Ucapannya sering dijual
Ia pergi
Ke pelosok-pelosok desa
Yang sudah tak layak huni
Mengeluarkan kata-kata manis
Menggiurkan kami
Baju-baju nya disederhanakan
Alas kaki hanya di topang
Dengan sendal jepit
Kelihatan sederhana memang
Namun
Rakus akan jabatan
Dia melihat kami seakan-akan tega
Namun selepas jadi
Dia usir seakan-akan lupa
Dimana air mata mu
Yang dahulu kau datangi kami
Satu per satu
KAMU SEDANG MEMBACA
1000 Syair Puisi Jalanan
PoetryAku hanya menggungkapkan rasa hati lewat kata-kata Bukan pejabat Atau pun penguasa Hanya menyukai syair-syair Karena aku penyair jalanan
