.
Tapi tak urung juga, mereka ragu dengan hubungan Reona dan Rexan yang hanya sekedar sahabat tetapi terlihat lebih dari itu
"Yoks." Ucap Leyra.
Mereka berjalan keluar kelas dengan Reona yang masih menarik tangan Rexan, mengiraukan tatapan dan bisikan dari murid-murid lain.
Siswa laki-laki merasa iri dengan Rexan, sedangkan siswi perempuan sirik dengan Reona dan tak urung Reona dan Rexan mendengar pujian maupun kritikan dari orang-orang yang melihat mereka berdua.
Tak terasa, mereka telah sampai di kantin dan menghampiri meja yang sudah diduduki oleh Beverly dan Claire di sana.
"Hayi Beb." Ucap Leyra kepada Beverly dan Claire.
"Hellaw." -Abel.
"Biasa, gue gabung ya." Ucap Rexan sambil duduk di samping Reona.
"Iye." Jawab Beverly dan Claire santai.
Setelah mereka duduk, mereka memanggil Mpok Eti.
"Mpok, baksonya 2, mie putih pake sawi sama minumnya es teh manis 2." Ucap Rexan menyebutkan pesanannya dan pesanan Reona.

KAMU SEDANG MEMBACA
VAREONA
Teen FictionAwalnya gue nyesel ketemu sama lo yang ngacauin hidup gue. Tapi ternyata pertemuan kita adalah awal dari kebahagian dan kesedihan gue. -Reona Anetta Xaviera- Lo memberi warna baru dalam hidup gue.Mengenalkan gue dengan apa itu Cinta, Bahagia, dan k...